
POV Fauzan
Setelah Aku selesai melaksanakan sholat subuh aku berjalan santai mengelilingi Desa ini tanpa mengganti pakaian sholat ku, dari kejauhan aku melihat Aira yang baru saja keluar dari sebuah rumah mungkin itu rumahnya aku juga tidak tahu ia terlihat rapi dengan tas Ransel di belakangnya Baju kaos oblong biru langit lengan panjang, Celana Jin seper empat dipadukan dengan sepatu kets putih ia berjalan menuju ke arah dermaga apa mungkin ia akan ke kota hari ini tanya ku pada diriku sendiri
Aku pun memutuskan balik ke rumah Bu Ratna, ya semalam sekitar jam Sebelas malam aku berkunjung ke rumah Bu Ratna untuk menginap karena ingin melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid
"Assalamualaikum" Ucap ku ketika berada di depan pintu rumahnya Bu Ratna terdengar suara balasan Salam dari dalam rumah aku melangkah masuk menyalami Bu Ratna dan Pak Iwan suaminya Bu Ratna
"Mari Nak Fauzan Ibu sudah menyiapkan teh dan ada juga Kasbi goreng" Aku pun menikmati menu sederhana dengan rasa syukur
"Bu! Kasbi kok rasanya sama seperti singkong ya, bentuk nya Juga sama " Tanya ku, seketika Bu Ratna dan pak Iwan tertawa mendengar pertanyaan ku, Singkong dan Kasbi itu sama di daerah Aru kami menyebutnya dengan nama Kasbi jelas Bu Ratna aku manggut-manggut mendengarkan penjelasannya
"selama berada di Aru kamu baru pernah makan Kasbi ya" Tanya Bu Ratna. di desa-desa Lain aku tidak pernah berbaur dengan warga desa tersebut dan kami hanya makan Nasi saja tidak pernah memakan hasil kebun seperti ini Jelas Ku. Terdengar suara seseorang memberi salam di depan ternyata dia adalah Latif yang sedang mencari ku, dia mengajakku ke kota akupun mengiyakan karena ingin menemui Aira yang juga sudah berangkat lebih dulu ke kota kini aku dan Latif juga sudah berada diatas speed boat yang akan membawa kami menuju ke kota
Pukul tiga lewat lima puluh menit daerah Aru kami tiba di kota, aku dan Latif mencari warung makan terdekat untuk mengisi perut dari tadi cacing-cacing dalam perut sudah demo minta di beri makan, setelah kami berdua makan Amar mengajak aku ke pasar untuk membeli beberapa kebutuhan pribadi kami. setelah membeli kebutuhan ku, Aku teringat kepada Aira dan ingin membeli sesuatu kepada Aira aku berjalan menyusuri pasar dan berhenti di depan tempat penjual aksesoris aku melihat-lihat pilihan ku jatuh pada sebuah Bros bunga mawar yang terbuat dari pitah satin berwarna merah aku membayangkan jika Aira memakai hijab dengan hiasan Bros bunga mawar merah di d*d*nya pasti dia terlihat manis sekali menampilkan senyum dengan lesung pipinya, penjual sudah membungkus Bros tersebut di gardus mini dan sudah dilapisi dengan kertas kadonya ada juga pita di bagian atasnya kini kado terlihat imut.
...****************...
Aku dan Latif berpisah di pasar, aku melanjutkan perjalanan sampai aku tibah disuatu tempat sepertinya ini sebuah taman kota ini aku mengedarkan pandanganku ke berbagai arah dan berhenti pada sosok yang sangat aku Cintai yaitu Aira. Mereka bertiga sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius tiba-tiba mereka berjalan keluar dari tempat tersebut terlihat banyak pandangan mata terarah kepada mereka bertiga sebenarnya apa yang sedang terjadi aku terlambat sehingga tidak mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi. Diam-diam aku mengikuti mereka bertiga dari belakang aku sudah seperti seorang mata-mata yang sedang mengintai hehehehe π
__ADS_1
Aku pikir mereka akan kemana ternyata hanya mencari tempat yang agak sepih masih di sekitaran taman kota. aku berusaha lebih dekat lagi agar bisa mendengar percakapan mereka untung saja tadi aku sempat membeli sebuah topi berwarna putih dan juga kaca mata hitam bisa kugunakan agar Aira tak mengenali diriku. kini penampilan ku sudah seperti seorang mata-mata yang sedang mengintai
Aku bisa mendengar dengan Jelas pembicaraan mereka lebih tepatnya sang pria ya kini Aira bersama seorang wanita dan juga seorang pria. Pria itu meminta maaf kepada Aira dan memperkenalkan wanita yang ada disampingnya sebagai Calon Istrinya dan memutuskan hubungannya dengan Aira. Aira hanya terdiam saja tidak mengatakan sepatah kata pun terlihat Air matanya sudah mengalir membasahi pipi mulusnya dan tiba-tiba Aira hampir terjatuh sebelum semuanya terjadi aku sudah berlari menopang tubuh Aira agar ia tidak terjatuh pria tersebut ingin menolong tapi di cegat oleh calon Istrinya. Pria itu ingin aku menyampaikan permintaan maafnya kepada Aira dia pun berpesan agar aku menjaga Aira dengan baik emang dia pikir aku ini pria brengsek sepertinya membuat seorang gadis menangis tak sadarkan diri seharusnya dia harus introspeksi dirinya sendiri jika sudah punya calon istrinya tidak sepantasnya berpacaran dengan wanita lain agar tidak ada yang tersakiti. setiap perkataan pria itu aku tidak membalas sedikitpun aku hanya mengangguk mengiyakan saja dan membawa Aira pergi dari hadapan mereka berdua muak aku melihat mereka ingin rasanya aku menghajar muka pria itu sampai babak belur tapi tidak bisa Kareena aku sedang menopang tubuh Aira.
Kini aku sedang berada di rumah sakit menunggu Aira siuman dalam perjalanan tadi aku memutuskan membawa Aira ke rumah sakit agar mendapat penanganan lebih tepat ini yang kedua kalinya Aira jatuh pingsan setidaknya di periksa oleh dokter itu agar dapat mengetahui penyebab ia sering pingsan dan bisa mendapat pertolongan pertama sebelum semuanya terlambat. pemeriksaan awal tadi dokter mengatakan bahwa harus menunggu Aira sadar dulu baru bisa melakukan pemeriksaan lanjutan agar bisa membuktikan kecurigaan dokter benar atau tidak. sebenarnya aku bingung sih dengan penjelasan dokter tapi ya udah lah mendingan tunggu aja sampai Aira terbangun agar bisa melakukan pemeriksaan lanjutan.
...****************...
lima belas menit kemudian terlihat Aira sudah membuka matanya akupun tersenyum kepadanya ia pun tersenyum kembali kepada ku
"Alhamdulilah kamu sudah sadar Aira" Ucapku sambil menggenggam tangan Aira dan mengecupnya tanpa sadar
"Bang kenapa aku bisa ada disini?" Tanya Aira bingung melihat sekeliling
"Kamu tidak ingat ya, tadi kamu pingsan karena aku tidak tau dimana rumah kamu ya sudah aku bawa aja ke rumah sakit agar bisa di periksa sama dokter ini yang kedua kalinya kamu pingsan jadi sebaiknya diperiksa agar kita bisa mengetahui penyebab kenapa kamu sering pingsan" ucapku menjelaskan panjang lebar agar Aira tidak berpikir macam-macam tentang diriku
Aira hanya mengangguk mengiyakan namun beberapa detik kemudian terlihat air matanya menetes membasahi pipinya sepertinya dia ingat lagi perkataan pria brengsek itu lagi
Aku menghapus Air matanya dan menariknya kedalam pelukanku "Jangan menangis lagi aku ada disini bersamamu" ucap ku dan mengelus punggungnya memberikan kekuatan
__ADS_1
Aku melepaskan pelukanku ku pegang wajahnya dengan kedua tanganku ku tatap matanya dengan intens ia pun menatap mata ku seketika aku merasakan seluruh tubuhku seperti tersengat aliran listrik jantungku berdetak kencang tanpa menunggu aba-aba lagi aku mengecup pucuk kepalanya turun di dahi lalu ku kecup matanya kedua pipinya lalu b*b*r nya yang sangat menggiurkan ku tempelkan b*b*r ku dengan b*b*r nya seperti tidak ada penolakan aku pun semakin semangat merasakan manisnya b*b*r Aira ku ***** perlahan sepertinya dia tidak membalas akupun mencoba menggigit b*b*r nya agar ia bisa membuka mulutnya. melihat mulutnya yang terbuka akupun menekan tengkuknya untuk memperdalam C*um*n ku seketika Aira juga membalas C*um*n ku tangannya sudah ia letakan dipundak ku C*um*n kami semakin memanas menuntut lebih terdengar suara sakral Aira yang membuat Aku semakin bersemangat kini tangan ku sudah masuk di balik kaos yang Aira kenakan dan tiba-tiba saja terdengar
tok tok tok
Bersambung..........
siapa sih,,,, yang ketok-ketok pintu mengganggu aja ππππ€
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
__ADS_1
Terimakasih semuanya ππππ