
Fauzan tak habis pikir dengan pemikiran Ayah nya Aira yang sempit memandang orang pendatang seperti itu seakan-akan orang pendatang tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk putri mereka.
Huh Fauzan menarik nafasnya kasar mengacak-acak rambutnya kasar Bu Ratna dan suaminya kasihan melihat tingkah Fauzan sangat terpukul dengan kata-kata Ayahnya Aira
"nak Fauzan jangan terlalu dipikirin ayahnya Aira emang gitu orangnya" Bu Ratna mengelus lengan Fauzan agar anak itu bisa merasa tenang
"iya Bu, aku tidak akan menyerah begitu saja"
"om dan bibi hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk dirimu nak Fauzan" pa Samsul memukul pelan pundak Fauzan dan menyuruhnya untuk segera beristirahat
"tidurlah ini sudah larut" setelah berucap pa Samsul dan Bu Ratna berjalan menuju kamar mereka
sementara di rumah Pa Sahrul, Cahya sedang menangis meratapi nasibnya yang tengah mengandung saat dirinya belum menikah apa kata orang-orang terhadap dirinya dan pasti saja ayahnya akan sangat marah ketika mengetahui dirinya tengah mengandung namun Cahya tak bisa berbuat apa-apa lagi dia hanya bisa berharap ada pria yang menerima dirinya apa adanya ketika sosok itu sudah ada namun di tolak mentah-mentah oleh sang ayah
dalam Isak tangisnya Aira mendengar dering ponsel nya ia melihat tertulis nama Fauzan, Cahya menjawab panggilan dari Fauzan
"halo sayang" terdengar suara Fauzan dari sebrang ketika panggilan telpon tersambung
"halo bang" jawab Aira suara gadis itu serak akibat menangis
"sayang jangan menangis gimana kabar dirimu dan anak kita" Aira lebih sedih tat kala mendengar Fauzan menyebut kata anak kita. Aira semakin terisak bantalnya kini telah basah terkena air matanya
"Aira sayang" panggil Fauzan lagi dari sebrang telpon karena sedari tadi Aira tak berbicara hanya menangis. Fauzan sangat hawatir dengan kondisi Aira tadi Fauzan dapat melihat dengan jelas Aira sedikit pucat dan lemas
"bang maafkan ayah" ucap Aira lirih
"tidak apa-apa, aku akan tetap berjuang agar kita bisa menikah dan hidup berbahagia dengan anak-anak kita" Aira tersenyum mendengar ucapan Fauzan yang sangat tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam
"iya bang, Aira doakan semoga secepatnya ayah menyetujui lamaran kamu bang Fauzan"
__ADS_1
"istirahatlah jangan di pikirin ingat ada anak kita dalam kandungan kamu jika kamu bersedih nanti anak kita juga ikut bersedih dan itu akan mempengaruhi pertumbuhannya. tidurlah Abng mencintai mu Aira"
"aku..." Aira belum menyelesaikan kata-katanya sudah di potong oleh Fauzan
"tidurlah ini sudah larut malam" Fauzan tau Aira belum bisa mencintai dirinya tapi Fauzan yakin suatu saat nanti Aira akan mengungkapkan perasaannya
Fauzan mengakhiri panggilan telpon. Aira hanya menatap ponselnya saja dengan wajah yang terlihat sendu "maafkan Aira bang saat ini Aira belum bisa mencintai mu tapi Aira sudah membuka hati Aira menerima kehadiran Abang, maafkan maafkan Aira bang" Aira pun tertidur karena lelah menangis
...****************...
Aira terbangun dan berlari ke arah kamar mandi karena merasa perutnya seakan-akan di putar.
Hoek
Hoek
hoek
"ayah" panggil Aira ia tau Ayah pasti sudah mengetahui kehamilannya dan ayahnya pasti sangat marah dan tidak memaafkan dirinya
Pa Sahrul mendekat ke arah putrinya dan memberikan Tamparan pada pipi kiri dan kanan Aira, menarik tangan putrinya keras sehingga Aira terjatuh dan kepalanya terbentur pada ujung meja makan yang terbuat dari kayu
Bu Rahma menangis melihat putrinya di perlakukan kasar seperti ini oleh suaminya sendiri "sudahlah ayah sebaiknya kita tanyakan dulu kepada Aira agar bisa mengetahui kejelasannya" Bu Rahma berdiri menghalangi suaminya agar tidak berbuat kasar lagi terhadap putri mereka. Aira merasakan ada sesuatu yang menetes di keningnya meraba dan melihat ada noda darah di keningnya namun ia tak bisa apa-apa hanya pasrah menghadapi kemarahan ayahnya inilah konsekuensi yang harus ia tanggung karena kesalahan dan kebodohannya di perdayai oleh pria yang tak bertanggung jawab
"kejelasan apa ma sudah jelas bahwa dia tengah hamil" pa Sahrul membentak dan mendorong istrinya keluar dari hadapannya dan berjalan menghampiri Aira. Bu Rahma tak mampu berbuat apa-apa lagi hanya bisa menangis
"katakan Aira siapa yang telah menghamili dirimu" teriak Pa Sahrul mencengkeram dagu Aira dengan kasar
Aira merasa kesakitan namun dia tak mampu berkata-kata hanya Air mata yang mengalir membasahi wajahnya. pak Sahrul sangat marah melihat Aira yang tak menjawab hanya diam saja. pak Sahrul melepaskan cengkramannya dari dagu Aira dan berjalan keluar rumah entah kemana perginya mungkin saja pak Sahrul akan ke rumah pak Samsul untuk menemui Fauzan ia sangat yakin Fauzan yang telah menghamili putrinya
__ADS_1
"Ayah kamu mau kemana" tanya Bu Rahma lirih namun tak di gubris sedikitpun oleh suaminya. Bu Rahma berjalan menghampiri Aira yang tengah tertunduk menangis dan keningnya yang terluka
"Aira" ucap Bu Rahma lirih merapikan rambut putrinya dan membersihkan luka Aira dengan air hangat dan kain bersih yang dicelupkan ke dalam air hangat tersebut lalu di kompres pada kening Aira yang terluka dan setelah itu Bu Rahma mengambil minyak tawon dan mengoles ke luka Aira. begitulah pengobatan sederhana yang di lakukan oleh orang kampung dan salah satunya adalah Bu Rahma
"sayang katakanlah kepada mama yang sebenarnya" Bu Rahma menghapus Air mata putrinya yang menetes terus menerus seakan tak mau berhenti Bu Rahma pun meneteskan Air matanya tat kala melihat putrinya seperti ini
Aira segera menghapus Air mata mamanya dan berhamburan kedalam pelukan Bu Rahma "maafkan Aira ma, Aira sudah buat mama dan ayah kecewa Aira sudah buat keluarga kita malu ma Aira anak yang durhaka buat mama menangis dan buat mama mendapatkan perlakuan kasar dari ayah, maaf maaf maafkan Aira ma" sehabis berkata seperti itu Aira tak sadarkan diri
"Aira! Aira! sayang" panggil Bu Rahma namun tak ada respon dari Aira. Bu Rahma melerai pelukan putrinya dan mendapatkan Aira sudah pingsan tak sadarkan diri
"sayang! sayang kamu kenapa nak" Bu Rahma menepuk Pelan kedua pipi Aira namun tak ada pergerakan dari putrinya
"Aira" teriak Bu Rahma frustasi
Bersambung.........
jangan lupa ya mampir di karya author yang lainnya yang berjudul : Rahim pengganti sang Asisten Rumah Tangga ππ€π₯°
...****************...
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
__ADS_1
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
Terimakasih semuanya ππππ