
Happy reading bestie.....
...🐇🐇🐇...
3 bulan terlah berlalu Alora sudah di boleh kan pulang karna keadaan nya sudah membaik walaupun hilang ingatan. Sedangkan Sandra tidak begitu parah padahal bagian yang remuk adalah bagian pengemudi dan Sandra masih di beri keselamatan. Jika Alora mengalami hilang ingatan, Sandra mengalami luka-luka sedikit serius dan Briana mengalami koma dan belum sadar hingga saat ini. Aneh nya Alora melupakan semua tentang dirinya beserta keluarga nya tapi tidak dengan Briana. Ingatan Alora tentang Briana masih utuh.
"Sayang ayo kita pulang, kamu masih harus beristirahat" ucap Mora.
"Hmm, kalian duluan aja keluarnya aku mau ketempat teman sebentar" sahut Alora.
"Mau di temani?" tawar Esa.
"Tidak. Aku bisa sendiri" setelah menyahut Alora langsung melangkah meninggalkan rawat inap milik nya.
"Huh, ya udah kalau mau sendiri"
...🍁🍁🍁...
"Sayang, kenapa kamu betah tidur nya. Apa kamu gak sayang sama bunda? sayang ayo bangun bunda kangen sama kamu" ucap Alora sambil membelai wajah Briana.
__ADS_1
"Sayang bunda hari ini pulang ke rumah, bunda juga gak bisa selalu nemani Bri disini, Bri sama aunty Scarla ya cepat bangun bunda rindu kamu sayang" setelah bercerita sekitar lima menit Alora memutuskan untuk pergi karna tak mau membuat keluarga curiga akan keberadaan Briana dan menunggu lama.
"Sayang bunda pulang dulu ya jangan lama-lama tidur nya, love you sayang" ucap Alora sambil mengecup kening Briana.
"Tetap pantau kondisi Bri, jika ada kemajuan atau apa pun itu lapar ke gue! awasi 24 jam bergantian jangan ada yang masuk selain yang bersangkutan gue seminggu sekali ke sini" ucap Alora pada dokter yang menangani Bri dan anak buah nya.
"Baik Miss"
"Gue pulang dulu jaga anak gue kalau enggak kalian gak akan melihat matahari ke esok kan hari nya" ucap Alora dingin. Semenjak bangun dari koma yang beberapa Minggu setelah kecelakaan, sifat Alora berubah yang biasanya ceria penuh tawa kini dingin, ketus, datar walaupun dengan keluarga.
"Baik Miss kami akan menjaga nona dengan segenap jiwa kami"
"Sand gue pulang tolong lo pantau keadaan disini" ujar Alora sambil menepuk pundak Sandra.
"Hmm, tenang aja"
Flashback off.
"Jadi gitu ceritanya, sikap Lora semangkin dingin dan bringas, seiring berjalannya waktu ingatan Alora sedikit demi sedikit kembali dan Alora merubah sikap nya ya walaupun berubah nya jadi bar-bar tapi ya itulah Lora menutupi segala kegundahan dan kesedihan hatinya tentang sang putri" jelas Sandra.
__ADS_1
"Terus sekarang dimana Briana di rawat?" tanya Verel.
"Emm, di rumah sakit keluarga tapi di ruang khusus and yang bisa masuk kesitu hanya beberapa orang saja. Akses masuk di tutup dan di jaga ketat"
"Ayo kita kesana sekarang gue gak mau Ora sendirian disana tanpa ada yang menguatkan dia di saat seperti ini" ucap Verel sambil menarik tangan Sandra menuju mobil.
"Woi lo bisa santai gak mau mati lo hah?" teriak Sandra.
"Gue gak peduli yang gue tau sekarang Alora dan anak nya cepat. Pending aja dulu acara bunuh gue keadaan sedang darurat"
"Au izinkan gue memenggal kepala Abang laknat lo ini setelah sampai di rumah sakit" izin Sandra.
"Gue izinin kalau bisa mutilasi sekalian tapi kalau lo di mutilasi sama Lora gue gak tanggung gak jawab"
"Ok, kalau masalah itu bisa gue atasi"
Bersambung.....
Jangan lupa like, komen, subscribe and vote ya guys see you next chapter bye bye 👋👋👋
__ADS_1