
Happy reading ……………
"Ihhhh, pak verel ngeselin banget jadi orang." Ucap Alora sambil memukul lengan verel tak lupa wajah yang merah karna di goda oleh Verel.
"Aduh, saya serius kok. Udah mandi sana. Baju kamu udah di sediain tuh sama tante." ucap Verel.
"Iya bawel banget jadi orang. Udah sana Lora mau turun" ucap alora menyuruh Verel untuk awas agar bisa dia turun dari tempat tidur.
"Ya Allah disana bisa lewat kenapa harus lewat dekat saya? oh saya tau, sebenarnya kamu itu mau dekat-dekat sama saya kan?" Goda Verel.
"Ihh, pak verel ngeselin. Mah, tante coba liat pak Verel gangguin Alora." ucap Alora mengadu pada sang mama dan mamah nya Verel.
"Verel jangan gangguin anak tante, liat ruh wajah Alora udah merah" ucap Amora pada Verel.
"Arka jangan usil jadi anak. Gak liat tuh Alora nya udah malu, gara - gara kamu" Ucap Daniah sambil menjewer telinga Verel.
"Aduh sakit mah, ampun janji gak gangguin Lora lagi" jawab Verel sambil mohon untuk dilepaskan telinganya yang terasa panas karna di jewer Daniah.
"Minta maaf sama Lora jangan iseng jadi orang!" sahut Daniah yang masih belum melepaskan telinga Verel.
"Iya iya, tapi mamah lepasin dulu telinga Verel."
"Gak, sebelum kamu minta maaf. Mamah gak bakal lepasin"
__ADS_1
"Huh, Alora saya minta maaf. Gak janji kalau gak gangguin kamu lagi" ucap Verel dengan suara kecil di akhir kalimat.
"Hmm" dehem Alora yang tidak mendengar apa yang di perdebatkan oleh ibu dan anak tersebut. Yang saat ini iya pikir kan siapa Arka. kenapa nama itu gak terlalu asing bagi diri nya. Semangkin Alora memaksa dirinya untuk mengingat siapa Arka itu, semangkin sakit kepala nya.
"Ahhhkkk" teriak Alora yang tidak sanggup menahan rasa sakit yang ada di kepala nya, sambil memegang kepala nya.
"Sayang kamu kenapa? Apa kepala kamu sakit lagi?" tanya Mora dengan khawatir.
"Alora kamu kenapa?" tanya Verel yang terkejut karna teriakan Alora.
"Nak lora kamu kenapa nak?" tanya Daniah yang tak kalah panik dengan Amora.
"Mamah panggil dokter Heru aja ya sayang. sabar yaa sayang" ucap Mora sambil mengelus kepala Alora agar Alora tidak menjambak rambut nya.
"Saya periksa dulu nona muda ya nyonya" ucap Heru meminta izin para Amora.
"Hmm, iya"
Lima menit kemudian Heru selesai memeriksa ke adaan Alora.
"Heru apa yang terjadi pada Alora" tanya Amora ketika heru sudah selesai memeriksa Lora.
" Nona Alora tidak kenapa-napa nyonya hanya saja, nona Alora memaksakan diri untuk mengingat ingatan nya yang terhapus karna insiden 2 tahun yang lalu nyonya" ucap heru
__ADS_1
"Kalau boleh tau, apa ada yang memicu nona muda untuk mengingat insiden 2 tahun yang lalu nyonya?" tanya Heru setelah memberi Alora obat penenang.
"Saya gak tau, tapi tadi dia hanya mendengar Jeng Daniah sama Nak Verel berdebat karna nak Verel godain Lora" Jelas Amora.
"Apa tadi ada kata atau kalimat yang bikin Non Lora berfikir?" tanya Heru lagi.
"Emmm, Arka" Teriak Amora dan Daniah bersamaan.
"Iya kenapa mah, tan?" tanya Verel.
"Ya Arka lah yang membuat Alora mengingat ingatan nya yang terhapus" ucap Mora.
"Kok Verel sih Tante, Verel gak tau apa-apa" ucap Verel
"Bukan kamu nya, tapi nama kamu yang membuat Alora mencoba mengingat ingatan nya yang hilang" jelas Mora.
"Iya, dulu kan sebelum Alora insiden Alora memanggil kamu dengan panggilan Arka bukan Verel." jelas Daniah pada Verel.
"Oh, jadi pasti karna itu yang dan memicu nona muda untuk mengingat ingatan kembali." jelas Heru.
"Tapi tenang aja nyonya jika nona muda memaksa untuk mengingat ingatan nya hilang itu semangkin bagus, cuma efek nya ya itu tadi kepalanya akan terasa sakit" jelas Heru.
Bersambung..........
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, favorit ya guys. See you next chapter, bye bye 👋👋👋.