Maaf Pak, Izin Mencintai

Maaf Pak, Izin Mencintai
Bab 25


__ADS_3

Happy reading bestie......


"Ihhh, kakak sakit tau. Ini pipi bukan skuisy yang seenak nya kakak cubit kayak gini" Omel Alora


"Habis kamu gemesin sih, jadi jangan salahin kakak, siapa suruh punya pipi chubby kayak gini"


"Ihh, lama-lama dekat sama Kakak gak enak ya, ngeselin" ucap Alora cemberut.


"Udah dong jangan marah lagi, maafin Kakak ya, janji ngulangi, maafin kakak ya cantik" rayu Verel.


"Dimana-mana orang itu janji gak ngulangi lagi, lah ini malah janji ngulangi lagi. Ah udah ah malas sama kakak, Lora mau tidur aja, kakak turun dari sini, tidur di sofa sana" usir Alora.


"Ya Tuhan kejam nya dirimu sayang sama calon suami sendiri"


"Eh, gak ada yang bilang kalau kakak calon suami aku ya, gak ada bukti nya"


"Oh jadi kamu mau bukti nya gitu? oke kalau kamu udah sembuh kakak lamar kamu" ucap Verel.


"Ih ngeselin, udah sana Lora mau tidur udah malam besok sekolah" ucap Alora lalu masuk ke dalam selimut.


"Sekolah masih libur Alora, masih masa renovasi, gak usah cari alasan besok sekolah"


"Ya udah Lora cari alasan lain aja, ngantuk. Udah Lora ngantuk sana-sana Lora mau tidur" ucap Alora sambil menguap.


"Ih jangan tidur dulu, dari tadi kamu cuma tidur aja, gak capek apa tidur terusan?"


"Enggak, tapi sumpah Lora ngantuk banget pak" ucap Alora sambil menguap lagi.


"Jangan tidur dulu, temanin kakak nonton ya sambil nunggu kakak kamu"


"Hmm, ya udah nonton aja sana, lagian Lora tidur disini juga"

__ADS_1


"Jangan tidur dulu Lora, temanin saya nonton"


"Iya-iya Lora temanin pak Verel nonton." jawab Lora pasrah dari pada harus berdebat lagi, dirinya gak sanggup karna matanya tinggal beberapa Watt lagi aja.


"Kita nonton di bawah aja, ingat jangan tidur"


"Iya" jawab Alora lalu turun dari tempat tidur.


"Nonton apa sih pak?"


"Nonton film horor gimana?"


"Terserah bapak aja saya nurut"


"Iya deh"


Setelah nonton berapa menit akhirnya Alora tidak sanggup lagi menahan rasa kantuknya, akhirnya Lora bersender di pundak Verel. Awalnya Verel mengira bahwa Alora takut maka iya biarkan saja. Tapi setalah hampir dua jam kenapa Alora tak bergerak. Verel yang awalnya khawatir tapi akhirnya merasa lega rupanya Alora tertidur di pundak nya. Karna Verel kasihan akhirnya Verel mengangkat Alora menuju ranjang yang iya tiduri tadi bersama sepupu nya, yang datang tiga puluh menit yang lalu, kini tertidur bersama Alora.


"Gimana keadaan Lora apa udah membaik?" tanya Esa.


"Syukurlah, gue berharap lo bisa dan selalu menjaga Lora"


"Gue selalu dan akan selalu menjaga dan melindungi Lora sebisa gue Sa"


"Hmm, gue gak lama disini Rel, gue gak lama lagi udah balik ke sana lagi, gue mau lo selalu jadi Sonya, menyayangi nya dan jangan sakiti hatinya cuma itu yang gue minta dari lo Rel. Gue sadar gue bukan Abang yang selalu ada untuk adek gue jadi gue mau lo selalu ada untuk adek gue apa lagi sebentar lagi lo akan jadi ipar gue, gue berharap lu bisa melakukan semua itu"


"Iya Sa, gue akan selalu ada untuk adek lo, lagian Lora penyemangat dalam hidup gue pasti gue akan melakukan dan memberi yang terbaik untuk Lora Sa, Lo tenang aja"


"Thank bro"


"Btw kapan lo balik?"

__ADS_1


"Mungkin beberapa hari lagi Rel, soalnya gue gak bisa lama-lama ninggalin semuanya sama asisten sama staf gue gitu aja, gue gak percaya."


"Iya, apalagi bisnis lo udah mulai berkembang jadi gak ada salahnya lo khawatir, memang tidak semua orang yang akan bermain licik tapi apa salah nya jika kita waspada apalagi zaman sekarang, orang terdekat malahan yang lebih di waspadai karna gak menutup kemungkinan itu akan terjadi"


"Iya bro, karna di kantor cabang gue kayak gitu, makanya gue kurang percaya sama bawahan gue lagi, walaupun bukan semuanya yang terlibat tapi gue kan harus lebih waspada lagi" jawab Mahesa. Dan akhirnya mereka membahas tentang bisnis yang author pun tidak terlalu paham jadi kita skippp aja ya.


...🍁 🍁 🍁...


"Udah berapa hari libur sekolah terus gak jumpa Alora gak enak ya guys" ucap Ilya.


"Gimana kalau besok kita ketempat Lora gue kangen sama tuh bocah" sahut Risha.


"Setuju, gue kepo gimana hubungan tuh bocah sama pak Verel?" timpal Aura.


"Ngomong-ngomong pak Verel udah keluar dari rumah sakit belum ya, Lora juga udah pulang atau belum ya?" ucap Sandra sambil rebahan, ya mereka sekarang lagi nginap di rumah Sandra karna libur jadi orang tua mereka membebaskan mereka.


" Gak tau gue, moga aja belum terus besok kita jenggukin lagi, mana tau jumpa pak Murija disana" sahut Cia.


"Ya elah lu, yang tau lu cuma pak Murija aja, eh gue masih penasaran siapa tante-tante yang kita liat sama pak Murija kemarin tu ya?" -Aura-


"Dari integrasi penelusuran gue kemarin tante-tante yang sama pak Murija ke Marin itu adik mama nya pak Murija yang baru sampai di sini, baru pulang dari Aceh"


"Oo, cepat banget lu cari tau tentang pak Murija Cia curiga gue!?" -Sandra-


"Iya gue curiga kalau Cia ada hubungan sama pak Murija" -Ily-


"Gue belum ada hubungan apa-apa sama pak Murija, tapi gue harus cari tau tentang calon suami gue, gue gak mau ada yang rebut pak Murija dari gue" sahut Cia.


"Oo, gue kira lu udah punya hubungan sama pak Murija makanya lu cari tau semua tentang pak Murija" -Risha-


"Enggak lah"

__ADS_1


Bersambung........


Jangan lupa like, komen, favorit, ya guys see you next chapter bye bye 👋👋👋


__ADS_2