Maaf Pak, Izin Mencintai

Maaf Pak, Izin Mencintai
Bab 56


__ADS_3

Happy reading bestie......


"Eh, jangan tidur dulu, uncle tunangan Bunda kamu sewaktu kecil, dan sekarang uncle mau melamar bunda kamu. Apa boleh uncle lamar bunda kamu Anak manis?"


"Hmm, akan Briana pikirkan lagi. Besok Briana kasih jawabannya sekarang Briana mau tidur dulu, jangan ada yang menggangu and ribut, kalau ada yang ribut terus tidur Briana gak puas, siap-siap kalian bertemu Cia"


"Cia masih hidup kan Uncle Zam?"


"Ma-masih nona muda" jawab Zam gagap, siapa yang tidak takut mendengar nama Cia. Cia adalah Harimau putih yang Briana rawat sedari ia kecil. Jangan tanyakan lagi gimana buas nya hewan tersebut, Cia hanya jinak kepada Briana seorang yang lainnya tak bisa berdekatan dengan Cia. Zam adalah salah satu korban dari cakaran Cia karna telat memberi makan 1 menit dari jadwal makan Cia.


"Cia? siapa Cia itu?" tanya Verel karna melihat semua orang terdekat Alora bergidik ngeri ketika mendengar nama tersebut tak terkecuali Alora.


"Sayang, please kali ini jangan main-main sama Cia ya, kalau uncle Verel mati terus bunda nikah sama siapa sayang?" tanya Alora.


"Hmmm, nanti lah Ana mau tidur dulu bund ngantuk"


"Oh iya,tidur yang nyenyak ya sayang good night sayang"


"Sayang Cia itu siapa?" tanya Verel penasaran.


"Stuuitt, diam dulu biarin Aja tidur dulu, jangan ribut" jawab Alora sambil setengah berbisik.


"Hmm, iya aku diam"

__ADS_1


.


.


.


"Ay Cia itu siapa?"


"Cia itu harimau putih yang di rawat Bri dari kecil." sahut Alora santai.


"Wohoho, ternyata anak kamu enggak sepolos yang aku kira hahaha"


"Hmm, ya gitulah. Selain harimau BRI juga punya peliharaan yang lain, aku aja takut liat peliharaan nya"


"Bri ada ular gak tau aku apa namanya, terus serigala, singa, and buaya"


"Hah?! yang benar aja lah, anak umur segitu pelihara hewan buas? kenapa gak disuruh pelihara kelinci, kucing atau apa gitu"


"Ya mau gimana lagi, kucing takut sama dia, ya udah Bri milih harimau, singa sama yang lain katanya imut"


"Enggak salah ya, emak sama anak nya memang sedikit berbeda dari yang lain, huh" Verel hanya bisa menghela nafas karena jalan pikir setiap orang berbeda-beda.


"So, masih mau kenalan sama Cia?"

__ADS_1


"Kalau mau kenal dekat sama Bri kamu harus bisa berteman sama Cia, kalau Cia gak mau Bri juga gak mau"


'Anji* ini apalagi sih?! minta restu sama si bocil kok malah kayak gini ceritanya sih! kenapa pula gue harus kenalan and harus minta izin sama si bocil, huh. Tapi gak papa, demi cinta bisa berlabuh akan ku buktikan dengan semua persyaratan yang ada' gumam Verel dalam hati.


"Ehkm, akan aku coba untuk bermain bersama peliharaan Briana agar Bri mau restui hubungan kita"


"Baguslah, aku doakan"


"Eh btw kalian udah hubungi bang Esa belum kalau gue gak pulang selama seminggu?" tanya Alora.


"Astaga gue lupa Ra" sahut Sandra sambil menepuk jidat.


"Pantesan gue rasa ada yang mengganjal rupanya itu"


"Tenang aja udah aku bilang kok sama Esa, lagian Esa tadi sore udah berangkat karna urusannya gak bisa di tinggal lebih lama lagi" sahut Verel.


"Oh bagus lah, jadi gue bebas rencananya gue setelah Bri keluar dari rumah sakit, gue sendiri yang jaga Bri. Gue bawa ke rumah and perkenalkan Bri ke keluarga gue" jelas Alora


Bersambung....


Maaf ya gue Riza baru bisa up karna lagi sibuk ujian, sekali lagi maaf ya🙏.


Btw jangan lupa like, komen, subscribe, and vote ya guys see you next chapter bye bye 👋👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2