Maaf Ku Harus Pergi

Maaf Ku Harus Pergi
Bab. 24


__ADS_3

"Maaf Pak Azam saya hanya refleks memeluk Bapak dan tidak ada niat sedikitpun untuk melakukannya," ucapnya Adina.


Adina menyesali sikapnya itu da kembali meminta maaf sebelum turun dari mobilnya yang dikemudikan oleh Azam.


"Saya tidak mempermasalahkannya kok lagian sebagai seorang pria saya sangat bahagia dan gembira diperlakukan seperti itu oleh kamu," tampiknya Azam yang tersenyum penuh arti.


"Itu sih maunya Pak Azam, kalau aku sih ogah pake banget," ketusnya Adina sambil menutup rapat pintu mobilnya dengan penuh kekuatan.


Bruk…


Prang!!

__ADS_1


Adina yang sudah berjalan ke arah pintu rumahnya segera berbalik badan dan kembali berjalan ke arah Azam yang masih betah berada di depan setir mobilnya itu.


"Kalau bisa mulai detik ini tidak usah muncul di hadapanku lagi, saya bosan lihat tampangnya Pak Azam yang menjengkelkan itu, walaupun cukup ganteng sebenarnya," ucapnya Adina yang segera pergi dari sisi mobil dan berjalan cepat ke arah dalam rumahnya.


Adina mengutuk keras dirinya setelah menyadari bahwa dirinya secara tidak langsung memuji dan menyanjung ketampanan paripurna yang dimiliki oleh Azam.


Adina mengetuk kepalanya dengan perlahan karena cukup malu dengan sikapnya sendiri," ya Allah… kenapa mulutku ini main ngerocos saja enggak pakai filter segala," kesalnya Adina.


Adina menyandarkan tubuhnya ke balik pintu rumah dinas yang diberikan oleh ceo perusahaannya. Wajahnya memerah berseri-seri saking malunya menyikapi perkataannya sendiri.


Adina tidak ingin membuang waktunya untuk bersiap-siap dan mengemasi barang-barangnya untuk balik ke Jakarta Indonesia. Azam hanya tersenyum menanggapi sikapnya Adina yang seperti itu,ia tidak menyangka jika perempuan yang disayanginya itu berbicara memujinya tanpa disadarinya sendiri.

__ADS_1


"Aku suka gayamu yang seperti ini, aku pastikan kamu hanya akan menjadi milikku seorang, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan cintamu itu," cicitnya Azam lalu segera menghubungi nomor hpnya Ameer agar segera melaksanakan perintahnya itu.


"Halo, dengan siapa? kenapa nelponnya tengah malam begini? Serasa tidak ada lagi hari esok saja," Lirihnya Ameer dari seberang telepon.


"Tuan Ameer Khalid Basalamah yang terhormat, apa Anda lupa jam berapa Anda tertidur tadi? Sekarang baru pukul sepuluh malam,kamu sudah terlelap ketiduran, apa sedang ngelonin perempuan sehingga kamu lupa daratan sudah, satu hal lagi jangan lupa cabut itu karet yang terpasang sejak tadi sebelum berbicara!" Sarkasnya Azam yang sangat jengkel dengan sikapnya Ameer salah satu sahabatnya yang terkenal casanova itu.


Ameer segera menyingkap selimutnya yang di dalamnya bersama seorang perempuan yang sama sekali tidak memakai selembar benangpun di tubuhnya itu.


"Sayang siapa sih yang gangguin aktifitas kita malam ini, emangnya siapa sih yang nelpon?" Tanyanya seorang wanita muda dengan suara yang mendayu-dayu dan penuh manja seraya membelai dada bidangnya Ameer yang terekspos begitu jelas tanpa perlindungan apapun.


Ameer segera menghempaskan tangannya pasangan one night stand nya itu dengan cukup kasar.

__ADS_1


"Mas Ameer! Kok kasar banget sama saya," rengeknya wanita itu yang berusaha untuk membujuk Ameer.


Ameer menatap jengah ke arah perempuan itu seraya agak mengjauhkan ponselnya dari dekat telinganya itu," kalau kamu masih mau uang dan belanja barang-barang branded import! Saya harap kamu diam dan tidak perlu berkicau dan negerocos seperti itu!" Geramnya Ameer yang segera bangkit dari duduknya itu.


__ADS_2