
Ayu bersalaman dan berpamitan dengan yang lainnya
Fauzan sudah berjalan lebih dulu dan menunggu Ayu di atas motornya
"Lamban" ungkap Fauzan ketika melihat Ayu jalan mendekat ke Arahnya
Ayu hanya tersenyum menanggapi Fauzan
"Ayu naik, mau pulang nggak?" Tanya Fauzan dengan ketus karena dari tadi Ayu hanya berdiri mematung tidak bergerak duduk di atas jok belakang motor
"Iya iya...."
Motor Fauzan melaju membelah Jalan
Santi begitu kesal karena apa yang dia rencanakan untuk menggagalkan Fauzan mengantarkan Ayu tidak terwujud
Setelah kepergian Fauzan dan Ayu, Santi berjalan dengan langkah yang lemas menuju ke dapur untuk membantu Rani dan Rina memasak makan malam mereka semua
...****************...
perjalanan ke rumah Ayu memakan waktu yang begitu lama karena jarak tempuh yang jauh
Suara Azan berkumandang menandakan masuknya waktu sholat Maghrib
Fauzan memberhentikan motor di depan masjid yang ada di tengah-tengah pemukiman warga
"Ayu kita sholat Maghrib dulu ya,,,,selesai sholat baru kita lanjutkan perjalanan" Fauzan mengajak Ayu untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah
"Iya" Jawab Ayu sambil berjalan menuju ke tempat wudhu khusus untuk wanita
Begitu juga dengan Fauzan berjalan ke tempat wudhu khusus untuk pria
Mereka melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah dengan penuh Khusyuk
Setelah selesai sholat Maghrib mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Ayu
*Rumah Ayu*
Bu Rani mondar mandir menunggu kedatangan putrinya waktu magrib telah berlalu Setengah jam dan waktu sholat isya segera tiba tapi putri kesayangannya belum kunjung tiba juga
"Pah Ayu kok belum sampai di rumah ibu khawatir, katanya mereka udah jalan dari jam lima sore kenapa sampai jam segini belum juga sampai"? Bu Rani begitu khawatir menanyakan keberadaan putrinya
"mungkin mereka masih di jalan Bu, kita doakan saja semoga anak kita selamat begitu juga dengan Fauzan Bu" Pak RT menenangkan istrinya
Sebenarnya ia juga sangat khawatir karena dia sudah mendengar desas desus warga tentang beberapa preman yang suka merampok bahkan sampai melukai mangsanya yang memberontak di persimpangan jalan yang sedikit gelap dan sunyi karena di tempat itu tidak ada pemukiman warga
...****************...
ketika mereka melewati persimpangan jalan yang sunyi dan sedikit gelap karena kurang pencahayaan di tempat itu seketika mereka dihadang segerombolan preman yang memang sengaja merampas atau merampok bahkan sampai melukai setiap orang yang melewati ditempat tersebut.
Fauzan yang melihat Ada Tiga orang Dewasa yang ternyata mereka adalah preman sedang menghadang jalan. ia pun langsung memberhentikan motornya lalu turun
"Om bisa minggir nggak, kita mau lewat" Fauzan
"serahkan semua harta benda yang ada pada diri kalian" Preman
"Enak aja, om itu harusnya kerja keras supaya dapat Rizki yang halal jangan ambil jalan pintas seperti ini. mencuri dan merampok itu dosa tau nanti mati masuk neraka" Fauzan
" Emangnya om nggak takut apa masuk neraka?"
" alah banyak bacot lu emang lu ustad apa?" preman
"Kalo mau ceramah yah di mesjid jangan disini" Preman yang paling besar badannya sangat marah karena Fauzan sudah berani menceramahi mereka bertiga
Preman yang badan paling besar segera memberi kode kepada kedua orang temannya agar segera membereskan Fauzan anak bau kencur yang banyak bacot
"Ayu sembunyilah di tempat yang aman" seru Fauzan kepada ayu agar dia bisa fokus untuk menghajar tiga preman
Ayu mengangguk dan mundur mencari tempat yang aman untuk bersembunyi
pertarungan yang tidak seimbang Tiga lawan satu pun berjalan dengan sengit
buk buk buk bunyi baku hantam antara Fauzan dan para preman
__ADS_1
preman yang badannya paling besar memberikan kode kepada kedua temannya untuk mengalihkan perhatian Fauzan dan Dia akan beralih menuju ke tempat persembunyian Ayu.
Ayu begitu terkejut melihat preman tersebut dapat menemukan dirinya dia begitu ketakutan wajahnya pun terlihat memucat seketika
preman itu melangkah semakin mendekat ke arah ayu dan senyum menyeringai pun muncul melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Ayu
Sementara Fauzan masih bertarung melawan dua preman lainnya dia tidak sadar jika salah satunya sudah tidak ada di tempat
preman yang berbadan besar berjalan lebih dekat ke arah Ayu
Ayu yang melihat preman tersebut semakin mendekat ke arahnya seketika tubuhnya gemetar dan bulir-bulir keringat keluar dari tubuhnya disertai bulir kristal yang lolos begitu saja tanpa di perintah
preman tersebut tersenyum menyeringai sambil memutar kumis sebelah kirinya dia menatap Ayu dengan buas ingin memangsa
"Hai cantik main kuda-kudaan yu" ucapnya tersenyum penuh gairah dan mengelus pipi Ayu
Ayu yang merasakan pipinya di elus seketika menepis tangan preman tersebut dan menamparnya
sementara Fauzan yang telah selesai membuat kedua preman yang lainnya babak belur dan tersungkur tidak sadarkan diri.
Fauzan terus berjalan mencari keberadaan Ayu
"Ayu kamu dimana"? Gumam Fauzan frustasi mengacak rambutnya dia begitu menghawatirkan keadaan Ayu
dia sangat takut terjadi sesuatu kepada gadis itu apa yang akan dia katakan kepada kedua orangtuanya dan juga kedua orangtua Ayu jika hal-hal buruk benar terjadi.
Fauzan sangat frustasi dengan perasaan yang cemas dan takut seketika mendengar suara seorang gadis yang sedang mengancam seseorang begitu keras karena posisinya sudah dekat dengan asal suara tersebut
"Jangan kurang ajar brengsek" Teriak Ayu begitu keras agar Fauzan bisa mendengar suaranya dan mencari keberadaan nya
"Bang Fauzan kamu dimana, tolong Ayu" Ayu bergumam dalam hati semoga Fauzan secepatnya datang untuk menyelamatkannya dari preman yang terlihat bengis dan penuh nafsu
Fauzan berjalan menuju ke arah suara yang dia dengar.
Dia sangat yakin itu adalah suara Ayu yang memberontak
"Gadis sialan beraninya kau menamparku hah....." Teriak preman tersebut
Dengan bengisnya preman itu mencengkeram dagu ayu dengan kuat, Sehingga membuat ayu meringis kesakitan
Buk....
Bunyi tinju yang begitu keras Seketika preman tersebut tersungkur ke sebelah kanan
Darah segar menetes dari sudut bibirnya dia mencoba berdiri untuk membalas meninju Fauzan dengan penuh emosi
sebelum preman tersebut membalas meninju Fauzan, Fauzan telah melayangkan sebuah tinju tepat di rahang sebelah kanannya
Baku hantam berlangsung begitu sengit, Pukulan talak yang diberikan Fauzan yang terakhir langsung merobohkan dinding pertahanan preman tersebut seketika dia tersungkur ke tanah tidak sadarkan diri
...****************...
*Rumah Fauzan*
"Yah....ini sudah selesai Isya, Fauzan kok belum balik lagi dari mengantarkan Ayu" Bu Nadia begitu khawatir anak keduanya belum juga balik
"Kita tunggu aja ma, mungkin Fauzan masih dalam perjalan" Ucap pa Ferdi menanggapi ucapan istrinya kemudian merangkul Bu Nadia ke dalam pelukannya
Santi yang kebetulan lewat ingin ke dapur untuk mengambil segelas air mendengar pembicaraan pak Ferdi dan Bu Nadia
" Bang Fauzan ngapain aja lama-lama disana, Pasti si Ayu tuh lagi ngerayu bang Fauzan awas aja kamu Ayu"
"Aku harus melakukan sesuatu untuk lebih dekat dengan Bang Fauzan dan dia bisa jatuh cinta dengan ku" Santi bergumam dalam hati penuh ambisi
...****************...
kita Balik lagi ke Ayu dan Fauzan
"Ayu" panggil Fauzan dengan Lirih
Ayu mengangkat wajahnya dan seketika memeluk Fauzan dengan begitu erat sambil terisak
Fauzan balas memeluk Ayu dan mengelus kepala gadis itu
__ADS_1
Ayu merasakan pelukan yang hangat sentuhan yang menenangkan diapun mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Fauzan
"kamu baik-baik aja kan" Tanya Fauzan begitu khawatir karena dia tau Ayu pasti sangat terpukul
Ayu melepaskan pelukannya dia menatap Fauzan dan mengangguk sambil tersenyum
mereka begitu dekat dengan jarak beberapa sent sehingga membuat Ayu tak bisa menahan diri untuk mengecup bibir Fauzan yang terlihat begitu menggoda
Fauzan yang begitu terkejut langsung reflek mundur selangkah ke belakang. Dia tidak menyangka Ayu mempunyai keberanian untuk menciumnya
"Kita harus segera keluar dari tempat ini jangan sampai ada preman lainnya"
"Ayah dan ibumu sudah menunggu dari tadi mereka pasti sangat menghawatirkan kita" Fauzan berkata lirih sambil menarik tangan Ayu menuntunnya menuju ke motor
selama dalam perjalanan tidak ada yang mengeluarkan suara mereka sibuk dengan pikiran masing-masing
sepanjang perjalanan Ayu begitu malu dia hanya menundukkan kepala. Dia berfikir Fauzan pasti sangat marah kepadanya karena dia begitu berani mengecup bibir Fauzan yang begitu menggoda di mata Ayu
"Maaf" ucap Ayu begitu pelan tapi masih di dengar Fauzan
Fauzan yang mendengar permintaan Maaf dari Ayu diam saja tanpa menanggapi
...****************...
Sementara Ibu Ayu dari tadi mondar mandir begitu khawatir menunggu kedatangan putrinya yang tak kunjung tiba
"Ayah kita cari Ayu aja ibu takut mereka berdua kenapa-kenapa"
"Iya Mah, Ayah ambil kunci motor dulu"
Sebelum suaminya berdiri terdengar bunyi motor di depan rumah
"Yah itu pasti mereka"
"Ayo kita kedepan"
Ayu dan Fauzan baru saja sampai di rumah kedua orangtuanya dengan keadaan wajah Ayu yang kusut dan mata sembab sementara Fauzan wajahnya yang penuh babak belur
"Assalamualaikum" Ucap keduanya
Bersambung.........
...****************...
...Hay para readers semuanya 🤗🤗...
...semoga kalian sehat-sehat ya........
^^^Author akan usahain untuk update tiap hari^^^
...tapi waktunya tidak menentu...
...mengingat Author juga punya tugas yang...
...tidak bisa ditinggalkan begitu saja di...
...kehidupan nyata...
...🙏🙏🙏😔...
...Oleh karena itu mohon dukung karya perdana...
...Author ya 🙏🙏😘😘😊😊...
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana...
...Author lebih bersinar 🌟🌟🌟🌟🌟👌🥰🥰...
...Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke...
...rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan...
...kisah serunya dan selalu mendapatkan...
__ADS_1
...notifikasi part selanjutnya...
...Terimakasih semuanya 🙏🙏😘😘...