
Happy reading bestie.........
"Ya ampun dad, harus nya kita panggil Heru dulu untuk cek keadaan Lora, kok mommy bisa lupa ya" ucap Mora sambil menepuk jidatnya.
"Baik Verel saja yang panggil dokter Heru nya Tan." tawar Verel
"Boleh nak, tolong ya, Tante lupa tadi" jawab Mora.
Tak lama setelah itu Heru datang bersama Verel tak lupa perawat yang selalu stay di belakang Verel.
"Hai nona cantik gimana kabarnya? apa ada yang sakit?" tanya Heru setelah masuk ke ruangan Alora.
"Hai juga kak Heru, udah gak ada sih cuma masih lemas aja" sahut Alora.
"Ya udah saya periksa dulu ya" dan dibalas anggukan oleh Alora.
"Alhamdulillah, keadaan nona muda udah membaik. Tapi jangan kecapeaan. Nona muda jangan makan pedas lagi ya, kopi jangan di minum, yang pakai micin jangan di makan, ntar sakit lagi"
"Emmm, oke. Tapi kapan Lora bisa pulang kak?"
"Kalau masalah pulang ntar dulu aja, sekarang di sini aja dulu biar bisa kak Heru pantau kesehatan non Lora. Mungkin dua hari lagi non disini di rawat" jawab Heru karna dirinya tau gimana benci nya Alora sama yang nama nya bau obat di rumah sakit. Apalagi Lora takut dengan namanya suntik.
__ADS_1
"Yah masih lama ya kak, gak bisa hari ini pulang nya?" tanya Lora.
"Belum bisa non, den Verel juga lusa pulang nya" bisik Heru
"Beneran kak? Kakak gak bohong kan?" tanya Lora semangat karna orang yang ia sukai akan pulang dia hari lagi seperti dirinya.
"Iya, kalau non Lora minta pulang, terus siapa yang temani den Verel disini? non Lora mau cewek lain yang jaga den Verel?" kompor Heru sambil berbisik.
"Gak, gak boleh itu terjadi, pokoknya gak boleh" jawab Sonya termakan omongan Heru.
"Jadi non Lora disini aja dulu sampai dua hari ke depan. Setuju gak?" tanya Heru.
"Boleh, nanti ada perawat yang akan membuka infus kamu"
"Kenapa gak sekarang sih kak? sakit tau"
"Ya udah sini kakak buka infus nya" ucap Heru pasrah dari pada berdebat lagi. Yang ujung-ujungnya pasti dia kalah dan infus nya di buka juga.Lagian kondisi Lora juga udah mulai stabil jadi tidak perlu kalau pakai infus lagi.
"Esa datang bawa pesanan" teriak Mahesa ketika sampai di ruang inap sang adek.
"Esa, gak sopan kayak gitu. Jangan teriak-teriak ini rumah sakit bukan hutan" ucap Mora kesel karna Mahesa membuat dirinya terkejut. Padahal sedang mengistirahatkan tubuh sebentar, karna tidak bisa tidur dari semalam karna kondisi sang putri.
__ADS_1
"Heheh, maafin Esa ma, btw Esa udah bawain pesanan kalian semua loh, gak ada satupun yang terlewat kan" jawab Mahesa sambil mengangkat kedua tangan nya memperlihatkan kantong isi makanan yang ia beli.
"Eh ada kak Heru. Ikut makan gak kak?" tawar Esa.
"Enggak usah Sa, kakak baru siap makan" tolak Heru.
"Oo ya udah lah kalau kak Heru gak mau. Dek ini nasi Padang nya taruh dimana?: tanya Mahesa
"Taruh di piring lah kak, Ian gak mungkin taruh di cangkir" jawab Alora kesal akan pertanyaan sang kakak.
"Iya itu tau kakak, maksudnya kamu makan dimana di tempat tidur kah, di bawah kah, di sofa kah" ucap Esa
"Disini aja kak, Ora malas bangun dari sini"
"Ya udah ini makan yang banyak biar gendut" ucap Esa sambil mengelus kepala Alora.
"Iya lah tuh"
Bersambung...........
Jangan lupa like, komen, subscribe, and vote ya guys. Btw nih gimana puasanya tadi lancar gak? semoga aja lancar ya guys sampai akhir. See you next chapter bye bye 👋👋👋👋
__ADS_1