
Malam berganti pagi, Icha dan Frans sudah siap untuk jalan-jalan hari ini. Tempat yang akan mereka kunjungi pertama kali adalah pantai.
"Kita pulang kapan Frans?" Tanya Icha
"Besok Cha, karena lusa gue ada meeting penting sama client dari Jepang. Gapapa kan liburannya cuma 2 hari? next time kita liburan lagi."
"Iya." Frans pun mengajak Icha untuk segera ke pantai, di perjalanan Icha hanya diam. Entah kenapa kali rasanya tidak ingin menyudahi liburannya bersama Frans. Apakah dirinya memang sudah benar-benar jatuh cinta dengan suaminya itu?..
Sampai di pantai mereka memesan kelapa muda, mereka sangat menikmati suasana pantai. Tak lupa Frans juga mengabadikan momen itu dengan kameranya. Frans tidak menyangka kini dirinya bisa bersama dengan Icha. Orang yang disukainya dari dulu.
FLASHBACK MASA SMA
Pov Frans.
Aku menyukai seorang teman sekelasku yang bernama Icha. Icha adalah gadis cantik dan pandai, dia tidak sungkan untuk berbagi ilmu dengan teman-teman sekelasnya, termasuk denganku. Penampilanku memang sangatlah culun, aku memakai kacamata dengan rambut yang ku biarkan gondrong. Aku sangat mengagumi Icha, setiap pagi aku rela datang sebelum siswa yang lain datang hanya untuk memberikan cokelat di laci Icha, tentu saja aku tidak memberi tau bahwa aku yang memberinya. Karena aku pikir Icha yang sangat populer itu tidak akan mau menerima cokelat dari siswa culun sepertiku.
Banyak siswa dari kelas lain yang berlomba-lomba untuk mendapatkan hati Icha, namun tak ada satu pun dari mereka yang diterima. Melihat itu aku menjadi minder, aku tidak berani menyatakan perasaanku. Aku memendamnya selama 3 tahun. Disaat kelulusan aku melihat Icha dengan riasan natural yang sangat anggun menjadi perhatian orang-orang sekitar, apalagi dia menjadi juara 1 umum. Dari itulah aku bertekad untuk belajar lebih giat lagi dan merubah penampilanku dengan harapan suatu saat nanti bisa bertemu Icha lagi dan menjadikannya istriku.
Pov End.
Tidak terasa hari sudah mulai sore, langit juga terlihat indah dihiasi dengan warna orange. Malam pun tiba, mereka kembali ke vila, Icha merebahkan sejenak dirinya di kasur dan ada pesan dari Resti
"Cha kapan lo balik??kangen nih, heheh"
Icha tidak membalas pesan itu, namun melakukan panggilan ke Resti...
"Gimana Res?? baru juga 2 hari udah kangen aja lu"
"Yaelah kan lo tau sendiri biasanya lo nongol di rumah gue, eh udah 2 hari kok gak nongol. Kayak ada yang beda tau gak sih lo."
"Hahah bisa aja lo, besok gue balik"
"Lah cepet banget?"
"Gimana sih? katanya lo kangen"
"Hehe iya sih, jangan lupa oleh-olehnya lo."
"Ga sempet beli Res, udah deh besok gue belanjain di mall okeee."
"Siip deh, "
"Yaudah mau mandi dulu gue."
"Oke Cha."
Frans memasuki kamar saat Icha keluar dari kamar mandi, dia pun langsung mengalihkan pandangannya. Frans hanya tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebelum Icha benar-benar bisa mencintainya. Padahal tanpa Frans sadari Icha sudah menaruh hati padanya.
__ADS_1
"Em Cha buruan ganti baju, gue udah laper nih, kepengen makan di luar. Kan hari ini terakhir disini"
"Tapi kan lo juga belum mandi Frans."
"Gue ntar aja deh mandinya,"
Icha pun buru-buru menyelesaikan aktivitasnya, setelah selesai mereka menuju restoran. Saat di restoran Frans tidak hentinya memandangi wajah cantik istrinya itu yang bahkan sampai sekarang Icha tidak mengenali Frans yang dulunya adalah teman sekelasnya. Memang benar ya, penampilan merubah segalanya.
Selesai dengan acara makannya Icha dibantu Frans untuk segera packing meskipun keberangkatan pesawat siang, agar paginya tidak terburu-buru. Entah ada angin apa tiba-tiba Frans memeluk Icha dari belakang, tentu saja hal itu membuat Icha kaget, namun tidak bisa dipungkiri bahwa Icha sebenarnya juga merasakan kehangatan dari Frans. Sampai akhirnya malam itu Icha memberikan segala yang dia punya kepada Frans. Pagi pun tiba, terdengar sayup burung berbunyi dan sinar matahari juga sudah menembus kaca kamar mereka. Frans melihat wajah istrinya saat tertidur, begitu damai sampai-sampai Icha sudah membuka matanya dia tidak menyadarinya.
"Frans, Frans." Icha memanggil sampai ke dua kalinya.
"E e, i iya, kenapa Cha?"
"Ngelamunin apa lo?"
"Hehehe enggak kok, gue mau nanya sama lo."
"Apa?"
"Lo bener ikhlas kan tadi malem?" Sebuah pertanyaan yang membuat Icha menjadi salah tingkah sekaligus wajahnya menjadi merah seperti udang rebus.
"Udah deh jangan dibahas lagi."
"Gue cuma mau tau Cha, gue gak mau kalau sampai lo ngelakuin semua itu gak ikhlas."
"Ya karena lo suami gue ya mau gimana lagi."
Waktu menunjukkan pukul 8, Icha dan Frans sudah bersiap menuju bandara, tak lama jadwal keberangkatan mereka pun tiba. Kini sampailah mereka di bandara kota mereka, Frans memesan taksi dan mengarahkan sopir untuk ke apartemennya.
"Ini kan bukan jalan ke rumah gue Frans."
"Emang iya, gue mau nunjukin apartemen buat kita." Perasaan Icha sudah mulai tidak enak.
Tibalah di sebuah apartemen, Frans memencet tombol lift menuju lantai 3. Pintu dibuka dan terlihatlah isi dari apartemen Frans, begitu bersih, rapi, dan tentunya juga wangi.
"Masuk Cha," Ucap Frans saat melihat Icha hanya diam di depan pintu.
"Gue ke toilet dulu Frans."
"Oke."
Entah kenapa Frans ingin sekali mengajak Icha ke apartemennya, sudah pasti dia ingin mengulang kegiatannya semalam. Icha yang keluar dari toilet sedikit heran melihat Frans yang hanya senyum-senyum.
"Ngapain lo senyum sendiri? gila ya lo?"
"Ehehe gak dong, gue tuh beberapa hari ini capek banget Cha."
__ADS_1
"Terus???''
"Ya lo kan istri gue, pasti tau lah."
"Gak tau tuh gue."
"Pijitin kek, masa iya suami capek dibiarin."
Icha berguman dalam hati,
"Wah perasaan gue semakin gak enak nih."
Frans yang melihat Icha diam saja segera menariknya ke kasur.
"Ngapain sih Frans?"
"Buruan pijitin gue, istri kok ga ada hormat-hormatnya ke suami, awas masuk neraka loh. Abis mijit baru ke rumah lo." Frans sengaja berkata seperti itu agar Icha mau memijitnya.
"Iya iya, bawel banget."
Icha pun terpaksa memijit Frans, setengah jam berlalu tiba-tiba Frans berbalik badan dan memeluk Icha.
"Cha, jangan tinggalin gue ya."
"E eh, ngapain sih lo mendadak ngomong gitu? jangan bikin gue takut dong. Kalo lo ngomong gitu pikiran gue udah kemana-mana nih."
"Lo harus janji apapun yang terjadi ke depannya, lo gak boleh ninggalin gue."
"Ya kan gue udah bilang sama lo, kalau kita cuma kawin kontrak."
"Lo mikir gak sih Cha lo udah ngasih semuanya ke gue, belum lagi kalau nanti lo hamil, lo masih mau ninggalin gue?". Degggg baru Icha sadari hal itu dan membuatnya tidak berkutik.
"Gue punya rahasia yang selama ini lo gak tau Cha."
"Apaan?"
"Semasa lo SMA inget gak sama yang namanya Frans? berkacamata dan rambut gondrong."
Icha berusaha mengingatnya,,
"Oh iya iya, yang culun itu kan. Lo kenal dia? Eh btw nama kalian sama? atau jangan-jangan???"
"Iya Cha gue Frans temen lo sekelas dulu." Icha bener-bener gak nyangka kalau suaminya adalah teman sekelasnya dulu.
"Hah serius?? kok beda banget muka lo?"
"Hehehe. Cha...."
__ADS_1
"Apaan??"
Frans merengkuh tubuh Icha dan mengulangi kegiatan malam tadi. Frans sangat berharap agar ada benih yang tumbuh di rahim Icha. Tidak lama ponsel Frans berbunyi, dia membukanya dan ternyata ada pesan dari mamanya yang isinya adalah fotonya dan Icha saat berada di bandara tadi pagi. Hal itu membuat Frans kaget, siap tidak siap dia harus siap mengahadapi kemurkaan orang tuanya saat pulang nanti.