
Beberapa orang yang ada disitu berbicara menghawatirkan keadaan Aira tanpa berbuat sesuatu. Fauzan yang baru saja tiba di pelabuhan seketika mendengar percakapan beberapa warga desa di tempat tersebut
"Pak ada apa rame-rame" Tanya Fauzan penasaran
"Ada yang tenggelam"
"Cewek lagi"
"kasihan dia"
ucap beberapa warga yang berada di tempat itu. Fauzan yang mendengar itu langsung menjatuhkan barang belanjaannya dan langsung lari terjun ke dalam air laut
Byuuuurr
Fauzan berenang ke dasar laut mencari seseorang yang tidak ia kenal selama lima menit dia mencari dan dia dapat melihat seorang perempuan yang matanya semakin sayu hampir tertutup Fauzan mempercepat gerakannya akhirnya dia bisa menangkap sosok seorang perempuan tersebut merangkul dan membawanya berenang. Fauzan penasaran dengan wajah gadis yang ia tolong Fauzan berusaha melihat wajah tersebut namun tidak terlalu jelas karena wajah gadis itu terhuyung-huyung oleh gerakan air yang berlawanan dengan arah gerakan Fauzan
Aira pasrah ketika tidak ada seorangpun yang dapat menolongnya bahkan kekasihnya yang baru tiga hari dipacari tidak dapat menolongnya, Tanaga Aira semakin lemah dia tak dapat mampu berenang menahan derasnya air laut dan pakaian yang ia gunakan membuat ia susah untuk bergerak
"Ayah, ibu maafkan Aira" ucap Aira lirih dia hampir hilang kesadarannya sebelum ia menutup mata ada sosok seorang pria yang menolongnya Aira bisa merasakan tangan kekar yang sedang merangkulnya hingga ia menutup mata karena kesadarannya benar-benar hilang
warga yang ada di atas jembatan begitu khawatir kini bukan satu orang tapi sudah ada dua orang yang berada di dalam air laut
"semoga pria itu bisa menyelamatkan gadis tersebut"
"Ia semoga mereka berdua bisa selamat"
"ini sudah lebih dari dua puluh menit"
"apa yang bisa kita lakukan"
Ucap beberapa warga berharap ada sebuah keajaiban. Amar hanya bisa pasrah saja karena dia tidak bisa melakukan apa-apa dia yakin Aira pasti sangat membencinya dan menganggap dia laki-laki yang tidak bisa bertanggung jawab dan tidak dapat melindungi kekasihnya. Dia begitu menyesal karena kelemahannya tidak bisa berenang
"Aku begitu bodoh, menolong kekasih ku saja tidak bisa" ucap Amar menarik rambutnya frustasi Air matanya terus mengalir di wajahnya
pak kepala desa W yang baru saja tiba di pelabuhan merasa heran dengan keadaan di tempat itu terlihat semua orang begitu cemas memandang ke permukaan Air laut "Ada apa ini" tanyanya. Amar yang mendengar suara itu langsung mengangkat wajahnya
"Aira jatuh ke dalam Air dan tenggelam" Amar menjelaskan
"Apa?" Ridwan terkejut mendengarnya
"Apa yang kamu lakukan, kekasih mu terjatuh dan kamu hanya bisa menangis menatap permukaan air ha...." Bentak Ridwan
" Maaf aku tidak bisa berenang" Ucap Amar pelan tapi masih bisa didengar Ridwan
__ADS_1
"Ia sudah di tolong oleh seorang pemuda, tapi sudah dua puluh menit mereka berdua belum terlihat diatas permukaan air" Ucap seorang yang berada di sana memberi tahu
Ridwan mengusap wajahnya kasar, " Apa yang harus aku katakan kepada kedua orang tua Aira nanti" ungkap Ridwan lirih
"Ah...." Teriaknya lagi
"Seharusnya aku tidak mempercayai dia jalan dengan dirimu" Ridwan begitu marah kepada Amar
Amar menundukkan kepalanya karena dia merasa sebagai laki-laki yang tidak berguna dan pengecut hanya kata maaf yang terdengar dari mulutnya
Pada menit kedua puluh lima Fauzan dan Aira terlihat di permukaan air laut
"Dia berhasil menemukan gadis itu" teriak seorang warga
"Ayo kita bantu angkat mereka" ucap yang lainnya
Ridwan yang mendengar itu langsung seketika menelpon pak Camat untuk meminta bantuan agar tenaga medis bisa datang untuk melakukan pertolongan pertama terhadap Aira
Fauzan dibantu warga menaikkan Aira dan dirinya ke atas jembatan Fauzan pun menggendong Aira ke tengah-tengah jembatan seketika dia menatap wajah gadis yang ia tolong dengan lekat
deg
jantung nya berdetak kencang melihat gadis yang ia tolong tak lain adalah gadis yang selalu hadir dalam mimpinya. Fauzan semakin mengeratkan pelukannya seakan dia begitu takut tak dapat melihat lagi senyum manis yang memperlihatkan lesung pipi. Fauzan membaringkan Aira dalam posisi terlentang di atas jembatan. Fauzan mencoba cek pernapasn Aira dengan mendekatkan telinga ke mulut dan hidung Aira untuk merasakan adanya embusan udara. Dia juga memperhatikan apakah d*d* Aira bergerak naik turun atau tidak untuk menandakan Aira masih bernapas.
Fauzan menempatkan bagian bawah pergelangan salah satu tangannya di tengah dada Aira, dan menempatkan tangan satu lagi di atasnya. ia menekan tangan ke bawah sekitar 5 cm dengan hati-hati agar tidak menekan tulang rusuk Aira. ia lakukan 30 kali kompresi dada, dengan laju 100 kali kompresi per menit atau lebih.
Seketika Aira terbatuk-batuk dan mengeluarkan Air Asin dari mulutnya di ikuti mata yang terbuka. Fauzan yang melihat Aira sudah sadarkan diri langsung menarik Aira kedalam pelukannya memeluk begitu erat seakan dia akan kehilangan Aira untuk yang sekian kalinya. Aira begitu terkejut mendapat pelukan secara mendadak dari pria Asing, dadanya berdebar tak beraturan seperti ada sengatan listrik yang menjalar di sekujur tubuhnya "Aku tidak pernah merasakan perasaan yang nyaman seperti ini ketika berada dalam pelukan Amar" Gumam Aira dalam hatinya. Ia meronta agar pria asing tersebut mau melepaskan pelukannya tapi tidak berhasil pelukan itu begitu erat terasa posesif
"Ehem bisa kah kau melepaskan pelukanmu aku kesulitan bernafas" ucap Aira tak tahan dengan pelukan pria Asing
"Berhati-hatilah karena aku tak selalu berada di sisi mu" Fauzan berbisik di telinga Aira dan melepaskan pelukannya
"Maaf" Fauzan berdiri mengambil barang belanjaan yang tadi dia bawa
Aira hanya menatap punggung Fauzan yang berlalu pergi menerobos kerumunan orang
"Wah dia hebat sekali bisa memberikan pertolongan pertama pada gadis ini"
"iya aku saja bahkan takut melihat kondisi gadis ini seakan-akan tidak bernyawa lagi
"tapi sepertinya dia bukan orang Aru ya...dilihat dari wajah dan warna kulitnya
Beberapa orang warga memberikan komentar positif atas tindakan Fauzan yang menyelamatkan Aira. Aira tersenyum mendengar penuturan beberapa warga
__ADS_1
"Aira, maafkan Aku" Amar hanya menundukkan kepalanya meminta maaf kepada Aira
"Alhamdulilah akhirnya kamu sadar juga, Ayo kita segera pulang" Ridawan merangkul lengan Aira dan membantunya naik ke atas speed boat. Aira hanya bisa mengikuti Ridwan dari belakang
"kamu jangan lagi dekat-dekat sama itu siapa namanya"
"Amar"
"Amar bahkan tidak bisa menolong mu ketika kau tenggelam. Pria tadi sangat pemberani tapi aku bisa melihat ketulusannya dan seperti ada rasa takut kehilangan dirimu sikap seperti ini hanya terdapat pada pria yang mencintai seorang wanita dengan setulus hati"
Deg...
Jantung Aira berdetak kencang mendengar penuturan Ridwan " apa benar dia mencintaiku tapi ini pertemuan pertama aku dan dia" Aira bergumam dalam hatinya
"Ia, aku bahkan belum berterima kasih kepadanya" Ucap Aira merasa bersalah karena tidak sempat berterima kasih dan menanyakan nama pria yang telah menolongnya
Sang Driver pun menjalankan speed boat ketika melewati beberapa motor laut Aira merasakan ada seseorang yang memperhatikan dirinya ia pun menoleh dan melihat pria yang tadi menolongnya sedang menatap ke arahnya netra mereka bertemu Aira merasakan desiran di dadanya ia pun menundukkan wajahnya. Ketika dia merasa speed boat yang sedikit menjauh Aira pun mengangkat wajahnya dan menatap ke arah pria asing dan tersenyum menampilkan lesung pipinya
Fauzan yang melihat Aira tersenyum kepadanya merasa senang bisa melihat senyuman manis yang selalu hadir dalam mimpinya kini senyuman itu hanya tertuju kepadanya Fauzan tersenyum balik ke arah Aira
"Aku begitu takut kehilangan dirimu, semoga kita masih bisa bertemu lagi dan menanyakan namamu yang akan aku simpan di dalam hati ini" Ucap Fauzan dalam hatinya memegang dadanya
"Kamu kenapa Fauzan senyum-senyum sendiri megang dada lagi" Pardi merasa heran melihat tingkah Fauzan
Pardi mengikuti arah pandangan Fauzan "Itukan gadis yang kamu tolong tadi, sepertinya kamu menyukainya" Ucap Pardi Fauzan hanya tersenyum mengangguk mengiyakan
"Fauzan Fauzan" Pardi menggelengkan kepalanya merasa Fauzan begitu mudah Menyukai gadis yang baru saja ditemui
Bersambung.........
...****************...
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
__ADS_1
Terimakasih semuanya ππππ