Maaf Pak, Izin Mencintai

Maaf Pak, Izin Mencintai
Bab 16


__ADS_3

*Happy reading bestie.........


"Emm, maaf jadi ini gimana ya sekarang? apa nona muda pulang sekarang atau tidak, tuan? Jika tidak saya akan melanjutkan pekerjaan yang tertunda" sela Heru yang sedari tadi hanya menyimak dan mendengar perdebatan sang tuan, nona, beserta teman sang nona muda. Tanpa menyahut sedikitpun pembicaraan yang ia dengar.


"Oh kamu masih disini dari tadi Heru. Ya sudah sana kembali berkerja jangan malas. Jangan lupa tutup pintunya" jawab Xavier santai tanpa beban.


"Ya elah, tau gitu gue dari tadi pergi. Tapi sumpah gue baru tau jati diri nona muda yang sebenarnya, sungguh diluar dugaan gue. Wajah polos, kecil molek, imut, menggemesin tapi seorang psikopat. Mulai dari sekarang gue harus hati-hati, salah sedikit nyawa melayang" gumam Heru sambil keluar dari ruangan tersebut dengan bergidik ngeri dengan mendengar kenyataan yang ada.


"Emm, misi saya mau tanya. Apa benar ini ruangan adek saya?" tanya seseorang sambil berdiri di depan pintu kamar inap Verel, setelah Heru pergi keluar.


"Gak tau, saya gak tau siapa adek anda" ketus Alora.


"Eh, dasar adek durhaka. Nyesel gue balik ke Indonesia, tau gini gak bakal balik gue walaupun mommy nangis-nangis suruh gue pulang" sahut orang yang bertanya tadi.


"Eh sayang kamu udah sampai, ayo masuk sayang gak usah dengerin apa yang di bilang sama adek kamu sayang" ucap Mora sambil mengandeng anak nya untuk masuk keruangan tersebut.


"Hmm, iya mom. Eh tapi ini lagi ada acara apa mom kok rame banget?" tanya kakak nya Alora.


"Ini temanya adek kamu datang untuk jenggukin adek kamu sama verel" jelas Xavier.

__ADS_1


"Verel? siapa dad?"


"Itu si Arka sahabat kecil adek kamu itu loh"


"Oo, Esa tau. Hai bro udah lama gak ketemu ya, gimana keadaan lo" Tanya Mahesa sambil berjalan menuju tempat Verel lalu berjabat tangan.


"Hai juga bro, iya nih udah lama kita gak ketemu. Ya gini lah keadaan gue sekarang, untung Ora nolongin gue kemarin, coba aja Ora gak datang mungkin gue udah pindah alam. Btw kabar lo gimana bro? sukses?" tanya Verel.


"Hahaha, kabar gue sehat. Kalau masalah sukses nya, gue masih merintis bro, untung sih bocil datang nyelamatin lu, kalau enggak mungkin gue datang cuma liat makam lo aja bro" canda Esa.


"Bohong pak, bang Esa udah sukses dia sekarang, perusahaan nya aja udah gedek, terus usaha yang lain juga berjalan lancar" sahut Alora sambil menahan rasa sakit di kepalanya.


"Gue sekarang di Amsterdam. Ini pun gue pulang karna mommy suruh gue pulang. Bocil sakit, tapi gue lihat si bocil baek-baek aja tuh. Eh cil elu kenapa pegangin kepala. Kepala lu kenapa cil?" tanya Mahesa pada Alora ketika melihat Alora memang kepalanya.


"Sa cepat panggil dokter Heru suruh kesini langsung" ucap Xavier ketika melihat sang anak yang menahan rasa sakit di kepala nya.


"Gak usah di panggil ke sana dad, cukup tekan tombol itu aja pasti datang tuh dokter" sahut Mahesa santai lalu menekan tombol yang ada di dekat tempat tidur Verel.


"Kamu ini di bilangin malah menjawab, gak kasihan apa kamu sama adek kamu..."

__ADS_1


"Aaaaaaa"


"Sayang, sabar sayang, sebentar lagi dokter Heru datang, sabar ya sayang"


"Lora elu kenapa?"


"Ora"


"Nak lora" seru semua orang yang ada di ruangan tersebut bersamaan.


clek.


"Ada apa tuan? kenapa saya di panggil kesini lagi?" tanya Heru dengan nafas memburu karna berlari menuju ruangan tempat Verel dan Alora berada.


"Udah kamu jangan banyak tanya sekarang, cepat periksa Lora. Tiba-tiba kepala Alora sakit lagi." sahut Xavier dengan cemas akan keadaan sang anak.


"Baik tuan"


Bersambung........

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, subscribe, and vote ya guys. See you next chapter bye bye 👋👋👋


__ADS_2