
Sherin diam seribu bahasa, tidak bisa dipungkiri semua perkataan Devin memang benar adanya. Karena Sherin tidak mau memperkeruh suasana akhirnya meminta maaf kepada Devin atas apa yang dia katakan tadi. Devin pun memaafkan dan mereka melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda.
Sementara di tempat lain Frans mendapatkan sebuah pesan dari papa Icha, dia berpesan agar sebisa mungkin pernikahannya dengan Icha tidak ada satupun kolega yang tau akan hal itu. Frans tersenyum, dia merasa lega karena sebentar lagi akan hidup dengan orang yang disukainya dari dulu meskipun dengan cara yang salah. Tinggal menghitung hari pernikahannya dengan Icha akan berlangsung, 2 hari lagi. Frans selalu berjanji kepada dirinya sendiri akan membuat Icha bahagia, bagaimanapun caranya. Sambil memandangi foto Icha, Frans berguman
"Mungkin sekarang kamu belum bisa mencintai aku Cha, tapi aku janji aku akan buat kamu mencintai aku dan melupakan kontrak pernikahan kita nanti."
Tak lama setelah berguman Frans pun terlelap tanpa Sherin di sisinya, itu sudah hal biasa baginya. Istrinya itu memang jarang sekali di rumah, dia lebih senang untuk berkumpul dengan teman-temannya, dan Frans juga tidak mempermasalahkannya, karena dia sudah tau bagaimana Sherin.
Hari berganti hari tibalah saat yang dinantikan, tepat di hari minggu rumah Icha sudah terpasang hiasan untuk akad mereka berdua. Icha sedang di make up di kamarnya merasa sangat gugup, apalagi Sherin juga dikabarkan akan datang hari ini. Tidak banyak yang diundang di pernikahan mereka, hanya Resti dan tante Frans yang diundang. Karena memang itu maunya Icha, bahkan kerabat dekat orang tua Icha pun tidak ada yang tau akan hal ini. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi, penghulu sudah hadir menunggu kedua mempelai. Dari kejauhan nampak mobil Frans, Sherin, dan tantenya memasuki halaman rumah Icha. Mereka segera masuk ke dalam rumah, raut muka Sherin tampak masam, dia hanya diam. Mama dan papa Icha menyambut kedatangan mereka. Icha hari itu sangat cantik dan anggun, memakai gaun warna putih yang menambah kesan elegan pada dirinya. Dia menuruni tangga dengan kaki yang sedikit gemetar, ditambah dengan tatapan Sherin yang seakan sangat membenci Icha. Namun sebisa mungkin Icha tidak memikirkan hal itu, niatnya hanya untuk melunaskan hutang papanya sang sangat banyak.
Akad pun selesai dilaksanakan, tidak lupa selama akad asisten rumah tangga Icha ditugaskan oleh mama Icha untuk merekam seluruh kegiatan pada saat itu, mungkin saja suatu hari rekaman itu berguna. Selepas acara Sherin dan tante Frans berpamitan, Sherin menemui Devin sementara tantenya kembali ke butik. Setelah itu Resti pun ikut berpamitan, Frans dan Icha duduk di ruang tengah, keduanya saling diam. Mama Icha yang melihatnya segera menghampiri..
"Cha, kok suaminya gak di siapin minum?"
"Iya ma." Icha menuju dapur untuk mengambil minum.
"Frans,"
__ADS_1
"Iya tante "
"Kok tante? panggil aja mama. Mama udah tau semua cerita tentang kamu. Mama harap kamu menyayangi Icha sepenuh hati Frans, jangan buat dia sakit hati. Dan satu lagi, jangan sampai istri pertamamu berulah, karena kalau hal itu terjadi, mama gak akan segan buat ambil Icha dari kamu."
"Iya ma, Frans usahain semua akan baik-baik saja."
"Apa tidak sebaiknya Icha tetap tinggal disini Frans? kan kamu juga tidak mungkin untuk setiap hari bersama Icha."
"Nanti aku ngobrol dulu sama Icha enaknya gimana ma. Sebenernya Frans juga udah siapin apartemen buat Icha."
"Atau begini saja, sehari-harinya Icha biar disini, nanti kalau kamu waktunya sama Icha kamu baru bawa Icha ke apartemen. Karena jujur mama masih khawatir Frans, kamu pasti tau apa yang mama khawatirkan."
Icha datang dengan membawa 3 minuman, setelah Icha duduk Frans mengutarakan apa yang tadi dikatakan mamanya. Icha pun dengan senang hati menyetujuinya, ya setidaknya dia masih ada mama papa disampingnya. Malam pun tiba semua sudah berada di kamar masing-masing, begitu pula dengan Icha dan Frans, mereka terlihat saling diam. Frans pun juga merasa gugup meskipun dia sudah pernah tidur dengan istrinya, namun saat berada di satu kamar dengan Icha terasa sangat berbeda. Frans mendekati Icha dan dikecupnya kening wanita yang selama ini dia sukai. Icha hanya diam mematung.
"Tidur yuk Cha, udah malem."
"I iya Frans."
__ADS_1
Mereka pun tertidur dengan lelap.
...Visual karakter...
...****************...
Icha
Frans
Sherin
__ADS_1
Devin