
Happy reading sobat..........
"Ya gak mungkin lah nak, gak mungkin nak Verel mutilasi kamu, terus gak akan terjadi sesuatu sama kalian berdua walaupun kalian tidak diawasi nantinya di dalam ruangan ini. Jika pun sampai Verel melakukan sesuatu yang melanggar hukum kan kamu bisa banting nak Verel atau ya udah lah kamu nikah aja sama nak Verel kan selesai masalah nya" jawab Mora diiringi dengan candaan diakhir kalimat.
"Gak ma, gak mungkin Lora banting pak Verel, secara kan Lora suka sama pak Verel" jawab Alora dengan suara pelan.
"Ntar kalau pak Verel nya Lora banting, terus pak Verel meninggoy siapa yang Lora suka ma? Lora belum siap kalau pak Verel meninggoy". lanjut Alora.
"Emangnya kamu beneran suka sama nak Verel sayang?" tanya Xavier pada sang anak.
"Eh, emm anu" jawab Alora gugup.
"Udah ngaku aja sama papah, papa tau kok kalau kamu suka sama nak Verel." goda sang papa Alora.
"Ih papa ngeselin banget"
"Hahaha, jadi beneran nih kalau kamu tau suka sama nak Verel ?" tanya Xavier.
__ADS_1
"Aa- udah ah, bahan yang lain aja" sahut Alora mengalihkan pembicaraan.
"Intinya kamu tetap disini sampai kamu pulih, tetap satu ruangan sama nak Verel, kalau kamu udah sehat baru boleh pulang" ucap Mora.
"Tapi mah, Lora udah sehat. Lora gak sakit lagi, besok Lora mau pergi sekolah"
"Ya sudah coba kita tanya sama dokter Heru dulu ya" ucap Xavier menengahi.
"Iya tuh, Lora setuju coba aja panggil kak Heru" ucap Alora sambil menekan tombol yang ada di sisi tempat tidur.Tak lama kemudian Heru datang dengan tergesa-gesa.
"Ad-ada apa tuan? ap-apa keadaan nona muda memburuk? atau apa tuan?" tanya Heru yang baru masuk dengan tergesa-gesa tidak lupa di ikuti oleh beberapa perawat di belakangnya.
"Glek"
"Tapi tak saya di panggil ke ruangan ini, saya pikir nona kambuh lagi sakit nya. Jadi saya langsung ke sini takut terjadi sesuatu nona. Maaf saya salah. Maafkan saya nona" jawab Heru. Ya Heru tau jika Alora sudah bicara seperti itu tandanya dia tidak becanda, atau lagi marah.
"Hmm, jadi gini nak Heru tadi kami memegang memanggil nak Heru kesini. Tapi untuk menanyakan apa Alora sudah bisa pulang atau belum. Bukan ada yang sakit kok. Jadi maaf kami manggil nya pakai panggilan darurat" ucap Mora.
__ADS_1
"Oo, gitu toh nyonya, saya kira nona kenapa-napa tadi mangkanya saya langsung lari kesini. Padahal saya tadi lagi makan tersedak saya gara-gara dengar panggilan darurat terus saya berlari kesini karna takut terjadi sesuatu pada nona atau tuan nyonya." ucap Heru sambil mengusap dada nya yang terasa sakit karna tersedak tadi, terus berlari ke ruangan Verel dirawat karna Alora disana. Bahkan sampai lupa kalau di rumah sakit tersebut ada lift, jadi nya Heru naik tangga. Untung cuma naik tiga lantai saja, kalau 10 gimana jadi nya tuh si Heru.
"Sumpah si Alora kalau lagi berdebat suka bikin orang lain sengsara" ucap Aura yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keluarga Alora.
"Gue mah udah gak heran lagi sama keluarga si Alora karna udah sering liat kalau Alora minta pulang dari rumah sakit atau apa lah" sahut Sandra yang sudah hafal dengan tingkah laku sang sahabat.
"Ya Tuhan semoga Ora belum boleh pulang, gue masih mau dekat sama dia. Walaupun dia gak ingat gue siapa. Tuhan sumpah gue sayang banget sama Ora" gumam Verel yang hanya Rizki yang mendengar karna bersebelahan.
"Jadi lo suka sama tuh bocah?" tanya Rizki penasaran.
"Iya, gue sama Lora di jodohin dari kecil. Tapi beberapa tahun yang lalu Lora mengalami kecelakaan dan sebagian ingatannya hilang. Bahkan Lora lupa kalau gue calon tunangannya" jelas Verel tanpa sadar bahwa dia menceritakan kisah nya pada Rizki.
"Terus apa ingatan tuh bocah gak bisa kembali?" tanya Rizki.
"Bisa sih, tapi harus ada yang dapat memancing ingatan tersebut kembali. Seperti nama, benda, atau tempat. Untung nya ingatannya bukan hilang permanen. Jadi gue bisa membantu Lora untuk mengembalikan ingatan nya yang terhapus karna kecelakaan beberapa tahun lalu."
"Ooh, jadi cinta tuh bocah gak bertepuk sebelah tangan lagi ya, gue doain semoga ingatan tuh bocah kembali dan hubungan kalian bisa berjalan lebih lanjut. And semoga langgeng" ucap Rizki sambil menepuk pundak Verel memberi semangat.
__ADS_1
Bersambung........
Jangan lupa like, komen, favorit ya guys. See you next chapter, bye bye 👋👋👋