
"Bang, maafkan Aira, Aira selalu menyusahkan Abang" Fauzan menaruh jari telunjuk di bibir Aira agar gadis itu berhenti berbicara, Fauzan menggelengkan kepalanya dan tersenyum ia kemudian mengecup Bibir Aira. Aira tercengang mendapatkan kecupan Dari Fauzan terasa hangat
"Bang...." Wajah Aira sudah memerah ia merasakan Seluruh darahnya mendidih ketika Tangan Basah Fauzan mengelus pipinya. Aira menatap wajah Fauzan yang semakin tampan jika basah seperti ini, Seketika Aira mengecup Bibir Fauzan
"Aku akan mengambilkan Air hangat untuk Abang" Aira berlari ke arah Dapur. Fauzan hanya tersenyum melihat tingkah malu Aira
"Aduh bisa-bisanya aku mengecup bibirnya " Aira merutuki kebodohannya memukul pelan dahinya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya
Bu Marni mengerutkan keningnya melihat tingkah Aira yang terlihat aneh
"Kenapa kamu memukul dahimu Aira"
"Ah tidak Bu, tadi ada nyamuk di dahi Aira" Bu Marni terkekeh melihat tingkah Aira
"Ini Baju dan juga minyak tawon untuk Fauza" Aira menerima Baju dan Juga minyak tawon dari Bu Marni
"Ibu tidur dulu jangan lupa kalian berdua makanlah" Bu Marni pun berjalan ke kamarnya
...****************...
Aira segera membawa baskom berisi Air hangat untuk mengompres badan Fauzan yang memar akibat di pukul Bu Mirna dengan sapu lidi
Fauzan menatap Aira yang berjalan mendekat ke arahnya dengan membawa baskom yang berisi Air hangat. Aira menjadi salah tingkah karena mendapat tatapan dari Fauzan
"Bang, kenapa lihatin Aira seperti itu" Aira mendaratkan bokongnya di samping Fauzan yang sudah berpindah tempat ke atas kursi
"Cantik" Fauzan tersenyum. Aira hanya menundukkan wajahnya. Fauzan yang melihat Air hangat di baskom yang dibawakan Aira ia pun membuka Bajunya
"eh eh Abang mau ngapain, kenapa bajunya di buka" Aira terkejut melihat Fauzan yang ingin membuka bajunya
__ADS_1
"kalo tidak buka baju trus gimana caranya kamu ngompres badan ku" Tanya Fauzan heran dengan Aira yang melarangnya untuk membuka baju
"Ah ! itu anu...e...ia buka aja bang"
"aduh kok aku jadi salah tingkah gini sih, gagap lagi pasti aku diketawain sama bang Fauzan" Batin Aira sambil menundukkan wajahnya. Fauzan hanya senyum-senyum dia berhasil menggoda Aira
"Sudah"
"Sudah, apanya bang"
"Bajunya sudah di buka Aira, kamu bisa mengompres badanku yang memar dan bengkak ini" Aira mengangkat wajahnya ia terpana melihat pemandangan yang begitu indah tubuh yang proporsional dengan enam roti sobek tertata rapi kulit yang putih bersih Aira menatap takjub ia bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari dada bidang Fauzan dan juga perut kotak-kotaknya. Aira menelan ludahnya kasar tangannya refleks terangkat menyentuh dada bidang Fauzan mengelus dada tersebut perlahan dan turun ke perut kotak-kotak Fauzan, Aira seakan terhipnotis untuk Selalu mengelus perut dan dada bidang Fauzan. Fauzan hanya tersenyum melihat tingkah Aira yang terpanah melihat tubuhnya
"Sampai kapan kamu menatap dan menyentuh dada dan perut ku Aira?" Fauzan sudah kedinginan ditambah lagi sentuhan Aira yang sangat lembut membuat burung perkutut nya ingin terbang ke gua yang gelap dan hangat. Mendengar Pertanyaan Fauzan Aira seketika refleks menarik tangannya dari dada bidang Fauzan
"Bang Balik" Aira malu ketahuan ia begitu terpesona menatap tubuh Fauzan. Ia tak dapat pungkiri tubuh Fauzan sangat menggiurkan baginya untuk disentuh dan dibelai
Fauzan pun segera membalikkan badannya dan Aira mengompres badan Fauzan dengan handuk yang dicelupkan ke dalam baskom yang berisi Air hangat setelah selesai mengompres Aira melumuri badan Fauzan dengan minyak tawon agar bengkak dan memar di tubuh Fauzan segera menghilang setelah itu dia pun memberikan baju dan bawahannya yang diberikan Bu Marni kepada Fauzan
"Bang kita makan yuk, Aira sudah memanaskan makanannya" Ucap Aira melihat Fauzan yang baru saja keluar dari kamar mandi
Fauzan berjalan menghampiri Aira dan mengecup dahi Aira ia pun duduk di kursi samping Aira, Aira hanya tercengan dengan sikap manis Fauzan ia pun tersenyum bahagia setidaknya dia merasa terhibur dengan sikap Fauzan yang seenaknya main cium aja
setelah makan Fauzan memberikan Bros yang tadi siang ia beli di pasar untuk Aira.
"ini untuk kamu maaf ya udah koyak dan basah"
"apa ini bang" Aira membuka bungkusan kado mini tersebut yang sudah koyak dan basah terlihat sebuah Bros bunga mawar merah yang terbuat dari pita satin
"Cantik, makasih ya bang" Aira tersenyum kepada Fauzan. Fauzan terpana dengan senyum yang terlihat begitu tulus dari wanita yang ia cintai lesung pipinya terlihat sangat jelas di mata Fauzan begitu juga dengan senyum yang hanya di tujukan kepada Fauzan
__ADS_1
Entah siapa yang memulai duluan kini b*b*r mereka sudah bertautan saling *******. Aira sudah mengalungkan tangannya di leher Fauzan dan memejamkan matanya, satu tangan Fauzan menekan tengkuk Aira agar memperdalam Ci*m*n mereka satu tangannya lagi sudah masuk ke dalam balik kaos yang digunakan Aira meraba sesuka hati menjelajah mencari tempat yang menjadi Favoritnya kini Jari Jemari Fauzan sudah sampai di puncak gunung Aira yang sangat menantang karena faktor kehamilannya. jari jemari Fauzan memutar-mutar puncak gunung tersebut sehingga Aira merasakan sensasi yang luar biasa tanpa sadar dia mengeluarkan suara keramatnya.
Tangan Aira yang tadi bergelantungan di leher Fauzan kini sudah turun dan masuk di balik baju yang digunakan Fauzan mengelus lembut dada bidang Fauzan jari jemarinya turun ke perut kotak-kotak mengelus dengan lembut membuat Burung perkutut Fauzan sudah siap untuk terbang. Jari jemari Aira turun berlahan-lahan ke balik celana Fauzan. Seketika Fauzan terkejut merasakan elusan tangan Aira yang lembut tanpa sadar suara keramat Fauzan keluar begitu saja
"Aira sayang" Bisik Fauzan pelan di telinga Aira suaranya sangat parau menahan gejolak dalam tubuhnya yang sangat membara apalagi diiringi dengan elusan Aira yang semakin kuat
"set"Fauzan sudah tak mampu lagi
"keluarkan sayang" bisik Fauzan pelan menyuruh Aira mengeluarkan burung perkututnya
Setelah burung perkutut itu keluar dari sarangnya. Aira tercengang melihat kejantanan Fauzan yang kekar menjulang dengan ukuran yang Jumbo. Aira meng*c*knya perlahan lama-lama wanita itu menambah ritme gerakan tangannya membuat Fauzan merasa melayang-layang ia pun menekan tengkuk Aira memperdalam ciuman mereka dan tangan yang lainnya masih tetap berada di posisi semula meremas dan memainkan puncak gunung dari satu gunung berpindah ke gunung satunya lagi. seketika Fauzan mengeluarkan Suara keramatnya yang panjang bertanda i sudah mencapai puncak kenikmatan dan tentunya hanya Aira yang mendengar suara itu tidak mungkinlah Fauzan mengeluarkan suara keramatnya besar-besar bisa berabe nih jika di ketahui sama Bu Mirna bisa-bisa bukan sapu lidi lagi yang ia dapat tapi kayu bakar yang akan digunakan Bu Mirna untuk memukul Fauzan
"Makasih sayang" Fauzan mengecup dahi Aira dengan penuh Cinta dan kasih sayang. Aira pun mengecup pipi Fauzan dan memeluk erat tubuh kekar Fauzan dan dibalas lebih erat oleh Fauzan yang mencium seluruh wajah Aira
" I Love you baby"
Bersambung..........
****************
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
__ADS_1
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
Terimakasih semuanya ππππ