
Happy reading bestie......
"Emm, menurut gue kak Ares itu mau ngajak lu jalan mungkin" sahut Cia.
"Tapi menurut gue kak Ares bukan ngajak jalan tapi ngajak nikah" ucap Risha.
"Tapi kita kan belum tau apa maksud kak Ares itu, kalau dia mau ngajak lu nikah, lu mau Ily?" tanya Sandra.
"Ya pasti mau lah si Ily, apalagi kalau orang nya ganteng, udah pasti gak nolak" sahut Aura.
"Iya sih, gue pasti setuju kalau di ajak nikah sama kak Ares, apa lagi kak Ares ganteng kayak gini" ucap Ilya.
"Kan apa kata gue" sahut Aura.
"So, Alora sama pak Verel, Ily sama kak Ares, Cia sama pak Murija, Risha sama pak Wahyu, terus lu sama siapa Au?" tanya Sandra.
"Gue belum tau San, kalau lo sendiri sama siapa San?"
"Gue juga kagak tau, Si Exsel minta balikan sama gue, tapi gue gak mau. Gue gak mau dia selingkuh lagi" jawab Sandra dengan wajah sendu. Ya Sandra pernah punya pacar namanya Exsel Anandito William, anak dari pengusaha James William. Sandra sama Exsel pacaran lebih dari satu tahun, tapi beberapa bulan belakangan ini Exsel berubah, setelah Sandra cari tau rupanya Exsel punya pacar baru. Karna Sandra merasa di hianati Sandra memutuskan hubungan tersebut. Tapi seminggu terakhir ini Exsel kembali datang dan meminta balikan sama Sandra.
"Terus Lo mau balikan sama tuh bangsat?" tanya Cia
"Enggak, gue masih sakit hati sama dia."
"Bagus, kalau bisa jangan pernah punya hubungan lagi sama tuh orang, cowok di dunia ini banyak bukan cuma dia. Masih banyak yang lebih baik dari pada dia, masih banyak yang ganteng, kayak dari dia. Lah dia cuma kekayaan bonyok nya aja bangga." sahut Risha.
"Eh pak Murija udah mau pergi tuh, ikutin gak?" tanya Ilya saat melihat Murija akan pergi meninggalkan kafe yang mereka singgahi.
"Iya tuh, ikutin aja gue kepo sama tuh tante-tante" ucap Aura.
"Yaudah kalian duluan aja gue sama Risha nyusul, gue mau bayar dulu" ucap Sandra.
"Ok, cepat nyusul nya" sahut Cia.
...🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
"Pak, oh pak"
"Pak, oh pak " panggil Alora.
"Apa?"
"Pak!"
"Hmm"
"Ihh, pak jawab lah"
"Apa"
"Sayang" panggil Alora karna Verel tak melihat nya.
"Kamu bilang apa?" tanya Verel lalu menutup laptop yang ada di pangkuannya.
"Apa ?"
"Yang mana?"
"Yang tadi"
"Oh Sayang"
"Iya sayang ada apa?"
"Gak, pak Verel ngeselin dari dari di panggil cuma jawab Hmm, apa, tapi gak liat ke arah orang yang manggil" ucap Alora sambil melipat tangan ke dada.
"Oh jadi ceritanya lagi merajuk gitu?" tanya Verel lalu bangkit dari tempat duduk nya menuju tempat Alora berada.
"Yadi sayang nya Verel mau apa?" tanya Verel.
"Gak jadi, kak Verel ngeselin" jawab Alora sambil memayunkan bibir nya.
__ADS_1
"Cup cup cup, udah jangan marah lagi, maaf ya sayang" ucap Verel sambil memeluk Alora.
"Ihh, jangan peluk-peluk. Kak Verel lepasin. Kita bukan mahram"
"Oh jadi kamu mau kita jadi mahram gitu?" tanya Verel.
"Ok, setelah kamu keluar dari rumah sakit kita akan melangsungkan pertunangan. Habis itu kita nikah" ucap Verel.
"Siapa bilang? gak bisa gitu juga kak. Lora gak mau, kalau kita nikah terus gimana sekolah Lora? pokoknya Lora masih aku sekolah titik no debat!" sahut Alora.
"Tenang aja sayang, semaunya bisa di atur" sahut Verel
"Kak"
"Emm"
"Aish kak jawab lah, terus liat Lora"
"Apalagi sayang nya Verel?" tanya Verel setelah mereka diam beberapa saat.
"Lapar"
"Hah? lapar? mau makan apa?" tanya Verel lalu melihat jam di tangannya.
'Patutlah nih bocah bilang lapar rupanya memang udah malam, lagian pada kemana sih semua orang kok gak balik sih, tapi gak papa sih bisa bebas berdua sama lora' ucap Verel dalam hati.
"Lora mau kebab, burger, nasi goreng bakso, terus siomay" ucap Alora.
"Ada lagi?"
"Emm, enggak, burger sama kebab nya porsi jumbo ya kak udah itu aja" pesan Alora.
"Ok, sebentar lagi pesanan kamu sampai ya sayang" ucap Verel lalu kembali berbaring di sebelah Alora.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, subscribe, and vote ya guys, see you next chapter bye bye 👋👋👋