
Happy reading bestie.......
"Esa datang bawa pesanan" teriak Mahesa ketika sampai di ruang inap sang adek.
"Esa, gak sopan kayak gitu. Jangan teriak-teriak ini rumah sakit bukan hutan" ucap Mora kesel karna Mahesa membuat dirinya terkejut. Padahal sedang mengistirahatkan tubuh sebentar, karna tidak bisa tidur dari semalam karna kondisi sang putri.
"Heheh, maafin Esa ma, btw Esa udah bawain pesanan kalian semua loh, gak ada satupun yang terlewat kan" jawab Mahesa sambil mengangkat kedua tangan nya memperlihatkan kantong isi makanan yang ia beli.
"Eh ada kak Heru. Ikut makan gak kak?" tawar Esa.
"Enggak usah Sa, kakak baru siap makan" tolak Heru.
"Oo ya udah lah kalau kak Heru gak mau. Dek ini nasi Padang nya taruh dimana?: tanya Mahesa
"Taruh di piring lah kak, Ian gak mungkin taruh di cangkir" jawab Alora kesal akan pertanyaan sang kakak.
"Iya itu tau kakak, maksudnya kamu makan dimana di tempat tidur kah, di bawah kah, di sofa kah" ucap Esa
"Disini aja kak, Ora malas bangun dari sini"
"Ya udah ini makan yang banyak biar gendut" ucap Esa sambil mengelus kepala Alora.
"Iya lah tuh"
"Verel mana mah?"
"Verel lagi keluar sebentar mungkin sebentar lagi balik" sahut Mora.
"Ceklek"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
"itu orang nya, baru dibilang udah datang"
__ADS_1
"Ada yang nyariin Verel?" tanya Verel.
"Enggak Rel, gue cuma tanya karna gak liat lo aja"
"Oh"
"Emm, tuan, nyonya, tuan muda, nona muda saya permisi dulu ya mau periksa pasien lain" pamit Heru
"Kamu gak makan dulu Ru?"
"Tidak tuan, saya sudah siap makan, saya permisi"
"Iya, makasih ya Ru"
"Sama-sama tuan, sudah menjadi kewajiban saya tuan" ucap Heru sambil membuka pintu kamar Alora lalu pergi.
...🐇 🐇 🐇...
"Oi,oi, itu bukannya pak Murija ya?" tanya Aura.
"Itu yang lagi duduk di kursi nomor 3 itu" tunjuk Aura ke kursi kafe yang tak jauh dari mereka.
"Iya Cok, Pak Murija. Tapi cewek yang di depannya itu siapa?" tanya Risha.
"Mana tau gue, tapi tuh cewek kok kayak Tante-tante ya?" sahut Sandra.
"Iihhh, kok selera pak Murija tante-tante sih, mendingan gue udah cantik, cetar membahana, baik, pintar, rajin nabung, pande cari duit, lah itu. Aaaa gue gak rela pak Murija sama tuh tante-tante" ucap Cia sambil mengetuk-ngetuk meja.
"Cia sekarang lo harus hati-hati, tante-tante ada di mana-mana, ntar calon laki lu di embat tu orang" profokasi Aura.
"Iya sabar aja kalau gue udah dekat, terus gue udah dapatin hati pak Murija yang sedingin kutub Utara gue gak bakal lepasin pak Murija. Gue ikat pak Murija di rumah biar gak ada yang ganjen sama calon suami gue" jawab Cia yang termakan ucapan Aura.
"Jadi lo beneran suka pak Murija Cia?" tanya Ilya.
"Iya, emang nya salah? Lora aja suka sama pak Verel jadi apa salah nya kalau gue suka sama pak Murija" sahut Cia.
__ADS_1
"Fiks, kita akan buat circle pengagum guru, Lora sama pak Verel, lo sama pak Murija, gue sama sahabat nya yang satu lagi aja" ucap Risha.
"Hah? maksud lu apa Sha? jangan bilang lu suka sama pak wahyu?!" tuding Sandra.
"Hahaha, tau aja lo San. Ya udah yuk buat circle perkumpulan pengagum guru, kalau bisa sampai ke pelaminan" jawab Risha sambil cengengesan.
"Astaga Ya Tuhan, apakah aku tidak punya teman yang pas. Kenapa teman-teman ku pada menyukai guru nya sendiri" ucap Ilya dramatis.
"Eleh sok dramatis banget sih lu, bukannya elu juga suka sama pak Murija" -Sandra-
"Hehe, dari mana lu tau San?"
"Kita itu udah lama berteman Ily, bukan sebulan dua bulan, tapi udah hampir 5 tahun, jadi gue udah hafal sifat kalian" sahut Sandra.
"Tapi gue sekarang udah gak suka lagi sama pak Murija, karna gue sekarang suka sama abdi negara" ucap Ilya sambil senyum-senyum sendiri.
"Serius lu Ily, elu suka sama siapa? kenalin gue lah, siapa tau gue dapat jodoh TNI gitu, terus nikah aaaaaa It's my dream" -Aura-
"Minggu lalu gue gak sengaja ketemu sama abdi negara. Awalnya gue lagi baca buku tentang tentara gitu, terus gue gak sadar kalau gue jalan ke tempat rawan penculikan. Terus pas gue hampir di rampok ada yang nolongin gue. Sumpah ganteng banget woi, mana masih muda lagi" cerita Ilya.
"Terus-terus" tanya Sandra yang kepo akan cerita Ilya.
"Terus gue di tolong sama kak Ares, setelah kak Ares eksekusi tuh perampok kak Ares ngantarin gue pulang. Dia bilang jangan terlalu fokus sama buka kalau lagi di jalan, "untung kakak cepat nyelamatin kamu, kalau enggak mungkin entah apa yang terjadi sama kamu" ucap kak Ares, terus kak Ares tanya "Kamu suka sama abdi negara?" karna emang gue tertarik sama abdi negara ya gue angguk kepala aja. Terus kak Ares bilang kayak gini "Lain kali saya datang ya, tapi datang dengan maksud lain" ucap kak Ares. Terus setelah itu kak Ares pergi karna udah sampai di rumah gue, padahal gue mau suruh dia masuk dulu eh malah duluan pergi kak Ares nya. Setelah kak Ares pergi gue masuk ke dalam kamar, gue renungi apa maksud dari perkataan terakhir kak Ares tadi" cerita Ilya.
"Emm, menurut gue kak Ares itu mau ngajak lu jalan mungkin" sahut Cia.
"Tapi menurut gue kak Ares bukan ngajak jalan tapi ngajak nikah" ucap Risha.
"Tapi kita kan belum tau apa maksud kak Ares itu, kalau dia mau ngajak lu nikah, lu mau Ily?" tanya Sandra.
"Ya pasti mau lah si Ily, apalagi kalau orang nya ganteng, udah pasti gak nolak" sahut Aura.
Bersambung.......
Jangan lupa like, komen, subscribe and vote ya guys. See you next chapter bye bye 👋 👋👋
__ADS_1