
para tetangga yang mendengar suara teriakan Bu Rahma segera menghampiri
"ada apa ya!kenapa Bu Rahma manggil-manggil nama Aira ya jangan ada sesuatu yang terjadi" Ucap Bu Amina khawatir
"ayo kita lihat yu ke rumahnya Bu Rahma" ucap Bu Ica
"ayo" angguk dua ibu yang lainnya dan mereka berempat masuk ke dalam rumah Bu Rahma dengan langkah yang tergesa-gesa takutnya akan terjadi sesuatu ketika mereka sudah memanggil-manggil nama Bu Rahma terdengar suara orang menangis dari arah dapur
"ada apa dengan Aira Bu Rahma" tanya Bu Amina ketika mereka berempat sudah berada di dapur dan melihat Aira tak sadarkan diri
"Aira pingsan" Ucapnya lirih mengolesi hidungnya Aira dengan minyak kayu putih dan setelah itu memijit kaki Cahya pelan. Bu Rahma berharap putrinya cepat sadarkan diri
"ya ampun kasihan Aira" Bu Amina ikut memijit kaki Aira yang satunya
"Aira pucat sekali jangan-jangan dia hamil lagi" bisik ibu-ibu yang lainnya tapi masih bisa di dengar sama ibu Amina, ibu Rahma dan juga ibu Ica. Bu Rahma yang mendengar hanya bisa pasrah saja dan tidak tau bicara apa
"hus jangan asal bicara" tegur Bu Ica. Kedua ibu tadi berbisik entah apa yang mereka bicarakan kemudian mereka pamit pulang
"kami pamit pulang dulu ya Bu Rahma" pamit salah seorang dengan senyum liciknya
"iya hati-hati ya jangan berprasangka buruk" ucap Bu Ica dengan sinis. kedua ibu itu langsung keluar dari rumah Bu Hasna dan mereka tidak pulang ke rumah masing-masing mereka malahan berbelok menuju ke puskesmas untuk memanggil seorang bidan karena mereka curiga Aira pasti sedang mengandung
...****************...
Pa Sahrul keluar dari rumahnya dan langsung menuju ke rumah pa Samsul dia yakin bahwa pria yang semalam bersama dengan pa Samsul dan istrinya adalah pria yang telah menghamili putrinya Aira. tanpa pikir panjang pak Sahrul langsung masuk ke dalam rumah pa Samsul melayangkan satu bogem mentah di wajah Fauzan yang sedang duduk bersama dengan pa Samsul dan istrinya
Buk
Fauzan seketika tersungkur ke lantai
"dasar pria brengsek kurang ajar kau setelah kau menghamili putri ku baru kau melamarnya hah kau pikir kau pria sejati" umpat pak Sahrul dan melayangkan beberapa bogem mentah ke wajah dan perut Fauzan tanpa ampun
Buk
Buk
__ADS_1
Buk
"apa! Aira hamil" ucap trio gosip serentak dengan tampang terkejut mendengar penuturan pa Sahrul, siapa lagi kalo bukan si Mutia, Rani dan Santi mereka sedang mengintip dari balik jendela dapur Rumahnya pa Samsul. mereka diam-diam mengikuti pa Sahrul yang keluar rumah dengan wajah penuh emosi. karena mereka bertiga kepo apa yang membuat pa Sahrul sangat marah akhirnya memutuskan untuk mengikuti pa Sahrul dan akhirnya mereka bisa mengetahui kenyataannya
"masa sih bang Fauzan yang hamilin dia, ngak percaya aku" ucap si Rani
"ngak tau sih kita kan ngak punya bukti" ucap Santi
sementara Fauzan yang babak belur tak berkata apa-apa lagi hanya menerima pukulan pak Sahrul tanpa mau melawan sedikitpun
"Sahrul berhenti" ucap pa Samsul sudah tak tahan melihat Fauzan di pukul habis-habisan seperti itu menarik pak Sahrul agar tidak lagi memukul Fauzan
"ah lepaskan saya Samsul, biar aku hajar pria brengsek ini dia telah menghancurkan putri kesayangan ku" pa Sahrul meronta-ronta untuk di lepaskan dia tak terima putrinya di hamili
"kamu bisa membunuhnya" hardik pa Sahrul
"biarkan saja, lebih baik dia mati karena sudah menghancurkan masa depan putriku" pa Sahrul bersih kuku ingin memukul bahkan membunuh Fauzan
"jangan bertingkah bodoh" pa Samsul geram terhadap pa Sahrul yang bertingkah seperti anak-anak "ingat istrimu dan anak-anak mu mereka pasti akan sangat kecewa jika kau melakukan tindakan yang fatal dan dipastikan kau akan menekam dipenjara karena membunuh seseorang" pa Sahrul langsung melemas jatuh ke lantai apa yang dikatakan pa Samsul ada dengan benarnya jika hal seperti itu terjadi gimana dengan istrinya. kini masa depan putri sulungnya sudah hancur.
"om aku mencintai Aira dan menerima dia apa adanya, aku ingin menjadikan Aira istri ku dan menyayangi anak yang ia kandung seperti darah dagingku sendiri" ucap Fauzan tulus dengan suara yang terdengar lirih menahan rasa sakit akibat bogem mentah yang di berikan Pa Sahrul kepadanya
"apa maksud semua perkataan kamu" tanya pa Sahrul bingung
"nak Fauzan apa yang kamu katakan, apa kamu tidak menghamili Aira" tanya pa Samsul juga merasa bingung
"iya! bukan saya yang menghamili Aira" Fauzan mengangguk mengiyakan
"kalo bukan kamu trus siapa" teriak pa Sahrul Frustasi
"saya tidak tau sebaiknya om tanyakan langsung kepada Aira" pak Sahrul sangat menyesal karena telah memukul Fauzan tanpa ampun
"astaga apa yang sudah aku lakukan pada pria yang tulus mencintai putri ku" batin pa Sahrul Frustasi menatap ke arah Fauzan yang sudah babak belur menahan sakit
sementara trio gosip yang ada di balik jendela sangat terkejut dengan kenyataan yang baru saja mereka ketahui
__ADS_1
"Wow bukan bang Fauzan" ucap Santi
"tuh kan aku bilang juga apa pasti bukan Fauzan si Aira tuh kegatalan sama pria lain di hamilin eh malah nuduh Fauzan" ucap Rani geram
"kalau aku jadi bang Fauzan, ngak mau tuh dapat bekas orang maunya yang masih tersegel" ucap Santi
"Fauzan tidak repot-repot cetak anak lagi langsung dapat, Beli satu gratis satu" trio gosip terkekeh sangking asyik cekikan Mutia tak sengaja menginjak kaki Santi
"ah! sakit" teriak Santi kakinya keinjak sama Mutia
"siapa disitu" teriak Bu Ratna
Trio gosip langsung tancap gas Kabur dari tempat dimana mereka sedang mengintip ketika mendengar suara Bu Ratna dan diiringi suara derap langkah kaki. Bu Ratna keluar dari pintu belakang dan memeriksa sekeliling namun tak menemukan siapa-siapa. Bu Ratna pun masuk ke dalam rumah dan mengambil Air hangat dan mengompres wajah dan perut Fauzan
Bagaimana dengan Pak Sahrul yang mengetahui jika pria yang bernama Fauzan yang sudah ia pukul sampai babak belur tanpa bertanya terlebih dahulu ternyata pria yang tidak menghamili putrinya Aira bahkan Fauzan mencintai Aira dan menerima Aira dengan segala kekurangannya. pak Sahrul langsung berdiri dan berjalan pulang ke rumahnya tanpa sepatah katapun ia sangat malu terhadap Fauzan, pak Samsul dan juga Bu Ratna
Bersambung,..............
...****************...
jangan lupa ya mampir di karya author yang lainnya yang berjudul : Rahim pengganti sang Asisten Rumah Tangga ππ€π₯°
****************
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
__ADS_1
Terimakasih semuanya ππππ