Maaf Pak, Izin Mencintai

Maaf Pak, Izin Mencintai
Bab 15


__ADS_3

Happy reading bestie........


.................


"Tante setuju sama usulan kalian semuanya. Tante jadi bingung mau kasih hukuman yang mana dulu. Semuanya bagus. Pah, papah gak ngasih ide gitu? kasihlah lah biar tambah banyak hukuman yang akan mamah kasih untuk Verel. Kalau bisa yang lebih berat" ujar Daniah.


"Jeng kamu mau kasih saran gak suami kamu lagi. Saya sangat-sangat senang kalau dapat saran dari kalian biar langsung saya praktekan saran dari kalian semua nya." ujar Daniah dengan tersenyum.


"Saya sih ngikut saran dari Alora saja jeng" jawab Mora sambil meringis membayangkan usulan sang anak.


"Kalau saya sih, gimana kalau nak Verel jadi bahan uji coba karya saya." usul Xavier dengan wajah ceria.


"Emangnya papah baru buat apa?" tanya Alora berhenti berdebat dengan Sandra ketika mendengar perkataan sang ayah.

__ADS_1


"Papah baru membuat sebuah ramuan. Tapi ramuan itu belum di uji coba, so kita jadikan nak Verel sebagai kelinci percobaan nya." sahut Xavier dengan senyum lebar.


"Emangnya ramuan untuk apa itu om?" tanya Sandra penasaran.


"Ramuan yang mana jika mengonsumsi nya walaupun sedikit tubuh kita akan berhenti merespon. Semua otot akan lumpuh. Lima menit kemudian semua organ tubuh akan mati. Lalu setelah itu akan berhadapan dengan malaikat maut, hahaha" ucap Xavier dengan tertawa membuat siapa saja akan merinding.


"No! papah gak boleh jadiin pak Verel kelinci percobaan papah. Pak Verel itu cuma punya Lora papa gak berhak jadiin pak Verel kelinci percobaan.!" jawab Alora mengebu-gebu.


"Tapi mamah nya Verel aja setuju, kenapa Lora gak setuju?" -Xavier-


"Ya, kan gampang bisa cari suami yang lain. Cowok bukan Verel seorang Lora"


"No. Bagi Lora cowok di dunia ini cuma ada dua. Yang pertama papah yang kedua pak Verel. No debat" putus Lora.

__ADS_1


"Emm, saya gak jadi ngasih saran deh Niah. Anak gue gak setuju sama rencana gue" jelas Xavier dengan wajah murung.


"Papah sih, ngasih saran kok yang kayak gituan sih. Ya pasti di bantah Ora lah. Biar bagaimanapun Lora itu masih calon tunangan Verel ya pah, ingat!. Walaupun Lora hilang ingatan tapi Lora masih tetap mencintai Verel, ingat itu pah" ucap Mora yang di akhir kalimat berbisik pada sang suami


"Gak papa Vier. Saya tau kok apa yang di rasakan Lora jika Verel beneran jadi kelinci percobaan kamu. Saya sebagai cewek juga merasakan nya. Apalagi saya sebagai ibunya Verel" jawab Daniah.


"Emm, maaf jadi ini gimana ya sekarang? apa nona muda pulang sekarang atau tidak, tuan? Jika tidak saya akan melanjutkan pekerjaan yang tertunda" sela Heru yang sedari tadi hanya menyimak dan mendengar perdebatan sang tuan, nona, beserta teman sang nona muda. Tanpa menyahut sedikitpun pembicaraan yang ia dengar.


"Oh kamu masih disini dari tadi Heru. Ya sudah sana kembali berkerja jangan malas. Jangan lupa tutup pintunya" jawab Xavier santai tanpa beban.


"Ya elah, tau gitu gue dari tadi pergi. Tapi sumpah gue baru tau jati diri nona muda yang sebenarnya, sungguh diluar dugaan gue. Wajah polos, kecil molek, imut, menggemesin tapi seorang psikopat. Mulai dari sekarang gue harus hati-hati, salah sedikit nyawa melayang" gumam Heru sambil keluar dari ruangan tersebut dengan bergidik ngeri dengan mendengar kenyataan yang ada.


Bersambung.........

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, favorit, ya guys. Btw vote nya jangan lupa juga ya guys. Segini dulu ya ceritanya, soalnya Riza lagi malas mikir terlalu banyak, pusing sendiri jadi nya. See you next chapter guys. Bye bye 👋👋👋


__ADS_2