
"apa sebenarnya isi surat ini, aku takut jika bang Fauzan meninggalkan aku lagi" batin Aira dan menutup kembali amplop tersebut
"kenapa di tutup Aira" Tanya Bi Ratna ketika melihat Aira menutup kembali amplopnya
"nanti aja Bi di rumah baru aku baca"
"ya udah minum dulu tehnya mumpung masih hangat"
Setelah selesai meminum teh Aira pamit pulang ke rumahnya sedari tadi dia gelisah tentang isi surat yang di tinggalkan Fauzan untuk dirinya.
lima menit perjalanan dari rumah Bibi Ratna ke rumahnya kini Aira sedang duduk di atas tempat tidur di dalam kamarnya ia pun mengambil surat dari saku celana yang ia kenakan
Aira menatap amplop putih tersebut dengan perasaan bimbang antara penasaran dan rasa takut tatkala mengetahui isi surat tersebut
"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Aira ketika membuka amplop putih itu. didalam amplop itu ada secarik kertas.
"Assalamualaikum Aira ketika kamu membaca surat ini aku sudah berada di lautan. Jaga diri baik-baik ingat makan dan istirahat yang cukup jangan kerja yang berat-berat jangan lupa vitamin dan obat penambah darah jangan lupa diminum agar bayi kita sehat dan tumbuh cepat. Aku janji setelah balik lagi ke kampung aku akan segera melamar dirimu sayang. ingat simpan no handphone aku maaf karena waktu itu aku lupa meminta no mu. aku merindukan mu Aira dan bayi kita. aku mencintaimu. By Fauzan Bugis"
Aira tak dapat menahan Air matanya yang telah menetes begitu saja membasahi pipinya. Aira terharu Fauzan bukan saja mencintai dirinya tapi juga bayi yang ada di dalam kandungannya padahal jelas-jelas ini bukan darah dagingnya tapi terlihat jelas di dalam surat bahwa Fauzan menyayangi bayinya dan menerima dengan lapang dada
"sayang kamu baik-baik di perut mama ya, kita tunggu papa Fauzan datang kita akan berkumpul bersama" Aira mengelus perutnya yang masih datar
Aira memasukan kembali secarik kertas kedalam amplop dan menyimpan di dalam lemari di tempat teraman agar saudara dan kedua orangtuanya tidak mengetahui kehamilannya. sebelum menyimpan kembali surat dari Fauzan Aira telah menyimpan no ponsel Fauzan
...****************...
Aira menjalani hari-harinya seperti biasa setiap harinya pergi ke kantor desa dan pulang dia selalu membantu mamanya untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
Kini sudah satu bulan berlalu namun tidak ada kabar dari Fauzan
"bang kapan balik aku merindukan mu, nomor mu juga tidak aktif" batin Aira memandangi lautan ia jenuh setiap hari di rumah saja dan hari ini dia memutuskan untuk berjalan-jalan ke pantai
Dari kejauhan Aira dapat melihat tiga kapal ikan sedang menuju ke daratan
"semoga salah satunya kapal itu ada bang Fauzan" Ucapnya lirih masih memandang ke Arah laut
Aira mencari no Fauzan di kotak pencarian untuk menghubungi Fauzan
"maaf nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi karena sedang berada di luar jangkauan" hanya terdengar suara operator seluler.
Huh Aira menarik nafasnya kasar dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya
"sayang kamu dari mana nak" Tanya mama Rahma ketika melihat putri sulungnya baru dari luar rumah
"dari pantai ma jalan-jalan sebentar" jawab Aira
"Sayang bantu mama bersihkan udang sekalian kamu masak ya untuk makan malam kita"
"iya ma"
__ADS_1
Aira berjalan ke dapur dan membersihkan udang namun baru melihat udang Aira sudah merasakan mual ia kemudian mengambil botol minyak kayu putih dan mengolesi hidungnya dan setetes Aira taruh di dalam mulutnya dengan begitu rasa mualnya hilang
Aira menarik nafasnya legah ia segera membersihkan udang tersebut sebelum rasa mualnya balik lagi setelah selesai membersihkan Aira segera membuat bumbunya dan memasak udang tersebut
Aira segera bergegas ke kamar mandi dan membersihkan dirinya berganti pakaian dan menggunakan mukena dia akan melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di masjid.
"eh lihat tuh si Aira sombong banget mentang-mentang jadi sekertaris di kampung kita ini" ucap gadis A
"ia aku juga tuh ngak suka sama dia" ucap gadis B menimpali
"eh aku dengar-dengar katanya dia punya hubungan khusus sama tuh anak kapal yang tinggi putih dan ganteng itu" Ucap gadis C
"iya-iya aku pernah dengar juga kalo ngak salah namanya Fauzan, diakan pernah Azan waktu subuh sebulan yang lalu" Ucap gadis B menimpali
Aira tak menghiraukan pembicaraan gadis Desanya yang ia temui di halaman mesjid "Bukannya datang tuk sholat mereka malah gosipin aku" batin Aira dia terus melangkah masuk ke dalam mesjid dan duduk di tempat kaum wanita
Azan Maghrib pun di kumandangkan suara yang sangat merdu menenangkan setiap jiwa yang mendengar
"eh itukan suara Azan Fauzan" ucap gadis B yang mengenali suara Fauzan kepada kedua temannya
"aduh suara Abng buat hati Ade meleleh" ucap gadis A sambil cekikan
"suut" gadis C memberi isyarat dengan menaruh jeri telunjuk di atas bibirnya agar kedua temannya bisa diam dan mendengarkan azan
Aira yang berada di saf depan dapat mendengar dengan jelas pembicaraan gadis-gadis tersebut "Bang Fauzan sudah datang" batinnya, Aira senang akhirnya orang yang ia rindukan telah hadir
setelah selesai sholat Maghrib Aira ingin melihat wajah pria yang dia rindukan walaupun belum ada benih cinta di hatinya untuk Fauzan namun Aira akan berusaha untuk menerima Fauzan apalagi Fauzan rela menerima segala kekurangannya
Fauzan ingin sekali menemui Aira wanita yang ia rindukan sebulan lamanya tak melihat sang pujaan hatinya kaki ingin melangkah menuju pujaan hati namun ia dihadang tiga gadis yang ingin berkenalan
"hai bang, nama aku Rani" ucap Gadis A yang ternyata bernama Rani
"eh aku dulu, namaku Santi" ucap gadis B menarik tangan gadis yang bernama Rani itu agar dirinya bisa berjabat tangan duluan dengan Fauzan
"udah satu-satu dulu aku Mutia" Timpal Gadis C yang bernama Mutia
Fauzan akhirnya menyalami satu-satu dari ketiga gadis tersebut setelah ketiga gadis tersebut pulang ia pun segera pulang untuk menghubungi Aira
Fauzan menelpon berkali-kali namun Aira tak menjawab panggilannya
"sayang kamu baik-baik saja kan" ucap Fauzan sambil menatap layar ponselnya, Fauzan gelisah ingin mengetahui kabar Aira walaupun tadi dia sudah melihatnya namun itu belum cukup
sementara Aira kini berada di kamar mandi tiba-tiba saja isi perutnya berputar ingin dimuntahkan
Hoek
Hoek
Hoek
__ADS_1
Bu Rahma yang mendengar suara orang muntah di kamar mandi segera mengetuk pintu
Tok
tok
tok
"Aira kamu di dalam Nak, ada apa Aira" Aira yang mendengar suara mamanya segera membasuh mukanya dan membuka pintu
"sayang kamu kenapa nak, wajah kamu pucat"
"Aira tidak apa-apa mama, mungkin masuk angin tadi sore kan Aira tada angin di Pante"
"Lain kali kamu jangan ke pantai lagi ya sayang" Mama Rahma sangat mencemaskan putri sulungnya
"Aira ke kamar dulu ma pingin istirahat" Aira melangkah menuju ke kamarnya untuk istirahat badannya terasa lemas
karena lemas Aira akhirnya tertidur tanpa melihat ponselnya lagi
Fauzan melakukan panggilan lagi tapi tidak dijawab sama Aira. Fauzan memutuskan untuk mengirimkan pesan saja
"sayang gimana kabar kamu dan bayi kita, setelah Isya aku akan ke rumah mu untuk melamar dirimu, aku sudah tak tahan lagi ingin menjadikan dirimu milik ku seutuhnya. I Love you Aira " begitulah kira-kira pesan Yang dikirimkan Fauzan kepada Aira
Bersambung..........
...****************...
Maaf ya Kaka semuanya Author terlambat up karena Author sedang mengikuti even/lomba ππ
sambil nunggu novel ini up silahkan mampir ya ke novel baru Author dengan Judul "RAHIM PENGGANTI SANG ASISTEN RUMAH TANGGA"
mohon dukungannya ya ππ₯°π€
...****************...
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
__ADS_1
Terimakasih semuanya ππππ