Maaf Pak, Izin Mencintai

Maaf Pak, Izin Mencintai
Bab 53


__ADS_3

Happy reading bestie.......


"Ayo kita kesana sekarang gue gak mau Ora sendirian disana tanpa ada yang menguatkan dia di saat seperti ini" ucap Verel sambil menarik tangan Sandra menuju mobil.


"Woi lo bisa santai gak mau mati lo hah?" teriak Sandra.


"Gue gak peduli yang gue tau sekarang Alora dan anak nya cepat. Pending aja dulu acara bunuh gue keadaan sedang darurat"


"Au izinkan gue memenggal kepala Abang laknat lo ini setelah sampai di rumah sakit" izin Sandra.


"Gue izinin kalau bisa mutilasi sekalian tapi kalau lo di mutilasi sama Lora gue gak tanggung gak jawab"


"Ok, kalau masalah itu bisa gue atasi"


"Woi kalian mau kemana jam pelajaran akan segera di mulai dan lo pak sebagai guru malah ngajarin murid nya bolos.


"Gue izinin kalian bolos untuk hari ini" ucap Verel sambil menekan kata akhir nya.


"Hadeh punya guru gini banget" gerutu Ily.


"Udah yuk cabut ikut mereka" Aura.


...🐇🐇🐇...


"Zam apa yang terjadi?" tanya Alora ketika sampai di rumah sakit.


"Ana Miss. Ana"


"Ana kenapa? jawab bangsa*" maki Alora karna udah kalut mendengar kabar tentang sang anak.


"Ana tadi kejang-kejang Miss dan sekarang dokter belum keluar" jelas Zam.

__ADS_1


"Tak lama dari itu dokter pun keluar dari ruangan Briana.


"Kak gimana keadaan Bri?" tanya Alora ketika Kalandra keluar dari ruangan Briana.


"Sabar dek, Bri anak yang kuat, Bri bisa melewati masa kritis nya" jelas Kalandra.


"Terus gimana keadaan Bri sekarang kak?"


"Keadaan Bri udah membaik dek, kemudian untuk sadar 90% dek" jelas Kalandra.


"Benarkah kak?"


"Benar dek, semoga Ana cepat sadar dan berkumpul bersama kita lagi ya dek"


"Semoga saja kak" jawab Alora tenang dan senang mendengar kabar bahagia tentang Briana.


"Dokter, dokter" teriak perawat yang berjaga di ruangan Briana. Kalandra yang mendengar suara teriakan tersebut langsung berlari kembali masuk kedalam kamar inap Briana di ikuti oleh Alora.


"Ada apa?"


"Hmmm" Kalandra langsung memeriksa keadaan Briana saat sedang di periksa mata Briana terbuka, membuat senyum Kalandra terbit.


"Bunda" kata yang pertama Briana yang ucapkan setelah koma beberapa tahun belakangan.


"Iya sayang, apa yang sakit bilang sama bunda nak?" jawab Alora sambil mengulas senyum.


"Haus"


"Haus ya, bentar ya bunda ambil air dulu"


"Ada yang sakit sayang? bilang sama bunda"

__ADS_1


"Kepala Ana pusing bund"


"Bagian mana sayang biar uncle periksa" jawab Kalandra.


"Ini uncle" tunjuk Ana bagian kepala belakang nya.


"Nanti Uncle kasih obat di minum ya sayang, biar cepat sembuh"


"Iya Uncle, emmm Ana kapan pulang bund? Ana gak betah disini"


"Sabar ya sayang, kalau Ana udah sehat dan mendingan baru boleh pulang. Untuk sekarang disini dulu ya sayang"


"Huh, padahal pengen nya pulang sekarang, tapi ya udah lah kalau gak boleh pulang juga gak papa" ucap Ana dengan wajah sedih.


"Sabar ya sayang" jawab Alora sambil menguap kepala Briana.


"Iya bund. Bunda Ana lapar" ucap Ana dengan wajah polos.


"Hah? lapar? Ana mau makan apa sayang?"


"Bubur ayam aja bunda" jawab Briana semangat


"Sabar ya, bunda pesan dulu"


"Bang Zam tolong beliin bubur ayam ya sekalian untuk makan siang kalian belum makan siang kan ?"


"Belum Miss, btw bubur nya berapa?"


"2"


"Ok..."

__ADS_1


Bersambung........


Jangan lupa like, komen, subscribe, and vote ya guys see you next chapter bye bye 👋👋👋👋


__ADS_2