Maaf Pak, Izin Mencintai

Maaf Pak, Izin Mencintai
Bab 47


__ADS_3

Maaf ya guys Riza baru up lagi, masih SMA seperti kemarin rumah Riza masih persiapan ujian kenaikan kelas, persiapan PKL and persiapan UKK jadi sangat-sangat sibuk untuk beberapa bulan kedepan. Nih Riza kasih part panjang untuk kalian yang udah nungguin kelanjutan cerita nya riza. Langsung aja kita ke cerita nya...


Happy reading bestie.....


"Hmm, Lora balik ke kelas dulu ya kak, sebentar lagi bel masuk bunyi" ucap Alora sambil bangun dari duduk nya.


"Bentar lagi aja yang, lagian kan kakak yang masuk ke kelas kamu nanti" ucap Verel menahan Sonya untuk tetap di ruangan milik nya.


"Huh, iya deh tapi 3 menit aja" jawab Alora.


"Iya-iya"


...🕊️🕊️🕊️...


Saat ini Alora dkk sedang berada di kantin untuk mengisi perut demi sang cacing diam.


"Ra lu mau pesan apa?" tanya Aura.


"Gue bakso kosong, nasi goreng cumi, risol, siomay, pempek jus mangga sama air putih" sahut Alora.


"Kalau kalian apa?"


"Gue Mie bakso sama jus alpukat" -Aurel-


"Nasgor bakso, cimol, gorengan, sama jus alpukat" -Ily-


"Gue sama kayak Lora cuma nasgornya komplit trus jus jeruk sama air putih" Risha


"Gue Mie goreng bakso + ayam, minum nya wortel susu" Cia


"Kalau lu Sand?"


"Gue? apa ya? samyang, tapoki, emm, apa lagi ya? risol, siomay sama jus strawberry jangan lupa air putih" ucap Sandra.


"Ok, ada tambahan lagi gak?" tanya Aura.


"Enggak, itu aja" Cia


"Hmm"


...🍁🍁🍁...


"Nih pesanan kalian udah sampai"


"Makasih ya bik udah mau bantuin"


"Iya sama-sama non"


"Lora gue mau siomay punya lu" ucap Risha


"Gak, pesan aja sana gue lapar sebulan gak di kasih makan sama ayang"


"Ihh, pelit banget lu, emangnya habis kalau lu makan semuanya?"


"Lo tanya gue?"


"Lu kayak gak tau Lora aja Risha, Si Lora itu perut nya perut karet banyak makan pun masih muat, tapi badannya gak gemuk-gemuk Herman gue"


"Wor ngapain lu sebut-sebut nama calon mertua gue?" tanya Aurel.

__ADS_1


"Hah? eh, siapa calon mertua lu Rel? bukannya lo jomblo abadi" ejek Sandra.


"Kampret, bang sat lu, gue normal ya, lagian siapa bilang gue jomblo hah?"


"Ya gue lah, bukannya dari dulu cowok takut sama lu, karna lu bringas"


"Eh sekate-kate lu ya, elu juga jomblos sok pula bilangi gue ngaca mbak cowok yang takut sama lu bukan sama gue"


"Enak aja lu bilang gue jomblo gue punya calon suami ya! gue gak mau pacaran karna gue gak mau calon suami gue gak datang-datang. And nama dia udah tertulis di laubul ma'fus dan udah pasti dari pada pacaran sekian tahun terus di selingkuhin di tinggal nikah" ucap Sandra.


"Eh elu ya ngaja-"


"Stop-stop gue lagi makan jangan buat nafsu makan gue jadi hilang" teriak Lora ketika melihat sang sahabat ribut karna masalah biasa.


"Dia Lora yang mulai duluan" adu Aurel


"Eh ngapain lu nyalahin gue?" jawab Sandra tak mau di salahkan.


"Kan emang lo yang pertama mulai"


"Lo yang pertama mulai bulan gue"


"Lo"


"Lo"


"Lo"


"Lo"


"Lo"


"Apa?" tanya Alora sambil mengangkat panggilan di ponsel nya.


"Halo Miss, nona muda keadaan nya semangkin memburuk Miss" ucap di balik sana


"APA? KAU JANGAN BERCANDA!" teriak Alora.


"Tidak Miss, keadaan nona muda semangkin menurun"


"Baik, aku akan kesana sekarang, cepat tangani jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi lagi" ucap Alora lalu mematikan panggilan sepihak sambil bergegas lari menuju parkiran.


"Lora Lo mau kemana?" teriak Aura ketika melihat Alora yang berlari menjauh dari kantin setelah sadar dari keterkejutan karna teriakan Alora tadi.


"Gue ada urusan penting, tolong izinin gue, tolong bayar pakai uang lo dulu, oh iya bilang sama bang Esa sama Verel gue gak pulang selama seminggu ke depan" teriak Alora.


"Yang kenapa gak pulang? emang nya ada urusan apa?" teriak Verel sambil mengejar Alora yang niatnya ingin nyamperin Alora di kantin tapi saat sampai di kantin Alora sedang telponan dengan seseorang lalu pergi dengan tergesa-gesa.


"Jangan banyak tanya ini menyangkut nyawa Briana gue harus pergi gue gak mau anak gue kenapa-napa" jawab Alora lalu melajukan motornya menuju rumah sakit tempat Briana di rawat.


Queen Berliana Putri Scarlett, bocah berusia 5 tahun yang dirawat dan di adopsi oleh Alora sejak lahir. Ya awalnya Alora tak sengaja menemukan Briana yang baru lahir di tong sampah dengan keadaan masih berdarah dan hanya di balut dengan kain tipis. Alora yang kasihan membawa Briana dan merawatnya seperti anak dan adik sendiri, keberadaan Briana tidak diketahui oleh keluarganya dan sahabat nya kecuali Sandra. Briana memiliki paras yang cantik, imut, cerdas, bila mata biru cerah, bulu mata lentik, hidup mancung yang mengemaskan, bibir mungil semerah ceri, kulit putih bersih seperti susu.


"Briana? anak?" tanya Verel ketika Alora sudah jauh lalu masuk ke kantin menghampiri sahabat sang kekasih hati berniat untuk menanyakan siapa Briana sebenarnya, tapi niat nya di urungkan karna sahabat Alora udah berada di dekat nya.


"Siapa Briana itu?" tanya Verel.


"Briana? siapa gue gak tau iya gak?" jawab Ily.


"Iya gue juga gak tau and baru dengar nama Briana" sahut Cia dan diangguki sama yang lain kecuali Sandra.

__ADS_1


"Briana adalah anak nya Alora." sahut Sandra.


"Hah anak? sejak kapan Alora nikah? tanya Risha sama hal nya dengan yang lain yang syok mendengar penuturan dari Sandra tentang Alora.


"Alora belum nikah, cuman-"


"Cuman apa? maksudnya apa? apa Alora melakukan hubungan terlarang lalu cowok itu gak mau tanggung jawab?" ucap Verel memotong ucapan Sandra.


'Tuk' bunyi kepala di ketuk.


"Heh! lu jadi murid jangan kurang ajar sama guru! guru nanya malah di ketok kepalanya. Gue kasih nilai rendah lo biar tinggal kelas" cerocos Verel


"Aurel boleh gak gue bunuh saudara lo ini kok ngeselin banget ya, mana gue belum selesai ngomong lagi malah main potong aja" kesal Sandra.


"Boleh, eh tapi nanti Alora ngamuk gak usah deh gue gak mau jadi sasaran empuk dia" jawab Aurel.


"Woi diam dulu, Sandra sambung ceritanya" ucap Cia


"Jadi gini-"


Flashback......


"Sandra habis ini antari gue ke Villa ya, gue mau cek kondisi villa gue" ucap Alora.


"Oke, sekalian gue mau healing di villa lu, kan lumayan juga mana pemandangan indah di pagi and malam hari nya uhhh gue gak sabar" jawab Sandra.


Saat mereka melewati perempatan untuk menuju ke villa mereka tak sengaja mendengar tangisan bayi untung nya masih siang hari.


"Oeek, oeekk"


"Sand lu dengar suara tangis bayi gak?" tanya Alora.


"Iya gue dengar, tapi masa iya disini ada bayi gak mungkin lah disini kan sepi Ra" jawab Sandra.


"Coba kita cek dimana suara bayi itu" usul Alora.


"Ya udah yuk kita liat" sahut Sandra. Lalu mereka berdua turun dari mobil mencari asal suara bayi itu.


"Oooekkk, oeekk" suara tangis bayi itu terdengar lagi.


"Sand dari pendengaran gue suara itu berasal dari tong sampah itu" tunjuk Alora ke tong sampah yang tidak terlalu tinggi tak jauh dari mereka.


"Iya coba kita liat kesana"


"Astaghfirullah, anak siapa ini, kasihan sekali kamu nak siapa yang tega membuang kamu" ucap Alora saat melihat bayi mungil yang baru lahir di balut selembar kain di dalam tong sampah.


"Malang nya nasib anak ini" ucap Sandra sambil mengusap pipi sang bayi mungil itu di dalam pelukan Alora.


"Dia diam Sandra" ucap Alora girang karna bayi itu tak lagi menangis saat ia gendong.


"Iya, coba gue gendong gue penasaran mau gendong bayi yang baru lahir" ucap Sandra.


"Nih, tapi hati-hati tulang nya belum kuat lu harus hati-hati gendong nya" jawab Alora lalu memberikan ke gendongan Sandra. Saat bayi itu sudah berpindah tangan bayi itu langsung menangis membuat Sandra dan Alora manjadi panik.


"Lora ini bayi kok nangis lagi sih?" tanya Sandra panik.


Bersambung........


Jangan lupa like, komen, subscribe and vote ya guys see you next chapter bye bye 👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2