Madu 25 Hari

Madu 25 Hari
Episode 11


__ADS_3

Icha melihat Frans yang terlihat gusar pun menanyainya...


"Kenapa Frans? kok kayak gusar gitu?" Frans lalu menyodorkan ponselnya agar Icha melihatnya sendiri, Icha juga tak kalah terkejutnya.


"Astagaaa, masalah apalagi ini." pikirinya. Baru juga 2 hari merasakan bahagia, sekarang sudah disuguhkan oleh masalah yang rumit. Triiing Triiingg... ponsel Frans kembali berbunyi, kali ini ada panggilan dari mamanya..


"I iya ma."


"Pulang sekarang ke rumah mama dan jelaskan semua ke mama dan papa.''


"Baik ma."


Frans memutuskan untuk segera mengantar Icha ke rumah orang tuanya. Sesampai di rumah mertuanya Frans langsung berpamitan dengan alasan ada urusan mendadak. Selama perjalanan Frans sungguh tidak tenang, dari jauh hari dia sudah mengira akan terjadi hal semacam ini, namun tidak secepat ini waktunya. Apalagi dia berpamitan akan pergi dengan Sherin, dan Sherin pun kini entah dimana. Frans mengirimkan pesan ke Sherin...


"Lagi dimana lo?" Pesan Frans langsung di balas oleh Sherin.


"Liburan lah, kenapa emang?''


"Lo kapan balik? mama papa udah tau hubungan gue sama Icha."


"What? kok bisa??? Awas ya kalo kabar itu sampai ke telinga keluarga gue, apalagi orang tua gue. Lo tau kan kondisi bokap gue? Dia pasti bakal shock kalau denger semua ini."


"Iya gue tau. Yaudah deh terserah lo mau balik sekarang atau gak. Yang jelas kita harus mempertanggung jawabkan semua ini."


"Kok kita sih?? Lo lah. Kan lo yang nikah sama Icha, ngapain gue di bawa-bawa?"


Frans semakin di buat emosi oleh kata-kata Sherin.


"Heh lo lupa Sher kalo lo selingkuh???!" dan tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Sherin. Frans segera memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Kini Frans memasuki kawasan perumahan orang tuanya, hatinya semakin tidak karuan. Pintu gerbang dibukakan oleh tukang kebun mamanya, dari halaman rumah sudah nampak mama papanya duduk di teras. Dalam hati Frans bertekad untuk segera menyelesaikan semua masalah ini, apapun resikonya. Plakkk ....... Pertama kali yang didapat dari papanya adalah tamparan keras di pipi, baru kali ini papanya melakukan ini pada Frans.


"Anak macam apa kamu ini??!! Kamu sudah beristri tapi malah selingkuh sama orang lain.!! Mau ditaruh dimana muka papa haa??!" Yang ditanya hanya diam seribu bahasa,


"Jawab Frans, kenapa cuma diem aja?? Sherin juga mana??" Sahut mamanya, dan Frans masih belum mau bicara.

__ADS_1


Papa Frans kembali mengeluarkan semua unek-uneknya.


"Kamu itu ya Frans sudah mencoreng nama baik keluarga kita, coba kamu pikirkan hati Sherin sedikit saja.!! Coba kamu lihat papanya Sherin adalah orang yang paling tidak mau jika kalian berpisah, apalagi dia sedang sakit keras.!! Kok kamu malah selingkuh, apa kamu gak mikir kedepannya seperti apa??! Apa pernah papa mama mengajarimu untuk berbuat seperti itu??! JAWAB JANGAN HANYA DIAM SAJA.!!!" BUGGGGG.... papa Frans kembali melayangkan bogem ke perut Frans, Mamanya langsung menghentikan ulah suaminya. Nyeri dan sakit yang dirasakan Frans,


"Frans, coba kamu bilang sama mama apa yang sebenarnya terjadi??''


"Dia istriku ma, bukan selingkuhanku."


"APAAA???"!!" Papa Frans kembali berteriak. Mama Frans yang sangat shock mencoba untuk bersikap tenang,


"Istri bagaimana maksudnya Frans,? Kan kamu sudah menjadi suami Sherin??''


"Frans mau cerita kalau papa udah gak emosi lagi ma."


Mama Frans menoleh ke suaminya dan berkata,


"Dengerin anak kita dulu pa, kita sebagai orang tua juga gak tau sebenernya apa yang terjadi di keluarga Frans. Papa tolong tahan emosinya. Nih minum dulu."


Setelah minum emosi papa Frans sudah menurun dan Frans mulai bercerita, kalau sebenarnya dari dulu dipaksa menikah, Sherin sudah memiliki kekasih yaitu Devin. Entah apa tujuan Sherin yang notabenya sudah memiliki kekasih malah meminta papanya untuk menjodohkannya dengan Frans, dan Frans juga cerita kalau sampai saat ini Sherin masih berhubungan dengan Devin. Hingga suatu hari Frans bertemu kembali dengan Icha, lalu memutuskan untuk menjadikan Icha istri yang kedua.


Mendengar cerita Frans tentu saja membuat kepala kedua orang tuanya berdenyut,


"Sherin sudah tau pa, untuk restu dari mama papa Frans minta maaf karena sebetulnya Frans takut untuk mengatakan semua ini."


"Astagaa, kamu tau Frans kalau hubungan antara kamu dan Sherin sudah tidak sehat? dan kamu hanya diam saja??" Sahut mamanya.


"Ya betul ma, apalagi nanti kalau sampai semua ini sampai ke telinga papa Sherin, sudah dipastikan dia akan semakin drop."


"Maka dari itu pa. Frans seharusnya dari awal kalau kamu ada masalah dengan keluarga kamu dan kamu tidak bisa untuk memecahkan, minimal kamu sharing ke mama dong jangan kayak gini. Ini udah terlalu jauh masalah kamu. Terus Sherin dimana? kamu belum jawab tadi."


"Lagi di LN ma."


"Astagaaa, dengan siapa? dengan laki-laki selingkuhannya itu?"


Frans terpaksa mengiyakan perkataan mamanya. Orang tuanya lalu mengajak Frans untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kamu istirahat dulu Frans, kapan hari kalau kami lagi gak sibuk ajak istrimu kesini. Siapa itu namanya??" Mama Frans bertanya


"Icha ma."


Papa Frans pun menimpali,


"Kerja apa dia? atau hanya mengandalkan uang kamu? sehingga dia mau menjadi yang ke dua?"


Degg... Frans sungguh tidak menyukai kata-kata yang keluar dari mulut papanya.


"Icha punya usaha sendiri ma, dia punya 5 toko kue. Dan selama beberapa hari menjadi istriku dia belum menggunakan sepeserpun dari kartu yang aku kasih ke dia." Papa Frans pun terdiam, sebenarnya dia tidak ingin melontarkan kata-kata seperti itu. Dia hanya tidak ingin Frans hanya dimanfaatkan oleh orang lain.


"Yaudah kalau gitu, sekarang kamu ke kamar dan suruh Sherin segera pulang. Kita selesaikan masalah ini besok saat dia sudah balik dari LN."


"Ya ma,"


Pov Sherin.


Terdengar ponselku berbunyi, ternyata pesan dari Frans. Aku pun segera membukanya.


1 Message From Frans


"Lo beli tiket sekarang buat balik. Besok pagi langsung ke rumah mama."


Aduhh gimana nih, pasti Frans udah bilang ke orang tuanya tentang gue dan Devin. Lalu gimana nasib bokap gue yang masih butuh banyak biaya? Tiba-tiba perutku terasa mual.. hoekkkk,,, Devin segera menghampiriku


"Kenapa Sher?"


"Gak tau Dev, perut gue mual banget" Kembali keluar cairan dari perutku, seakan semua isi dalam perut ikut keluar.


"Lo masih minum pil nya kan?"


Glekkk,, aku menelan saliva, sudah seminggu ini aku lupa untuk minum pil kb.


"Lo gak minum pilnya Sher?" Devin kembali bertanya.

__ADS_1


"Sorry Dev, gu gue lupa." Hikkk hikss aku gak bisa menyembunyikan kesedihanku. Tubuku di rengkuh oleh Devin sembari berkata.


"Kalau memang kamu hamil, aku akan bertanggung jawab." Seakan udara segar menerpa wajahku, aku bersyukur kalai Devin mau bertanggung jawab, namun gimana dengan orang tuaku? apakah mereka akan membuka pintu hatinya untuk Devin? yang orang tuanya adalah musuh bisnis papanya dulu.


__ADS_2