
Malam telah tiba namun Aria masih betah di rumah orang tua Frans, sementara Icha masih dengan muka betenya hanya bermain ponsel. Niat hati ingin mengirim pesan ke sahabatnya, tapi kemudian ponselnya berbunyi karena ada 1 pesan dari Resti,
"Nah ni anak nongol juga, baru mau gue chat," Gumannya..
1 Message From Resti
"Heyy Cha, lagi dimana lo dari kemarin perasaan betah banget gak chat gue.."
"Hehe ni gue lagi dirumah mertua gue,"
"Wihhh ada yang udah dapet restu nih... wkwkwk besok ada waktu gak? gue mau ke rumah lo,"
"Jelas ada waktu dong buat sahabat gue😂, yaudah gue tunggu besok ya."
"Oke bye Cha."
"Bye Res."
Acara berkirim pesan dengan Resti sudah berakhir, Icha masih bingung mau berbuat apa disini, karena papa mamanya sedang ada meeting, Frans sedang berkutat dengan laptopnya mengurus kerjaan, sementara Aria sedang tiduran di kamar tamu. Ya mantan Frans yang menurut Icha sangat sengaja membuatnya cemburu.
Pov Diki
Hari ini waktunya untuk menemani mama belanja bulanan, mobil ku kendarai dengan kecepatan sedang. Disaat seperti ini aku selalu ingat Icha, ya karena biasanya aku selalu mengantarnya ke mall. Tapi kini dia sudah menjadi istri orang lain, rasa rindu ini semakin menjadi. Tak lama sampailah aku dan mama di mall, saat aku sedang melihat baju yang aku sukai tak sengaja aku mataku menangkap sosok wanita cantik sedang memilih baju, ku dekati dia hingga kami berkenalan, dan dia juga memperkenalkan dirinya.
"Hai sendirian aja?" Sapaku
"Eh hai, iya nih. Maaf siapa ya?" Dia balik bertanya padaku
"Boleh kenalan gak?"
"Boleh dong," Jawabnya
"Kenalin aku Diki, kamu siapa?"
"Oh aku Sherin, senang berkenalan denganmu Diki."
Ahh sungguh wanita idamanku, sudah cantik ramah pula, Persis seperti Icha.
Sherin namanya, nama yang cantik. Secantik wajahnya, tak lupa kami juga bertukar nomor ponsel.
"Eh btw udah ada pasangan belum? takutnya kita udah tukeran no hp eh kamunya udah punya pasangan." Tanyaku memastikan.
"Em e belum kok, hehe. Yaudah kalau gitu aku duluan ya."
Sherin, berlalu menuju kasir.
Pov End.
Pagi telah tiba, di kediaman orang tua Frans terlihat sang penghuni rumah sudah bersiap untuk menjalankan aktivitasnya masing-masing, begitu pula Frans yang akan ke kantor namun mengantar Icha terlebih dahulu ke rumah orang tuanya.
"Pagi ma, pa" Sapa Frans dan Icha bersamaan.
"Wah kalian ini kompak banget nyapanya, haha. Dah yuk kita sarapan."
Mereka segera melahap makanan yang sudah disajikan, selesai sarapan Icha berpamitan kepada mertuanya untuk pulang ke rumahnya.
"Loh kamu gak tinggal disini dulu aja Cha?"
__ADS_1
"Next time ma,. lagi pun mama juga gak ada dirumah jadi Icha bingung mau ngapain,"
"Iya juga sih, hehe.. Yaudah mama papa titip salam buat orang tua kamu ya dan jangan lupa sampaikan rencana untuk resepsi kalian ya."
"Baik ma, kalai gitu Icha pamit dulu ma, pa."
"Iya Cha hati-hati."
Selama perjalanan Icha hanya diam, dia sepertinya masih kesal dengan kejadian kemarin,
"Cha, kok diem aja? masih ngantuk?"
"Aria cantik ya."
"Kok malah Aria sih?"
"Iya emang bener kan, dia cantik, pinter, kali aja mau kamu jadikan istri yang ke dua lagi, sama kayak aku dulu." Frans tersenyum mendengar celotehan istri kesayangannya itu.
"Sayang, kamu cemburu ya?"
Mendadak pipi Icha menjadi memerah saat dirinya dipanggil sayang, baru kali Frans memanggilnya seperti itu.
"Loh kok diem aja??" Frans segera menepikan mobilnya.
"Kenapa berhenti?" Tanya Icha.
"Ya karena kamu gak jawab pertanyaanku."
"Hemm, ya siapapun pasti akan cemburu Frans melihat suaminya diperlakukan istimewa sama wanita lain, apalagi Aria mantan pacar kamu yang sepertinya masih mengharapkanmu."
"Cha, lihat aku ..aku udah gak ada perasaan apapun ke Aria, aku cuma nganggep dia temen. Udah itu aja, kamu percaya kan sama aku?."
"Iya iya, mangkanya jangan cemburu lagi ya,"
Mereka pun melanjutkan perjalanannya. Kini sampailah mereka, namun keadaan rumah sepertinya sedang kosong karena 2 mobil tidak ada di garasi. Icha bergegas memasuki rumah
"Bii.. bii.."
"Iya non, ada apa?" Bibi datang dari arah dapur.
"Mama kemana bi? kok mobil di garasi tinggal 1?"
"Nyonya tadi pamit ada arisan sama teman-temannya non, ke cafe dekat sini sama mamanya den Diki juga tadi kesini."
"Oh gitu, yaudah bi aku ke kamar dulu."
"Iya non, permisi."
"Huhhh leganya bisa rebahan lagi,," gumannya. Baru saja pintu ditutup namun sudah terbuka lagi, ternyata Frans yang ke kamar Icha
"Ngapain Frans? kok belum berangkat? ada yang ketinggalan?"
"Iya ada yang ketinggalan Cha."
"Yaudah ambil aja, aku mau lanjut tidur."
Belum sempat Icha memejamkan matanya Frans sudah lebih dulu mendekapnya, hingga akhirnya Frans mendapatkan haknya lagi. 20 menit berlalu, Frans menyudahi permainannya dan segera membersihkan badannya di kamar mandi, sementara Icha masih enggan untuk beranjak dari kasurnya.
__ADS_1
"Sayang aku berangkat dulu ya, udah telat nih."
"Kamu kenapa sih sekarang manggilnya sayang?"
"Ya aku mau panggilan kita berubah menjadi sayang, kenapa emang? salahkah?"
"Yaudah terserah kamu aja."
"Oke sayang, kamu baik-baik ya sama calon bayi kita. Jangan lupa minum vitaminnya nanti."
"Iya.." Entah mengapa Icha merasa selama dirinya hamil Frans bertambah peduli terhadapnya, Icha merasa sangat bersyukur atas nikmat yang Allah kasih. Dan tidak lama Icha kembali tertidur, bahkan ponselnya berdering berkali-kali Icha juga masih saja tertidur.
Tok tok tok... pintu rumah Icha diketuk
"Eh ada non Resti,"
"Iya bi, Icha nya udah pulang belum dari rumah Frans?"
"Oh sudah non, tadi pagi. Mungkin sekarang non Icha sedang tidur."
"Oke, aku langsung ke kamar ya bi."
"Silahkan non." Tiba di depan kamar, Resti mengetuk kamar..Hingga beberapa kali diketuk tidak ada jawaban. Resti membuka pintu kamar, sungguh terkejut dia saat melihat Icha yang masih tertidur di balik selimut dengan kasur yang masih berantakan.
"Icha bangunn,, Cha bangunn gak loh."
"Huahemmm, eh Resti udah dateng hehe sorry ya gue ketiduran nungguin lo lama banget."
"Iya tadi gue ada urusan bentar, eh btw kamar lo tumben berantakan banget sih Cha, biasanya kan selalu rapi dan wangi."
"Emang sekarang gak wangi ya Res?"
"Ya wanginya mah ada, rapinya kagak. Abis ngapain lo?"
"Hehehe ya lo tau sendiri lah Res, namanya juga gue ada laki"
"Yeilahh, udah ga prawan lagi dong lo, hahaa"
"Yee bukan gak prawan lagi, gue udah hamil tau gak sih,"
"What hamil?? udah berapa bulan? Gak nyangka gue, lo yang awalnya gak mau sama Frans ee ternyata udah jebol juga pertahanan lo."
"Heheh ya gimana lagi Res namanya juga manusia, kan hatinya bisa berubah-ubah. Jadi lo kesini mau cerita apa nih?"
"Gue kepengen ceritain rahasia yang selama ini gue simpen Cha."
Resti pun menceritakan semua yang sedang dia alami,
"Lah kok lo baru cerita ke gue sih Res, terus sekarang gimana keadaan pacar lo? ini kan bukan masalah sepele. Ya mungkin gue gak bisa bantu banyak tapi setidaknya dengan lo sharing hati lo bisa jauh lebih tenang."
"Alhamdulillah Cha pacar gue udah baikan tinggal pemulihannya aja, dan untungnya keluarga Desta udah maafin gue sejak Desta bisa siuman dari komanya."
"Syukurlah Res kalau udah baikan, gue do'ain semoga pacar lo cepet bisa balik Indonesia terus bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius sama lo."
"Amin Cha, makasih do'anya. Lo gak kangen ke mall sama gue?"
"Kangen banget tau, gue mandi dulu ya."
__ADS_1
"Oke, jangan lupa izin sama suami lo, ntar gue lagi yang disalahin karena ngajak lo keluar gak izin."
"Iya Res, ntar gue chat deh."