
"Assalamualaikum" ucap Fauzan datar berjalan masuk ke dalam rumah diikuti Santi dari belakang
"waalaikum salam" Balas Farhan dan Pak Ferdi
"Kalian dari mana nak" Tanya pak Ferdi
"Dari pasar Yah anterin Santi beli perlengkapan sekolahnya" Fauzan
"Fauzan ke kamar dulu"
"Santi juga ke kamar" Pamit Santi mengikuti Fauzan
Fauzan berjalan terus menuju kamarnya dan tidak menghiraukan Santi yang memanggil-manggil namanya
"Bang, Bang Fauzan tunggu Santi" Teriaknya agar Fauzan mau berhenti
tok tok tok Santi mengetuk pintu kamarnya. Fauzan berpikir bahwa itu adalah Rina yang selalu memanggilnya ia pun berjalan dan membuka pintu namun ternyata ia salah bukan Rina adiknya tapi Santi
"ngapain lagi sih, aku mau istirahat" Cecar Fauzan tak suka Santi selalu mengganggunya
"Bang maafin Santi" ucap Santi sendu
"Aku nggak marah kok, cepat pergi aku mau istirahat" usir Fauzan dengan nada dingin dan ketus
Mama Nadia yang ingin menemui anak sulung dan suaminya seketika terhenti karena melihat seseorang yang berdiri di depan pintu kamar Fauzan bahkan seluruh tubuhnya kampit masuk ke dalam kamar
"itukan Santi, ngapain dia di kamar Fauzan" Gumam Mama Nadia berjalan pelan menuju kamar Fauzan
Santi yang di usir Fauzan tidak bergeming sedikitpun dia tetap berada di tempat bahkan ia berjalan ke dalam kamar Fauzan. Fauzan yang melihat langsung naik pitam
"cepat keluar dari kamar ku Santi" Usir Fauzan
"Ngak mau bang" Santi bersikukuh
"mau kamu apa ha" Bentak Fauzan dengan suara yang sangat keras
"Santi mau bang Fauzan jadi pacar aku dan aku juga ingin menikah dengan bang Fauzan setelah aku lulus sekolah menengah atas. Aku mencintaimu Bang" Tutur Santi begitu serius dengan senyum yang terus mengembang dari bibirnya
mama Nadia yang sudah berada di depan kamar Fauzan terkejut dan terperangah tangannya pun menutup mulutnya ketika mendengar penuturan Santi. Mama Nadia tidak habis pikir dengan sikap Santi yang begitu berani bahkan sampai masuk di dalam kamar putranya selama ini kedua putrinya saja tidak pernah masuk sampai ke dalam kamar Fauzan. Fauzan yang mendengar permintaan konyol Santi menjadi geram dia mengepalkan tangannya terlihat buku-buku tangannya menyembul keluar wajahnya memerah
"seumur hidup pun aku tidak akan pernah memimpikan gadis seperti dirimu. sudah ada seseorang yang telah mengisi relung hatiku walaupun sampai saat ini aku belum pernah bertemu dengannya. cepat keluar dari kamar ku sebelum kesabaranku habis aku akan menyeretmu keluar dari rumah ini" Fauzan
"Berarti gadis yang bang Fauzan suka bukan si Ayu, bagus aku punya banyak kesempatan untuk dekat dengan bang Fauzan" Gumam Santi dalam hati sambil tersenyum licik
"Alasan macam apa itu. mencintai seorang gadis yang belum melihat wajahnya sekalipun?"Tanya Santi
"Bukan urusanmu cepat keluar dari kamar ku " Usir Fauzan
"Baiklah, tapi satu yang Abang ingat aku akan tetap memperjuangkan cinta ku dengan berbagai cara bahkan harus menghalalkan segala cara" Santi berucap dan berbalik berjalan keluar dari kamar Fauzan
Mama Nadia yang mendengar Langkah Santi segera masuk di kamar Rani yang bersebelahan dengan kamar Fauzan agar Santi tak mengetahui keberadaannya yang telah mendengar percakapan mereka. Fauzan mengacak frustasi rambutnya mendengar kesungguhan Santi. Dia tak ingin terjebak dengan tipu muslihat Santi yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dirinya.
"Siapa gadis yang sudah mengisi hati anakku, apakah dia selalu memimpikan seorang gadis?"Tanya mama Nadia pada dirinya sendiri
"Semoga Fauzan dan Ayu berjodoh, dan Fauzan selalu di lindungi oleh yang maha kuasa agar bisa terhindar dari cara licik Santi"
"mama akan memberi tahu kepada Ayah, sekarang bukan waktu yang tepat mama akan cari waktu yang tepat" gumam mama Nadia
...****************...
__ADS_1
Ayu, Rani dan Rina telah selesai menyiapkan makanan diatas meja
"Ayu, Rina aku panggil yang lain dulu ya" Ucap Rani. Rina dan Ayu hanya mengangguk mengiyakan
"Loh kok mama disini" Tanya Rani yang melihat mamanya keluar dari kamarnya
"Udah ngak usah banyak tanya. panggil Abang mu di kamarnya" Mama Nadia
Dengan bingung Rani berjalan ke arah kamar Fauzan
Tok tok tok
Fauzan yang mendengar suara pintu di ketuk dari luar tidak menggubris dan diam saja berbaring di atas kasur
"Bang....Bang Fauzan ini Rani Bang" Teriak Rani dari luar kamar
Fauzan yang mendengar suara adiknya langsung bangun dan berjalan membuka pintu
krek....
Bunyi handel pintu di putar dari dalam
"Bang mama panggil tuk makan, Abang kenapa kusut banget?" Tanya Rani melihat wajah dan rambut Abngnya yang berantakan
"Abang baru bangun tidur dek" ucap Fauzan tersenyum mengangkat tangan dan mengacak rambut Rani
"Tapi Abang sepertinya sedang memikirkan sesuatu" Rani merasa Abangnya tidak baik-baik saja
Fauzan hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan " Ada waktu baru Abang cerita sama kamu"
"Yaudah Rani akan tunggu sampai Abang siap cerita, Rani duluan Ya Bang buruan kita udah lapar ni"
"sakit bang" cecar Ayu sambil memegang pipinya. Fauzan hanya tersenyum melihat Rani meringis kesakitan berjalan ke dapur
semua orang makan dengan tenang tidak ada yang berbicara hanya terdengar dentingan sendok dan piring. Setelah selesai makan Rani, Rina dan Ayu membersihkan peralatan yang digunakan untuk makan dan memasak. mama Nabila masuk ke dapur dan melihat gadis-gadis kesayangannya telah selesai beres-beres didapur tersenyum dengan kehangatan kepada ketiganya
"Nak jam berapa kamu pulang" tanya mama Nadia sambil mengelus kepala Ayu
"Dikit lagi Tan...." ucap Ayu tersenyum dan merangkul lengan mama Nadia
Rani dan Rina tersenyum melihat Ayu yang bergelayut manja di lengan mama Nadia. Mama Nadia terlihat sangat menyayangi Ayu. Fauzan yang masuk ke dapur melihat Ayu dan mama Nadia seketika senyum mengembang di bibirnya
"Udah Nakal tenyata manja juga sama mama aku" Ucap Fauzan tersenyum dan menjentikkan jarinya di dahi Ayu
"Aduh sakit" Ayu meringis kesakitan menahan dahinya
Rani dan Rina hanya cengengesan melihat tingkah Abang mereka yang menjahili Ayu, mama Nadia hanya geleng-geleng kepala melihat Fauzan yang menjahili Ayu. mama Nadia melihat perbedaan yang begitu jauh ketika Fauzan bersama Ayu Fauzan akan bersikap manis penuh kehangatan lain halnya ketika dekat Santi Fauzan akan terlihat dingin dan ketus ketika berbicara.
"Ya Allah semoga Fauzan dan Ayu berjodoh. Amin" Mama Nadia berdoa dalam hatinya
Fauzan hanya tersenyum melihat Ayu yang cemberut terlihat lucu dan menggemaskan di matanya
"Fauzan kamu ini datang-datang langsung Ayu di ganggu" Ucap mama Nadia
"Hehehe" Fauzan hanya cengengesan menunjukkan giginya yang putih dan rapih
"Ayu pulang Abang antar ya"? Tawar Fauzan "ngak mau Abang jahat jahilin Ayu melulu" Jawab Ayu yang cemberut
"kamu tuh yang nakal, mau ngeles lagi" Fauzan semakin menggoda Ayu. Ayu semakin cemberut dan salah tingkah
__ADS_1
"Sayang, Nanti pulang Fauzan antar ya mama ngak mau terjadi sesuatu sama kamu di jalan" ucap mama Nadia sambil mengelus rambut Ayu
"Iya Tan" Ayu tak bisa menolak jika itu mama Nadia yang meminta
"Ayu ingat kue nya jangan sampai lupa" Rani mengingatkan
"Iya Ran" Ayu
"Ya udah kalo gitu mama ke kamar dulu mau istirahat" mama Nadia. mereka berempat mengangguk mengiyakan
"Bang Santi dimana"Tanya Rani. Fauzan hanya mengangkat bahunya tanda dia tak tau. "Bang aku malas ke sekolah kalo jalan sama si Santi" ucap Rani memelas
"Santi satu sekolah sama kita ya?" Tanya Ayu
"Iya, semoga ngak sekelas" Rani
"Udah ngak usah ngomongin hal yang ngak penting. Ayu mau pulang ngak" Fauzan
"Dikit lagi bang masih pengen ngobrol sama Rani dan Rina" Ayu
"Ya udah Abang ke kamar dulu nanti panggil Abang ya" Fauzan berjalan menuju ke kamarnya
"Bang Fauzan sepertinya Bete banget tuh kalo ngelihat kak Santi" Rina
"Betul dek tadi pas kakak bangunin bang Fauzan ia terlihat kusut seperti ada yang dipikirkan. Bang Fauzan bilang jika waktu yang tepat pasti ia akan cerita Kaka curiga pasti ada hubungannya dengan Santi" cecar Ayu panjang lebar
"emangnya si Santi kenapa tu?"Tanya Ayu bingung dengan pembicaraan Kaka beradik. Rani dan Rina hanya mengangkat bahu tanda tak tahu
"Ayu...." panggil Fauzan
" Ayo Abang antar agar kita ngak kemalaman" Fauzan
"Rani Rina Aku balik ya, kalo Tante bangun salam ya"
Rani dan Rina tersenyum mengangguk mengiyakan dan mengantarkan Ayu sampai ke depan rumah
"Om, Bang Farhan Ayu pulang dulu" Pamit Ayu kepada Pak Ferdi dan kakaknya Fauzan
"Iya nak hati-hati ya, Fauzan langsung antar Ayu balik ya jangan singgah dimana mana lagi, Ayah tidak mau kejadian seperti kemarin terulang kembali" Cecar Pak Ferdi menasihati dan mewanti-wanti agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan
"Iya Ayah" Fauzan dan Ayu bersalaman kepada pak Ferdi dan Bang Farhan
Bersambung........
...****************...
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
Terimakasih semuanya ππππ
__ADS_1