Madu 25 Hari

Madu 25 Hari
Episode 14


__ADS_3

Pov Frans


Mama mertua begitu terkejut dengan semua yang aku katakan, apalagi mendengar bahwa Sherin kini tengah mengandung anaknya dengan Devin.


"Astaga mama gak habis pikir sama kamu dan Sherin, mama kecewa sama kalian." Mama langsung masuk begitu saja ke ruangan papa mertua.


Pov End.


Hari-hari begitu cepat berlalu, kini Sherin dan Devin telah tinggal bersama di apartemen Devin meskipun mereka belum resmi menikah. Sedangkan Hari ini Frans tepat di usia pernikahannya dengan Icha yang ke 25 hari menghembuskan nafas lega, dia sudah resmi bercerai dengan Sherin. Dia sudah tidak sabar untuk segera ke rumah Icha untuk memberitahukan kabar ini... Tok tok tok.. Frans mengetuk pintu rumah Icha, mama Icha yang mendengar ketukan pintu beranjak membukakan pintu, begitu melihat siapa yang datang dia pun tersenyum..


"Hei Frans, udah lama banget loh gak kesini. Yuk masuk, Icha pasti seneng banget kamu kesini."


"hehe iya ma."


"Kamu langsung samperin Icha di kamar ya, mama mau ke belakang dulu."


Frans dengan semangat menuju kamar Icha, begitu pintu di buka terlihat Icha yang tengah lemas dan rambut yang berantakan duduk di sofa.


"Icha, kamu kenapa Cha?"


"Kamu dateng Frans, aku kangen banget sama kamu." Icha langsung memeluk Frans, yang di peluk sedikit heran karena tidak biasanya Icha memperlakukan dirinya seperti itu.

__ADS_1


"Aku kepengen makan ketoprak, temenin beli yuk."


"Hah, tumben kamu pengen ketoprak?"


"Ya emang gak boleh? Yaudah aku ngambek nih."


"I iya buruan siap-siap aku tungguin." Niat hati ingin menyampaikan kabar perceraiannya dengan Sherin tapi sudah terhalang oleh keinginan Icha membeli ketoprak. Seperti biasa Icha memoles wajahnya dengan riasan natural dan memakai dress di bawah lutut, kali ini dia memakai warna soft grey yang semakin membuat Icha menawan. Mereka kemudian berpamitan dengan mamanya dan meluncur ke tempat penjual ketoprak,


"Pak ketopraknya 2 makan disini ya." Pesan Icha.


"Aku udah makan barusan Cha, kamu pesen satu aja."


"Kamu yakin mau habisin 2 porsi?"


"Yakin dong, ntar kamu lihat ya." Dan benar saja Icha kini sudah beralih ke piring ke dua setelah satu piring habis dilahapnya, Frans melongo melihat Icha makan begitu banyak.


"Yuk Frans, balik. Udah kenyang."


Di dalam perjalanan Frans masih bertanya -tanya kenapa dengan Icha... Sesampai di rumah mereka duduk di ruang tengah, dan saat itu juga Frans berkata dengan Icha bahwa dia kini adalah istri satu-satunya. Air mata Icha menetes, dia tidak menyangka kini Frans menjadi satu-satunya miliknya.


"Kamu gak bohong kan Frans?"

__ADS_1


"Gak bohong Cha, mau gimana lagi sekarang Sherin sudah mengandung anak Devin. Aku gak bisa lama-lama sama dia."


"Oh iya Frans, aku ada kabar buat kamu bentar ya aku ke kamar dulu."


Dari tangga terlihat Icha membawa kotak berwarna pink.


"Coba deh kamu buka." Frans membuka kotak itu pelan, dan sungguh bahagianya dia ketika melihat tanda strip 2 di testpack. Dia memeluk tubuh Icha.


"Kamu beneran hamil Cha?? Ya Allah aku bahagia banget hari ini. Oh iya Cha, kamu kapan mau ketemu sama orang tua aku? mereka nungguin kamu dateng loh."


"Aku takut Frans."


"Takut apa? kan ada aku. Lagian mereka juga udah tau kok kejadian sebenarnya kayak apa."


"Aku takut di cap pelakor, sekaligus takut dianggap sebagai orang yang merusak rumah tangga kamu dan Sherin."


"Cha, kamu jangan berpikiran seperti itu. Aku yakin orang tua aku akan sepenuhnya menerima kamu, percaya sama aku."


Icha sedikit ragu untuk menemui orang tua Frans, sungguh dia sendiri juga tidak menyangka kalau jodohnya dulu masih berstatus suami orang. Icha hanya menghela nafas.


Sementara itu di sebuah tempat parkir rumah sakit Sherin sedang bersiap untuk menemui kedua orang tuanya. Kini pintu kamar terbuka, mamanya yang melihat Sherin senang akhirnya dia datang untuk mengunjungi papanya setelah sekian lama hanya berkabar lewat telepon, namun mamanya juga sedih karena Sherin telah berpisah dengan Frans.

__ADS_1


__ADS_2