
Pov Aria
Frans adalah satu-satunya lelaki yang aku cintai sampai saat ini, dulu aku selalu mengimpikan bisa hidup bahagia berumah tangga dengannya, namun semua itu sirna ketika aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar negeri karena keinginan orang tuaku. Aku merasa menyesal karena telah mengambil keputusan yang salah, sehingga aku harus kehilangan orang yang aku sayang. Kehidupanku di luar sangatlah bebas, apalagi teman-temanku mayoritas sudah terbiasa dengan yang namanya party dan miras hingga aku pun terseret ke dalam kehidupan mereka. Aku yang dulunya adalah anak yang pendiam dan rajin belajar juga menjadi sering bolos saat ada mata kuliah, kemudian hal yang tidak diinginkan pun terjadi, waktu itu aku membolos kuliah dan berkumpul di rumah salah satu temanku yang kebetulan kedua orang tuanya sedang ada tugas di luar kota, kita mengadakan party di rumah itu karena aku terlalu banyak meminum minuman keras tubuhku mulai oleng dan entah apa yang terjadi saat ku buka mata di pagi hari aku sudah berada dalam satu selimut dengan temanku yang bernama Jerry. Karena kejadian tersebut aku dan Jerry menjadi semakin dekat hingga sering melakukan hubungan badan, namun di bulan berikutnya aku tidak mengalami datang bulan. Aku sudah sangat takut apalagi dengan orang tuaku, bulan berganti bulan hingga di bulan ke 7 usia kandunganku perutku terlihat mulai membesar, Jerry pun sebenarnya sudah siap bertanggung jawab dengan apa yang terjadi padaku. Karena aku juga bingung mau bagaimana akhirnya aku menerima tawaran kedua orang tua Jerry untuk menikahkan aku dengannya meskipun tanpa memberi tahu orang tuaku, beruntungnya orang tua Jerry adalah orang yang kaya, sehingga meskipun aku dan Jerry masih sama-sama belum bekerja untuk kehidupan sehari-hari dibantu oleh mereka. Pada saat itu aku memutuskan untuk keluar dari universitas, hari-hari hanya ku habiskan untuk rebahan di kamar saja. Tak lama setelah itu hari kelahiran anakku pun tiba, keluarga Jerry sangat senang akan kelahiran putraku yang ku beri nama Zeith, kehidupan keluarga kecil kami bisa dibilang berkecukupan dan bahagia, pada saat itu aku setiap satu tahun sekali pasti selalu berkunjung ke tempat orang tuaku tanpa Jerry dan Zeith. Aku terpaksa bohong ke mereka kalau aku sudah bekerja di luar negeri, entah apa jadinya jika orang tuaku mengetahui anaknya yang disekolahkan tidak lulus. Kejadian naas menimpa Jerry saat pulang kerja dia mengalami kecelakaan hingga menyebabkannya kehilangan nyawa, pilu yang kurasakan saat itu, aku tidak tau harus bagaimana tanpa Jerry, karena hanya saat hidup bersama dengannya aku bisa melupakan Frans. Orang tua Jerry memberikan aku dan Zeith sebuah rumah mewah dan Zeith akan menjadi pewaris tunggal perusahaan mereka, karena Jerry adalah anak mereka satu-satunya. Setelah kepergian Jerry, mertuaku menyarankan agar aku kembali mendaftar di universitas, dan aku pun menyetujuinya tentu saja dengan biaya dari mereka. Bertahun-tahun sudah ku lewati masa kuliahku dengan baik dan lulus dengan nilai yang memuaskan.
Hari ini adalah waktuku untuk kembali ke Indonesia untuk mengunjungi orang tuaku, aku sudah izin dengan mertuaku akan agak lama di Indonesia, dan mertuaku tidak mempermasalahkannya karena Zeith akan selalu dalam pengawasan mereka,ya anakku kini sudah tumbuh menjadi remaja yang pandai dan tampan. Tiba saatku sampai di bandara kota Jakarta, aku menghembuskan nafas lega akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan kedua orang tuaku, dan terlintas satu nama dalam pikiranku, FRANS. Aku sudah tidak memiliki suami lagi, aku ingin kembali dengannya, namun hal pahit yang aku terima saat aku berkunjung ke rumahnya, ternyata Frans sudah memiliki istri. Aku tidak kehabisan akal karena sahabatku yang menjadi pegawai di kantor Frans sudah memberitahuku kalau Frans akan membutuhkan asisten pribadi, tak akan aku menyia-nyiakan kesempatan itu, yang pasti aku harus mendapatkan Frans kembali untuk menjadi papa buat Zeith.
Pov End.
Setelah acara resepsi Frans berbicara dengan mertuanya untuk mengajak Icha pindah ke apartemennya,
"Ma, pa, Frans mau izin bawa Icha tinggal di apartemen yang sudah aku siapkan," Mama Icha sejenak tertegun, dia tahu cepat atau lambat Frans akan membawa Icha pindah, dia sendiri pun tidak bisa melarang karena kini Icha sudah sepenuhnya tanggung jawab Frans.
"Iya Frans, kamu jaga Icha ya, jangan buat anak mama sakit hati,"
"Iya Frans, kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin kami ya," Sahut papa Icha
"Siap pa , ma, insya'allah Frans janji akan menjaga Icha dengan baik. Frans bantu Icha buat packing dulu ma"
"Sama minta tolong bibi buat bantu packing Frans, maaf ya mama gak bisa bantu mama masih agak gak enak badan ini,"
"Iya ma," Frans beranjak menuju dapur memanggil bibi.
"Bi tolong bantuin aku sama Icha packing ya,"
"Baik den,"
Mereka bertiga packing dengan sesekali bercanda, hingga jam 2 siang mereka selesai. Frans menghampiri Icha yang sedang merebahkan dirinya di kasur.
__ADS_1
"Nanti ke apartemennya sehabis isya' aja ya sayang," Sambil mengelus perut Icha.
"He em, atur aja,"
"Kamu gak laper?"
"Laper sih, pengen makan ketoprak," Kata Icha antusias.
"Sekarang kamu hobby banget ya makan ketoprak, hampir tiap hari lo kamu makan ketoprak."
"Ya gapapa dong, yuk beli... pengen nih. Denger-denger kalau ibu hamil gak diturutin ntar bayinya ngeces,"
"Mitos itu, yaudah ayok."
Frans segera melajukan mobilnya, seperti biasa Frans hanya sekedar menemani Icha makan, karena dirinya tidak begitu menyukai makanan itu.
"Gak sayang, aku nanti mau makan di warung nasi padang aja, udah lama gak makan nasi padang,"
"Wah boleh juga tuh, berarti hari ini aku cuma mau makan ketopraknya 1 porsi aja."
"Kenapa emang? biasanya kan 2."
"Ya karena ternyata yang di dalam perut juga kepengen nasi padang katanya."
"Haha itu mah keinginan kamu sendiri, ada-ada aja kamu."
Setelah menghabiskan ketoprak mereka menuju rumah makan padang, Icha sampai kalap karena dia merasa itu adalah nasi padang ter enak yang dia rasakan.
__ADS_1
"Sayang, makannya pelan-pelan dong," Kata Frans.
"Hehe sorry Frans, habisnya enak banget. Kenapa gak bilang kalau ada warung nasi padang seenak ini?"
"Kok manggilnya nama aku terus sih?"
"Ya mau gimana lagi? belum terbiasa aku tuh manggil kamu sayang."
"Nah itu bisa. Ya dibiasakan dong, aku juga awalnya gak biasa sekarang udah biasa."
"Hemm ya nanti aku coba deh, abisin tuh makanan kamu."
Selesai sudah acara makan siang itu, hingga tak terasa sudah waktunya untuk ke apartemen Frans, Orang tua Icha mengantar sampai depan pintu
"Frans, Icha jaga diri kalian baik-baik ya," Kata papa Icha.
"Dan kamu Icha jangan makan sembarangan loh, kamu kan lagi hamil." Sahut mamanya.
"Iya ma,"
"Yaudah kami pamit dulu ma, pa,"
"Iya hati-hati ya, jangan lupa buat sering-sering ke sini."
"Siap ma,"
Frans dan Icha kini sudah di dalam mobil dan bersiap ke apartemen.
__ADS_1