Madu 25 Hari

Madu 25 Hari
Episode 7


__ADS_3

Alarm Icha berbunyi, saat membuka mata dia sangat kaget ketika mendapati dirinya memeluk tubuh Frans yang disangkanya adalah guling. Karena malu Icha menilik wajah Frans, memastikan kalau Frans masih tertidur. Icha pun buru-buru ke kamar mandi.


"Aduh malu banget gue, pakek acara gue meluk Frans lagi, huuhh bego nih gue. Untung aja Frans belum bangun." Gumannya di dalam kamar mandi.


Sementara Frans yang melihat tingkah Icha tersenyum simpul.Begitu Icha keluar dari kamar mandi dan melihat Frans masih tertidur segera membangunkannya untuk siap-siap bekerja.


"Frans bangun, Frans, woy bangunn." sambil menggoncangkan tubuh Frans.


"Hoahemm, jam berapa sih?" Tanya Frans yang pura-pura masih ngantuk, padahal sudah menjadi rutinitasnya selalu bangun pagi.


"Udah jam 6 ini, udah kesiangan. Sono buruan mandi."


Frans beranjak menuju kamar mandi. Selesai mandi Icha mengajak Frans untuk sarapan dan mama papa Icha sudah menunggu di meja makan.


"Pagi ma, pa" Sapa mereka berdua.


"Pagi sayang, yuk makan." Mereka sarapan dengan sesekali ngobrol, setelah itu Icha, Frans, dan papanya menuju tempat kerja masing-masing. Namun kali ini ada yang berbeda, Icha diantar oleh Frans. Saat di dalam mobil ponsel Frans berbunyi menampilkan nama Sherin memanggil..


"Ya Sher, kenapa???"


"Lagi dimana kamu?"


"Di jalan, kenapa?"


"Udah tanggal segini kok kamu belum transfer ke aku? jangan-jangan kamu lupa ya sama kewajiban kamu karena udah ada si Icha itu."


"Yaudah ini aku transfer."


"Oh iya, aku mau bulanan aku ditambah lagi jadi 200jt."


"Kamu gila ya Sher?"


"Kenapa? aku kan udah ngizinin kamu menikah sama si Icha, wajar dong aku minta bulanan aku ditambah, lagian uang segitu doang kecil lah buat kamu dan 1 lagi, nanti sore pulang mama papa mau ke rumah."

__ADS_1


"Hem ya." Tut... Frans menutup sepihak telpon dari Sherin. Icha yang kebetulan mendengar obrolan mereka pun jadi gak enak hati. Di tengah keheningan Icha bertanya pada Frans..


"Frans, gue boleh nanya gak?"


"Tentu, mau tanya apa?"


"Perusahaan yang lo kelola itu semua dari keluarga lo?"


"Iya Cha, tapi gue punya satu usaha yang gue bangun sendiri, tapi keluarga gue gak tau. Dan tenang aja apartemen yang gue siapin buat lo itu hasil dari usaha gue sendiri kok, bukan dari perusahaan orang tua gue."


Frans menceritakan kalai dirinya punya 10 usaha distro yang tersebar di luar kota. Dia juga bercerita kalau uang yang digunakan untuk usahanya sendiri dia dapat dari gaji saat dulu mengumpulkan gaji dari perusahaan orang tuanya, tentu saja Icha sedikit ragu dengan pernyataan Frans,


"Gue gak percaya kalau gaji lo cukup buat membuka usaha distro, apalagi udah banyak cabangnya."


"Ya terserah mau percaya apa gak. Yang pasti gue musti ngumpulin gaji gue dulu selama 1 tahun baru gue bisa buka 1 distro. Terus untuk yang cabangnya itu hasil dari gue dulu pernah minjem ke temen gue yang kaya banget. dan alahmdulillah udah lunas."


"Kenapa gak minjem orang tua lo?''


"Mereka ga akan kasih, karena mereka mau gue fokus sama perusahaan mereka."


"Pagi kak Icha, tumben dianter.. cie yang udah punya cowok nih.." Canda Santi.


"Ah kamu san bisa aja."


"Kita juga ikut seneng kalau kak Icha ada pacar, jadi kan gak kesepian lagi hehe."


"Aduh kamu nih bisa aja"


Yaudah saya lanjut bersih-bersih ya kak"


"Okee Sin." Sinta adalah salah satu pegawainya yang selalu menginap di toko, karena dia memang anak perantauan yang berasal dari jawa timur. Ya dari pada gaji habis buat bayar kost Icha menyarankan agar menginap di toko saja. Toh kamar di toko juga nyaman.


Icha kini sudah berada di kursi kasir, dilihatnya kalender yang di depannya. Sudah tanggal 5 waktunya untuk menggaji seluruh pegawainya. Dia pun dengan cekatan meneliti semua laporan keuangan selama 1 bulan di semua cabangnya, begitu selesai Icha langsung mentransfer gaji kepada pegawainya. Icha memang selalu begitu, saat dia tau hari itu waktunya memberikan gaji maka dia akan mengecek seluruh laporan keuangan dan langsung memberikan gaji. Tidak lupa Icha juga akan memberikan bonus kepada pegawai toko yang dirasa profit nya bagus.

__ADS_1


Jam baru menujukkan pukul 9 namun dari kejauhan nampak wanita dengan pakaian modis datang ke toko kue. Sontak saja Icha terkejut begitu tau siapa yang datang, ya Sherin. Icha sangat berharap Sherin tidak membuat hal yang aneh-aneh di tokonya. Pegawai Icha menyambut Sherin, begitu selesai memilih Sherin menuju kasir. Dia memang sengaja ke toko Icha pagi itu.


"Wah-wah, kamu masih kerja? aduh kasian banget. Udah dijadiin yang ke dua, masih susah-susah cari duit sendiri. Gak ada bedanya ya kamu setelah menikah dan sesudah menikah. haha" . Sindir Sherin setengah berbisik.


"Jaga mulut kamu ya."


"Eh apa jangan-jangan kamu gak dikasih duit ya sama suami aku? Aduh nelangsa banget sih. Oh iya berapa semuanya? nih 200 ribu, kembaliannya ambil aja, haha. Bye pelakor."


Icha setengah mati menahan emosi atas perkataan Sherin. Dia mengatainya pelakor, padahal Sherin sendiri juga berselingkuh dengan orang lain. Karena saat ini Icha ada di toko dia berusaha meredam emosinya, dia juga khawatir statusnya akan diketahui oleh pegawainya. Tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 12, Icha masih enggan untuk beranjak dari kursinya. Sinta yang melihat hal tidak biasa langsung menghampiri Icha dan bertanya,


"Loh kak Icha tumben gak ke cafe Hijau? ini kan sudah jam makan siang."


"Iya nih Sin, males banget mau keluar. Aku nitip makan kamu aja ya. Samain sama kalian. Nih uangnya."


"Oke kak."


Sinta menuju tempat biasa dia beli makanan. Ponsel Icha berbunyi..


"Ya Frans,"


"Makan siang yuk, gue jemput."


"Ga usah Frans, gue udah nitip Sinta."


"Kenapa? tumben gak ke cafe?"


"Lagi mager banget nih, oh iya kayaknya nanti setelah makan siang gue mau ke tempat Resti."


"Oke nanti gue jemput."


"Oh iya satu lagi, mulai besok gue mau pake mobil sendiri aja ya Frans. Gue susah kalau kemana-mana ga bawa mob sendiri."


"Yaudah itu dibicarain nanti deh, gue makan dulu. Lo juga jangan lupa makan."

__ADS_1


"Iya Frans."


Icha menutup telepon dari Frans, dia merasa bete banget atas apa yang dikatakan Sherin tadi. Tidak lama Sinta datang membawa beberapa bungkus makanan, Icha melahap habis makanannya. Dia tidak menyangka ternyata ada juga makanan yang enak di dekat tokonya. Selesai dengan makannya Icha memesan taksi online dan menuju ke tempat Resti.


__ADS_2