Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu

Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu
Chapter 10


__ADS_3

Setelah selesai sholat subuh Pak Andi mengantarkan Putrinya ke rumah sahabatnya tidak lain adalah Rumah pak Ferdi. Sementara di rumah pak Ferdi mama Nadia, Rani dan Rina sudah berada di dapur untuk memasak sarapan mereka. Fauzan dan pak Ferdi sedang membersihkan halaman depan rumah yang sudah di tumbuhi rumput-rumput liar


"Yah Fauzan minum dulu haus, sekalian ambil minum juga untuk Ayah" Fauzan


"Iya nak, Ayah juga haus"


Fauzan masuk ke dalam rumah menuju ke dapur untuk mengambil air segelas untuk dirinya dan tak lupa juga segelas untuk pak Ferdi


"Ma... lagi masak apa ni" Ucap Fauzan yang melihat ibunya sedang sibuk


"Masak sayur capcay, Ayahmu mana" mama Nadia


"Ayah masih di depan, Fauzan mau minum sekalian ambil minum buat Ayah juga"


Mama Nadia melanjutkan lagi masakannya Rani sedang menyiapkan bahan-bahan kue karena sebentar lagi Ayu akan sampai


"Dek, Ayu nya mana kok belum sampai katanya datang pagi" Fauzan berbisik di telinga Rani menanyakan keberadaan Ayu


"Sebentar lagi sudah sampai Sabar bang" Rani balik berbisik


"Baiklah Abang ke depan dulu mengantarkan minum untuk Ayah" Fauzan masih berbisik


Rina yang melihat tingkah aneh kedua saudaranya merasa penasaran sebenarnya apa yang dibacakan oleh keduanya


"Bang, kak Rani kalian berdua ngapain bisik-bisik"


"anak kecil jangan ikut campur ya" Ucap Fauzan dan Rani ketus kepada si bungsu Rina. Rina langsung memasang wajah sedihnya melihat tingkah Abang sama kakaknya yang ketus terhadap nya


"Mama" Panggil Rina manja


"Kenapa sayang"


"Abang, sama kakak jahat sama Rina" Rina mengadu


"Abang, Rani ngak boleh gitu ya sama Rina dia Ade kalian berdua" Mama Nadia sengaja memarahi keduanya agar si bungsu Rina tidak ngambek lagi


"Iya mama" Jawab keduanya


"Fauzan, Katanya mau ambilin minum buat Ayah mu kok belum di bawa"? Tanya Mama Nadia


"Iya ma, Ini Fauzan mau bawa minum untuk Ayah" Ucap Fauzan menunjukan segelas air di tangannya dan berjalan keluar


Fauzan sudah sampai di ruang tengah dia berpapasan dengan Ayu yang baru datang. Ayu yang melihat Fauzan hanya berdiam di tempatnya dan menatap Fauzan dengan penuh kerinduan sementara Fauzan berjalan mendekat ke arah Ayu menatap penuh intens dengan kerinduan. Fauzan menyadari bahwa dia mulai tertarik dengan gadis yang seusia adenya Rani.


Ketika Fauzan sudah di hadapan Ayu, Seketika dia ingin memeluk gadis tersebut untuk melepaskan kerinduannya selama satu Minggu tidak bertemu tapi dia urungkan niatnya hanya menatap Ayu dan seketika senyum mengembang di bibirnya tangannya terulur mengacak Rambut Ayu


"Apaan sih Bang, Rambut Ayu berantakan nanti ngak cantik lagi" Ayu


"Minggir bang Ayu mau lewat" Usir Ayu agar Fauzan mau memberikan jalan kepada nya. Ayu melangkah ke kanan Fauzan juga ke kana n, Ayu ke kiri Fauzan juga ke kiri membuat ayu semakin marah karena Fauzan mengerjai nya


"Kamu ngerjain aku ya, aku balas ngerjain Kamu bang" Ayu bergumam dalam hati menunjukkan senyum jahilnya


Ayu melangkah ke kanan seketika Fauzan juga melangkah ke kanan, Ayu langsung melangkah maju dan mengecup bibir Fauzan. Fauzan yang mendapat serangan mendadak seketika terdiam di tempatnya. Ayu yang melihat Fauzan mematung langsung melangkah ke dapur baru beberapa langkah Ayu berbalik ke arah Fauzan


"Bang" panggil Ayu ke Fauzan dan mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum jail menggoda Fauzan


Fauzan terperangah melihat tingkah Ayu dia tersenyum sambil geleng-geleng kepala


"Ayu ayu....tingkah mu manis sekali aku pengen cubit pipi mu yang caby" ucap Fauzan dan berjalan ke depan rumah membawakan minum untuk Ayah nya

__ADS_1


"Ayah minum dulu" Fauzan menyodorkan segelas air putih kepada pak Ferdi. Pak Ferdi mengulurkan tangannya dan mengambil air yang diberikan Fauzan


"eh nak Fauzan Gimana kabarmu" Tanya pak Andi


"Alhamdulilah baik om"


"Om sendiri gimana kabarnya" Tanya Fauzan balik


"Alhamdulilah seperti yang kamu lihat nak" pak Andi


...****************...


"Assalamualaikum" ucap Ayu memberi salam kepada mama Nadia Rani dan Rina ketika dia sudah berada di ambang pintu dapur


"waalaikum salam" jawab mereka. eh nak Ayu sudah datang ya sama siapa?" Tanya mama Nadia


"Sama Ayah Tante" Jawab Ayu


"Hai Rani Rina" Sapa Ayu kepada kedua adik Fauzan


"Hai juga Ayu" Jawab keduanya bersamaan. "Ayu sini" Panggil Rani melambaikan tangan ke Ayu agar ayu mendekat ke arahnya


"aku bantu apa ni Rani" Tanya Ayu ketika dia sudah berada di samping Rani


"bantu aku aja nyiapin makanan di meja makan" Rani


"oke siap" Balas Ayu


Mama Nadia merasa senang dengan interaksi keduanya dia senang melihat Ayu yang mudah berbaur dan tidak sungkan-sungkan untuk membantu. Ayu dan Rani sedang menyiapkan makanan di atas meja makan


"Semoga suatu saat Ayu dan Fauzan berjodoh" batin mama Nadia berdoa agar bisa mendapatkan menantu yang baik seperti Ayu


"Rina sayang buat kopi tiga cangkir ya" Mama Nadia


"Rani kalo udah selesai Makanannya di tatah panggil Ayahmu, om Andi dang Bang Fauzan" Ujar mama Nadia. Rani pun berjalan ke depan rumah tuk memanggil Ayahnya, Fauzan dan juga Om Andi


Mereka semua sedang menikmati sarapan pagi dengan tenang tidak ada yang berbicara hanya terdengar dentingan sendok dan piring, beberapa menit berlalu terdengar suara salam seseorang orang dari depan.


"Sepertinya itu Abang Farhan udah datang" Ujar Rani berdiri melangkah ke arah ruang tamu


"waalaikum salam bang" menghampiri Kaka sulungnya dan mencium punggung tangan bang Farhan


"Hai Santi" Sapa Rani ketika melihat Santi sebenarnya Rani malas bangat menyapa gadis tersebut tapi nanti Abangnya marah berfikir Rani menganggap Santi orang lain


"Hai juga Ran" Santi


" Ayo bang, Santi kita langsung ke ruang makan mama dan Ayah sudah menunggu" Ujar Rani


"Baiklah, Santi kita sarapan dulu setelah itu baru kamu beresin barang-barang mu" Ujar Farhan kepada saudara iparnya


ketika sudah sampai di ruang makan Santi begitu terkejut melihat Ayu ada di ruang makan duduk di sebelah Fauzan


"kenapa Ayu bisa ada disini sepagi ini, apa semalam dia menginap disini juga" Batin Santi kesal karena baru datang ternyata Ayu sudah duluan di rumah ini


"Santi ayo duduk kamu sarapan dulu ya" Ujar mama Nadia yang melihat Santi berdiri saja dan melihat ke arah Ayu dan Fauzan


"Iya ma" Jawab Santi dan duduk di sebelah Ayu yang kursinya masih kosong


Setelah mereka selesai sarapan pagi Rani, Ayu dan si bungsu Rina membereskan meja dan membersihkan peralatan makan yang tadi di gunakan dan menyusun di dalam lemari khusus tempat penyimpanan peralatan makan. Santi tidak ikut karena dia sedang membereskan barang-barangnya dan dia memilih istirahat di kamar saja dari pada bergabung dengan yang lainnya di dapur. Fauzan seperti biasanya mengantarkan mama Nadia pergi ke pasar. pak Andi sudah pamit pulang dan pak Ferdi dan Farhan sedang berbincang di ruang tamu

__ADS_1


"Kak, kenapa Bang Farhan datang bersama kak Santi" Tanya si bungsu Rina belum mengetahui kedatangan Santi dan Farhan


" Bang Farhan antar Santi tuk sekolah disini dan dia akan tinggal disini"Rani


"apa" Teriak Ayu dan Rina secara bersamaan begitu kaget mendengar penuturan Rani. Rani hanya bisa menutup telinga dengan kedua tangannya


"ish kalian ini perempuan tapi suara berisik sekali telingaku sakit mendengar suara cempreng kalian berdua" cecar Rani merasa jengkel dengan keduanya


"kak, Rina ngak salah dengar kan?" Tanya Rina meyakinkan


"Ngak kok itu benar, semalam bang Fauzan cerita sama Kaka" Ucap Rani memperhatikan raut wajah Ayu yang berubah


"Ayu kamu kenapa, kamu takut ya punya saingan?" Rani menggoda Ayu karena dia sudah mengetahui perasaan sahabatnya kepada sang kakak. Ayu sendiri yang memberi tahu kepada Rani tentang Perasaannya kepada Fauzan


" Hah apa, ngak kok trus aku harus jawab apa dong kalo Santi mau tinggal disini" Ayu salah tingkah mendengar penuturan Rani


" Kamu tau ngak Bang Fauzan itu semalam nanya kamu trus tadi pagi juga waktu kamu belum datang" ucap Rani memberi tahu


"kak Ayu dan bang Fauzan udah jadian ya"? Tanya Rina penasaran


"Ngak kok kita ngak pacaran" jawab Ayu cepat agar Rina tidak salah paham


"bukan ngak pacaran tapi sebentar lagi akan jadian, udah kangen-kangenan tuh" Rina menggoda Ayu lagi


"apaan sih, dari pada kamu ngomel-ngomel mendingan rasa ni kue" Ujar Ayu sambil memasukan kue di mulut Rani. Rani gelagapan mulutnya penuh dengan kue Ayu dan Rina tertawa terbahak-bahak melihat Rina yang tersedak


"Aku setuju kok" Ucap Rina mendukung jika Ayu dan Fauzan menjalin hubungan


Bersambung.........


...****************...


Hay para readers semuanya 🤗🤗


semoga kalian sehat-sehat ya.....


Author akan usahain untuk update tiap hari


tapi waktunya tidak menentu


mengingat Author juga punya tugas yang


tidak bisa ditinggalkan begitu saja di


kehidupan nyata


🙏🙏🙏😔


Oleh karena itu mohon dukung karya perdana


Author ya 🙏🙏😘😘😊😊


Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana


Author lebih bersinar 🌟🌟🌟🌟🌟👌🥰🥰


Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke


rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan

__ADS_1


kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya


Terimakasih semuanya 🙏🙏😘😘


__ADS_2