
Happy reading bestie........
"Eh kok malah pada nangis sih?!" bingung Verel melihat tingkah Alora dan sepupu nya.
"Yang namanya cowok diam, kalian gak tau apa-apa" ucap Alora sambil menatap Verel tajam.
"Kok gue yang di salahin sih!" gerutu Verel yang tak tau apa-apa tapi malah dirinya yang di salahin.
"Udah ah mending gue mandi, gerah bet habis berjemur" gumam Verel lalu melangkah menuju kamar mandi tak lupa membawa baju ganti.
"Sumpah Lora sakit banget rasanya di kecewain padahal gue setia sama tuh bajing*n tapi kenapa dia selingkuhin gue Lora. Apa gue kurang cantik? kurang seksi? apa gue kurang menarik?" tanya Aurel.
"Gak lu cantik kok, cuma dia aja yang gak pantas buat dia. Lo itu sempurna jadi gak usah tangisi orang kayak dia. Di luar sana masih banyak yang lebih ganteng, lebih setia, lebih mapan dari dia. Jadi lo lupain aja tu bastrat. Lo mau gak sama Abang gue?" tawar Alora.
"Abang lu yang mana?" tanya Aurel.
"Yang tadi pagi itu yang pergi beliin kita bubur"
"Oh kak Esa. Emm, bukan nya kak Esa udah punya pacar ya?"
"Belum, kak Esa jomblo. Lo mau gak sama Abang gue? Abang gue ganteng, kaya, mapan, royal lo mau gak?" tanya Lora.
__ADS_1
"Gue gak tau, gue takut Abang lo gak mau sama gue" balas Aurel.
"Pasti Abang gue mau"
"Serah lu deh" pasrah Aurel.
"Tak lama kemudian orang yang mereka bicarakan pun datang dengan membawa 4 bungkus bubur di tangan nya.
"Ini bubur nya, di makan kebetulan masih panas jadi enak di makan" ucap Mahesa sambil menyodorkan dua bungkus bubur dalam cup (betul gak sih tulisan nya, kap, cup, cap, atau apa sih nama nya, Riza gak tau tulisan nya. Tapi Riza sering baca tulisan nya cup, jadi sesuka kalian aja ya mau gimana tulisan nya, harpa maklum bestihhh) untuk Aurel dan Alora. Sedangkan yang dua lagi untuk dirinya dan Verel.
"Sumpah ini enak banget bubur nya, di mana beli nya kak?" tanya Aurel.
"Wow, tapi emang sih enak bubur si mbok, beda dari yang lain gak pernah berubah rasanya sama porsi nya. Selalu ngenyanggin." ucap Alora.
"Eh enak banget nih pagi-pagi makan bubur di mana beli nya? Ora bagi dong jangan pelit" ucap Verel yang baru saja keluar dari kamar mandi lalu makan yang ada di sendok Alora.
"Sumpah ini enak banget bubur nya, gue mau beli juga lah" ucap Verel lalu memakan bubur Alora dengan sendok yang di pakai Alora.
"Woi ini udah siang bukan pagi lagi" komen Aurel.
"Ihhh kakak itu bubur Lora kenapa kakak makan? itu juga kenapa pakai sendok Lora ambil sendok lain lah" ucap Alora kesal lagi enak-enak makan eh malah di ganggu Verel.
__ADS_1
"Itu gue beli di simpang empat depan komplek rumah gue. Oh iya itu punya lo Rel udah gue beliin." ucap Esa.
"Sini kak, itu untuk Lora aja, Lora masih lapar" ucap Alora lalu mengambil bubur jatah Verel karna punya nya udah di ambil Verel.
"Sumpah ini enak banget, fiks ini akan jadi bubur favorit gue" ucap Verel dengan sebentar udah habis bubur punya Alora, lalu menganggu Alora yang sedang makan bubur yang baru di ambil nya.
"Ihh kak rel kereta api, jangan ganggu Lora! Lora lapar kalau kakak mau beli aja lagi" ucap Lora kesal karna acara makan nya di ganggu Verel.
"Gak mau, kakak mau nya makan sama kamu titik no debat"
"Gak bisa kak, Lora lapar tadi punya Lora udah kakak makan sekarang biarin Lora makan Lora lapar" renggek Alora.
"Kakak juga masih lapar Lora" ucap Verel tak mau kalah.
"Kalau lapar minta punya Aurel atau punya kak Esa aja, atau enggak beli baru aja"
"Enggak! kakak mau nya punya kamu"
Bersambung........
Jangan lupa like, komen, favorit ya guys see you next chapter bye bye 👋👋👋
__ADS_1