Maaf Pak, Izin Mencintai

Maaf Pak, Izin Mencintai
Bab 8


__ADS_3

Happy reading............


"Ok, udah gue putusin pulang sekolah kita langsung ke rumah sakit, no debat!" Sandra.


"Emm, tapi kita kan gak tau rumah sakit mana Sandra" ucap Risha.


"Tenang aja, gue tau kok dimana Alora sekarang" ucap Sandra sambil mengotak atik ponsel nya.


"Ketemu!"Ucap Sandra sambil memperlihatkan hp nya.


"Itu bukannya rumah sakit milik keluarga Alora?"tanya Cia.


"Yub, kita akan kesana nanti."


"Emm, tadi lo bilang Alora bantu pak Verel yang di gebukin preman. Terus Alora nya gak apa-apa kan?" Tanya Risha.


"Gue sih gak tau. Nanti kita lihat keadaan Alora sama pak Verel"sahut Aura.


"Udah nanti lagi kita sambung, sekarang kita lanjut main basket, itu udah di tunggu sama anak yang lain" ucap Sandra sambil berlari ke tengah lapangan bergabung sama anak yang lain.


☀️☀️☀️


"Pak, mama sama tante belum pulang?" tanya Alora..


"Belum. Kenapa?" tanya Verel yang sedang berkutat dengan laptop yang ada di pangkuan nya.


"Enggak ada sih. Tadi kan katanya cuma sebentar. Tapi udah lebih dari satu jam." jawab Alora.


"Tadi mama kamu bilang mereka akan lama pulang nya, karna ada urusan. Jadi mungkin sore mereka pulang." jelas Verel.


"Oo"


"Kamu ngantuk? kalau ngantuk tidur aja. Nanti saya bangunin" ucap Verel pada Alora karna melihat Alora beberapa kali menguap.


"Hmmm, tapi Lora tidur disini aja ya, Lora takut tidur di kamar" ucap Alora yang tidur di sofa.


"Jangan! tidur di sini saja. Di sofa badan kamu akan remuk, walaupun sofanya besar, tapi gak nyaman. Tidur di kasur ini saja, masih muat kok kalau kamu tidur"jawab Verel.


"Hmmm, iya"jawab Alora singkat karna sudah tidak sanggup menahan kantuk.


"kenapa Alora sangat manis sih, pengen di karungi terus bawa pulang"

__ADS_1


"Sumpah, Verel jangan ganggu anak orang lagi tidur. Jangan di masukin anak orang dalam karung. Kalau mau nikahin." ucap Verel yang niatnya mau gangguin Alora yang lagi tidur.


"Ah udah lah, gue harus selesai kan pekerjaan gue, sebelum numpuk lebih banyak"


Skiiiippppppppp


Kini waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 sedangkan Alora masih setia dengan mimpi yang menemaninya tidur, tanpa terganggu oleh keluarga nya yang sudah pulang dari 30 menit yang lalu.


"Pah, om Verel mau tanya?" ucap Verel ketika sang ayah dan ayah nya Alora sudah pulang kerja dan sedang bersantai di sofa.


"Tanya saja nak, mungkin bisa kami bantu walaupun mungkin yang kami beri tidak nak Verel ambil pendapat kami" jawab ayahnya Alora


"Iya nak tanya saja, apa yang mau kamu tanyakan"ujar sang ayah.


"Emm, Verel mau nanya apa perjodohan Verel sama Alora waktu kecil itu sudah berakhir" Verel.


"Memangnya kenapa? kamu suka ya sama Alora?" goda sang ayah.


"Ih ayah, Verel lagi serius ih"


"Masih nak, perjodohan kamu sama Alora masih berjalan, hanya saja Alora lupa dengan kamu, karna kecelakaan yang menimpanya 2 tahun lalu. Sebagian ingatannya hilang termasuk tentang kamu dan masa kecil nya" jelas Xavier.


"Ya, Verel mau" jawab Verel mantap.


"Tapi perjodohan ini akan kita lakukan setelah Alora tamat sekolah. Saya ingin dia menghabiskan masa remaja nya dahulu. Karna yang akan ia jalanin bukan lah sebuah hubungan biasa. Tapi Menjalani hubungan rumah tangga, harus matang agar tidak ada perpisahan diantara Verel dan Alora kelak" ucap Xavier.


"Saya setuju, saya juga punya anak gadis. Saya mau anak gadis saya menghabiskan masa mudanya dulu,baru menikah. Saya gak mau masa muda anak saya sudah di hadapi dengan pernikahan dini. Mana tau nanti dapat suami yang posesif gak boleh ini, gak boleh itu yang membuat anak saya terkekang dan tertekan. Nauzubillah semoga terjauh lah dari keluarga kita" sahut Hans.


"Yang saya pikirkan itu juga, kalau anak saya nikah sama suami yang fine - fine aja sama kelakuan anak saja enak. Kalau engga kan kasihan anak kita, tertekan sama keadaan yang meminta dia untuk jadi dewasa sebelum umurnya. Apalagi dapat suami tempramen Nauzubillah." Ucap Xavier dengan gaya ibu-ibu kompleks yang lagi ngerumpi.


"Iya saya setuju tu sama Kamu bro, saya sama istri sama anak juga saya gak pernah main tangan, karna saya gak mau mental nya terganggu karna di pukul. Tapi kalau udah kelewatan baru saya pukul."Sahut Hans.


Dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan lagi, sementara Verel tak dianggap disana. Karna bosan dan tak di anggap Verel pergi dari kumpulan bapak-bapak ngerumpi. Yang ngerumpinya lebih dari ibu-ibu kompleks.


Disaat bapak-bapak ngerumpi temannya Alora beserta beberapa guru teman Verel datang untuk menjenguk Verel dan Alora.


"Tok,tok" bunyi pintu di ketuk.


"Masuk saja!" jawab Verel malas palingan sang adik.


"Assalamualaikum" Ucap teman Alora serentak.

__ADS_1


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab semua orang yang ada di ruangan itu kecuali Alora yang masih terlelap.


"Eh ada om, sama Tante, Lora mana tan?" tanya Sandra ketika mereka semua sudah masuk.


"Itu di atas brangkar masih tidur, bangunin gih" jawab Mora pada Sandra.


"Ok Tan" jawab teman nya Alora sambil membentuk tangan 👌.


"Kalian sebenarnya kesini mau jenguk saya atau Alora?" tanya Verel dingin.


"Ya mau jenguk Alora lah, baru jenguk bapak" sahut Aura.


"Hmmm"


"Ra, oh Ra bangun, jangan kebo lo! udah sore bangun woi" ucap Cia sambil menggoyang - goyangkan kaki Alora.


"Emm, bentar lagi, Ora masih ngantuk" jawab Alora dengan mata yang masih tertutup.


"Oi bangun, pak Verel nyariin lu dari tadi, dia suruh buat tugas" teriak Sandra.


"Emm, nanti gue telfon pak Verel suruh dia buat sendiri tugas nya. Biarin gue tidur dulu, gue lagi mimpi jalan-jalan sama pak Verel biarin gue ngehalu dulu" jawab Alora.


"Ya Allah Lora pak Verel di samping lo, jadi gak usah ngehalu lagi deh. Hari-hari lu ngeliatin pak Verel terus haluin pak Verel apa gak bisa lu?" decak Ilya yang heran sama sang sahabat.


"Ihh, kalian ribut banget, gue masih ngantuk!" jawab Alora sambil bersandar di pundak Verel.


"Udah kalau masih ngantuk tidur aja" ucap Verel lembut sambil mengelus kepala Alora.


"Hmm"


"Ihhh, Lora gue udah capek-capek datang kesini untuk jenguk elu, eh elu nya malah tidur" ucap Risha.


"Nak bangun nak udah sore gak boleh lagi tidur, itu teman kamu datang, udah tuh bersandar nya sama nak Verel. Kasian nak Verel masih belum sehat" ucap Mora dengan lembut pada sang anak.


"Hmmm, iya mah, Lora bangkit" tapi masih bersandar pada Verel, bahkan tidak bergerak sedikit pun.


"Astaga Alora" Teriak Cia yang kesal.


Bersambung........


Jangan lupa like, komen, favorit ya guys, see you next chapter bye bye 👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2