Maaf Pak, Izin Mencintai

Maaf Pak, Izin Mencintai
Bab 55


__ADS_3

Happy reading bestie.........


Abaikan typo yang bertebaran.


"Bunda Ana ultah yang ke berapa ya?" tanya Briana


"Yang ke 6 saya"


"Hah? yang ke 6 bunda?" teriak Briana.


"Iya sayang memang kenapa sayang?" tanya Alora panik.


" Berapa lama Ana tidur bund?" tanya Ana sambil nangis.


"Gak lama sayang cuma dua tahun, stuiit udah jangan nangis lagi."


"Kenapa bunda gak bangunin Ana? pasti bunda kesepian gak ada Ana, padahal Ana cuma nutup mata sebentar eh gak tau nya malah dua tahun, hiks hiks hiks"


"Cup, cup, udah jangan nangis lagi ya sayang, anak bunda itu hebat. Kita makan yuk uncle Zam udah datang tuh bawain bubur ayam punya Ana" ucap Alora menenangkan sang anak.


"Hmm, iya bund. Ana janji gak bakal ninggalin bunda lagi. Bunda gak boleh jauh-jauh dari Ana, Ana gak mau pergi dari bunda lagi"


"Iya sayang, ayo kita makan dulu"


"Tapi bunda juga ikut makan ya"


"Iya sayang, bunda juga makan kok, kamu makan nya harus banyak ya"


"Iya Bunda"

__ADS_1


...🐇🐇🐇...


"Bunda Ana boleh nanya?"


"Boleh sayang, Ana mau nanya apa sayang?"


"Emm, aunty sama uncle itu siapa ya bund? kenapa uncle tadi kayak cemas sama bunda?" tanya Ana dengan polosnya.


"Emm-"


"Hai, kenalin nama uncle, Uncle Verel. Panggil uncle El aja, nama kamu siapa anak manis?" Briana tak langsung menjawab pertanyaan Verel tapi malah melihat Alora meminta pendapat apalagi ia tak mengenal Verel. Ia tak mengenal Verel dan sedikit takut karna wajah Verel yang menyeramkan bagi nya.


"Di jawab sayang, gak usah takut ada bunda kok disini" ucap Alora seolah paham arti tatapan dari sang anak.


"Juga, Briana. Siapa bunda?" jawab Briana datar.


"Benarkah bunda, dia gak ada niat jahat ian bund? Ana gak mau bunda diambil sama dia."


"Enggak kok sayang, Ana tetap jadi anak bunda selamanya dan gak akan pernah berubah"


'Huh, gak emak nya enggak anaknya sama-sama datar kalau jumpa sama orang baru' batin Verel.


'Aku harus semangat untuk dapatin restu dari Briana'


"Hmm, pertanyaan Briana belum di jawab"


"Hah? pertanyaan yang mana sayang?"


"Ihh, bukan sama bunda tapi sama Uncle itu, siapa nama nya tadi Emmm hah uncle El" jawab Briana sambil berfikir.

__ADS_1


"Oh, bunda kira sama bunda Ana bicara"


"Bukan bunda. Ya udah Uncle gak mau jawab? kalau gak mau ya udah Briana mau tidur dulu ngantuk. Gak ada waktu untuk melayani orang yang gengsian, keras kepala, suka membatin, susah di ajak ngobrol" ujar Briana sambil bersiap-siap untuk tidur setelah minum obat.


"Eh, jangan tidur dulu, uncle tunangan Bunda kamu sewaktu kecil, dan sekarang uncle mau melamar bunda kamu. Apa boleh uncle lamar bunda kamu Anak manis?"


"Hmm, akan Briana pikirkan lagi. Besok Briana kasih jawabannya sekarang Briana mau tidur dulu, jangan ada yang menggangu and ribut, kalau ada yang ribut terus tidur Briana gak puas, siap-siap kalian bertemu Cia"


"Cia masih hidup kan Uncle Zam?"


"Ma-masih nona muda" jawab Zam gagap, siapa yang tidak takut mendengar nama Cia. Cia adalah Harimau putih yang Briana rawat sedari ia kecil. Jangan tanyakan lagi gimana buas nya hewan tersebut, Cia hanya jinak kepada Briana seorang yang lainnya tak bisa berdekatan dengan Cia. Zam adalah salah satu korban dari cakaran Cia karna telat memberi makan 1 menit dari jadwal makan Cia.


"Cia? siapa Cia itu?" tanya Verel karna melihat semua orang terdekat Alora bergidik ngeri ketika mendengar nama tersebut tak terkecuali Alora.


"Sayang, please kali ini jangan main-main sama Cia ya, kalau uncle Verel mati terus bunda nikah sama siapa sayang?" tanya Alora.


"Hmmm, nanti lah Ana mau tidur dulu bund ngantuk"


"Oh iya,tidur yang nyenyak ya sayang good night sayang"


"Sayang Cia itu siapa?" tanya Verel penasaran.


"Stuuitt, diam dulu biarin Aja tidur dulu, jangan ribut" jawab Alora sambil setengah berbisik.


"Hmm-"


Bersambung......


Jangan lupa like, komen, subscribe, and vote ya guys see you next chapter bye bye 👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2