
Happy reading bestie.........
"MAHESA" teriak Mora.
"Iy-iya mom" jawab Mahesa ketakutan karna melihat sang mommy marah, selama ini ia tak pernah melihat sang mommy yang marah seperti ini.
"Tidak bisakah kamu menuruti keinginan adek kamu itu? sekali-kali kamu disini cuma nemani atau beliin adek kamu jajan aja gak bisa?" tanya Mora dingin.
"Takut bangkrut kamu kalau adek kamu minta uang untuk beli jajan yang gak seberapa itu?" kali ini Xavier yang bertanya pada sang anak.
"Eng-enggak dad"
"Terus kenapa kamu kayak gitu sama adek kamu sendiri? sedangkan sama jalan* itu kamu selalu royal. Sama adek kamu sendiri kamu pelit. Kamu kira Daddy gak tau keadaan kamu disana hah?" tanya Xavier setengah membentak sang anak.
"Adek kamu minta palingan seratus untuk kamu beliin Snack, tapi kayak gini jawaban kamu? sedangkan sama ondel-ondel kamu itu, minta berjuta-juta kamu kasih!" Tanya Xavier lagi dengan nada dingin dan datar pada Mahesa. Sedangkan Mahesa yang ditanya tidak bisa menjawab apa kata sang Daddy karna apa yang dikatakan sang Daddy benar adanya. Ya Mahesa mempunyai teman wanita disana yang rata-rata bekerja di gemerlap malam, tapi Mahesa tidak pernah melakukan sesuatu yang di larang oleh agama. Mahesa cuma berteman saja, kalau masalah uang ya teman Mahesa selalu minta ke Mahesa dengan nominal kadang gak masuk di akal.
"Kalau udah kayak gini gimana lagi? tidak bisakah kamu perhatian sama adek kamu selagi kamu disini hah?" bentak Mora.
"Mommy kecewa sama kamu Sa! Kami disini mati-matian buat Lora bahagia, agar penyakitnya gak kambuh. Tapi kamu apa? belum sehari kamu dekat dengan adek kamu, kamu udah kayak gini, hiks hiks" tangis Mora pun pecah mengingat penyakit yang di derita Alora setelah kecelakaan yang membuat separuh ingatannya hilang.
"Kamu tau kan, gimana sakitnya Alora setelah insiden itu?"
"Mommy gak mau kehilangan seperti adek kamu yang satu lagi Sa. Mommy gak sanggup. Cukup Misya aja yang pergi ninggalin kita semua Lora jangan, hiks hiks hiks" ujar Mora sambil menangis di pelukan sang suami.
"Daddy gak tau mau bilang apa lagi Sa. Kepergian Misya masih belum melekat sama kami Sa jangan di tambah lagi kesedihan kami Sa. Daddy sayang sama kamu, tapi kali ini Daddy kecewa sama kamu Sa." Ucap Xavier sambil memeluk sang istri.
"Maafin Esa Mom, Dad. Esa salah, maafin Esa" Jawab Mahesa sambil menangis.
"Maaf kamu apa bisa mengembalikan semuanya Sa? tidak! jadi jangan pernah kamu buat Alora bersedih. Jika kamu membuat Alora sedih berarti kamu sama saja membunuh adik mu sendiri"
"Maafin Esa Mom, Dad, maafin Esa"
"Bukan sama kami kamu minta maaf tapi sama Lora Sa. Dan ingat mommy gak pernah ngajarin kamu kayak gitu. Jadi Abang yang baik untuk adik kamu, karna cuma hanya Alora yang tinggal Sa, jadi Abang yang bertanggung jawab, penyayang, perhatian itu aja yang mommy minta dari kamu Sa"
"Iya mom, maafin Esa, esa janji jadi Abang yang baik untuk adek Esa kedepannya"
...🕊️ 🕊️ 🕊️...
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 20. 30 tapi Alora masih belum siuman dari tidur nyenyak nya. Hal itu yang membuat Xavier sekeluarga menjadi khawatir dan gelisah. Bahkan Hans sekeluarga pun ikut gelisah karna Alora belum bangun. Heru pun tak luput dari kegelisahan nya sebab Alora belum. Jika terjadi sesuatu pada Alora pasti karir nya juga akan di ambang kehancuran.
"Dad, gimana nih Lora belum bangun juga" ucap Mora sambil menangis.
"Sabar mom, mungkin bentar lagi Sonya siuman. Kita berdoa aja yang terbaik untuk Alora mom"
"Iya dad"
15 menit kemudian di saat semua orang masih gelisah akan keadaan Lora tiba-tiba Alora membuka matanya, bangun dari tidur nyenyak nya. Membuat semua orang sujud syukur dan berhenti untuk gelisah akan keadaan Lora.
__ADS_1
"Hoam, haus" ucap Alora dengan nada serak. Verel yang duduk di dekat Alora langsung saja menyambar gelas berisi air di atas nakas.
"Udah minum nya?" tanya Verel dan dibalas anggukan oleh Alora.
"Dad, mommy kenapa nangis?" tanya Alora.
"Mommy gak kenapa-napa sayang. Mommy hanya khawatir sama kamu saja sayang. Ada yang sakit? bilang sama Daddy!" jawab Xavier sambil mendekat ke arah Alora lalu mengusap sayang kepala Alora.
"Gak ada dad, cuma Lora lapar" jawab Alora dengan suara pelan.
"Anak Daddy lapar ya? mau makan apa sayang?"
"Emm, nasi Padang boleh dad?" tanya Alora dengan wajah penuh harap.
"Boleh kok, tunggu sebentar ya biar Daddy beliin" jawab Xavier.
"Tapi Bang Esa yang beliin boleh Dad, pakai uang daddy" pinta Alora dengan wajah polos.
"Aaaaa, sayang kenapa kamu mengemaskan sekali, pengen mommy makan kamu" ucap Mora sambil mencubit pipi Alora gemes.
"Ihh mommy sakit, pak Verel pipi Alora di cubit mommy, pipi Alora jadi jelek gak habis dicubit mommy" Kadu Alora ke Verel.
"Haha, kamu tetap cantik kok, malahan lebih mengemaskan. Udah jangan cemberut lagi mommy cuma gemes sama kamu aja kok" jawab Verel sambil mengelus pipi Alora yang dicubit Mora.
"Eh eh, sekarang udah pande ngadu sama Verel ya? cie cie anak mommy udah gede" ledek Mora.
"Haha, iya jeng. Kalau bisa sekarang terus"
"Dad, gak lama lagi kita punya menantu ganteng nih, jadi kapan kita nikahkan anak kita?" tanya Mora pada sang suami.
"Gimana kalau sekarang kayak yang dibilang Daniah. semangkin cepat lebih baik, lebih cepat kita dapat cucu iya gak Hans" jawab Xavier melayani guyonan sang istri.
"Betul tuh Vier. Udah gak sabar menimang cucu" -Hans-
"Ihhh, Daddy apaan sih. Bang Esa belin Lora nasi Padang ya Lora lapar gak dikasih mommy Daddy makan dari kemarin" ucap Alora pada Mahesa yang baru datang karna tadi pulang ganti baju. Sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Alora yang lucu.
"Benar dek? kamu gak dikasih mommy sama Daddy makan dari kemarin?" tanya Mahesa.
"Iya, dari kemarin Daddy sama mommy gak sulangin Lora, mommy suruh Lora makan sendiri" adu Alora pada sang kakak.
"Ya ampun dek, Abang kira beneran tadi, rupanya gak disulangi mommy toh.Tapi kenapa gak minta sulang sama Verel?"
"Pak Verel gak mau nyulangin karna Lora gak mau"
"Oo, yaudah Abang beli nasi untuk kamu dulu yah"
"Hmm, jangan lupa nasi Padang pakai sambal rendang, gulai cincang, daun ubi nya yang banyak, kuahnya yang banyak" pesan Alora.
__ADS_1
"Ok, ada yang lain mbak?" tanya Esa cosplay jadi pelayan kafe.
"Tidak itu saja mas, minum nya saya mau milk shake rasa stroberi, salad buah jangan lupa ya mas!"
"Ada lagi mbak?".
"Emmm, saja rasa cukup, tapi coba tanya sama yang lain mas, saya gak tau mungkin mereka mau pesan"
"Ada yang mau pesan lagi tuan-nyonya?"
"Saya pesan nasi Padang pakai sambal ijo, terus Ayam bakar, jangan pakai kuah, kalau minum nya alpukat susu putih, udah itu saja" -Mora-
"Saya spaghetti carbonara satu, susu putih satu" -Verel-
"Saya sushi salmon, sama lemon tea" -Daniah-
"Kalau tuan apa?"
"Saya spaghetti bolognese, kimbap minum nya milk coffe" -Xavier-
"Saya Ramen, Stroberi Matcha Latte, Dalgona Milk Tea, itu saja" -Hans-
"Apa ada tambahan lagi?"
"Stroberi Latte tambah satu ya mas, udah itu saja. Udah pergi terus ntar keburu tutup kedai nya" jawab Alora.
"Baiklah tunggu sebentar saya belikan, tuan-nyonya" ucap Mahesa sambil berlalu pergi membeli pesanan yang ia catat.
"Mom, dad, kenapa tangan Lora di infus?" tanya Alora yang baru sadar bahwasannya dia di infus.
"Oh itu tadi sayang, kamu pingsan di dalam kamar terus tubuh kamu lemah, jadi Heru menyarankan agar kamu diinfus saja" jelas Xavier.
"Ya ampun dad, harus nya kita panggil Heru dulu untuk cek keadaan Lora, kok mommy bisa lupa ya" ucap Mora sambil menepuk jidatnya.
"Baik Verel saja yang panggil dokter Heru nya Tan." tawar Verel
"Boleh nak, tolong ya, Tante lupa tadi" jawab Mora.
Tak lama setelah itu Heru datang bersama Verel tak lupa perawat yang selalu stay di belakang Verel.
"Hai nona cantik gimana kabarnya? apa ada yang sakit?" tanya Heru setelah masuk ke ruangan Alora.
"Hai juga kak Heru, udah gak ada sih cuma masih lemas aja" sahut Alora.
"Ya udah saya periksa dulu ya" dan dibalas anggukan oleh Alora.
Bersambung...........
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, subscribe ya guys. Btw gimana nih puasanya tadi lancar gak? Ya udah pasti lancar lah ya kan. Semoga tetap lancar sampai akhir ya guys semangat puasa. See you next chapter bye bye 👋👋👋