
Nurul Khumairah menjalani hari-hari penuh kesabaran dan rasa syukur sehingga dia mampu melewati berbagai cobaan dan rintangan dan dapat menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas dengan hasil memuaskan. pada hari yang sama ketika Nurul selesai mendengar pengumuman hasil kelulusan dia mendapat telpon dari sang Ayah
" Assalamualaikum Airah, gimana kabar mu nak"? Pa Sahrul Ayah dari Airah
"waalaikum Alhamdulilah baik Ayah, gimana kabar Kalian disana"?
"Alhamdulilah nak kita disini semuanya baik sehat wal Afiat. Maaf ya Airah Ayah dan Ibumu tidak bisa ke kota untuk mendampingi kamu mendengar hasil kelulusan"
"Tidak apa-apa Ayah, yang penting Ayah, ibu dan adik-adik sehat selalu"
"Nak Ayah punya kabar gembira buat kamu"?
"Kabar apa Ayah....?" Tanya Airah antusias
"Desa kita ini baru selesai melakukan pemilihan kepala desa dan Pak Camat meminta sekertaris desa harus lulusan sekolah menengah atas, kamu tau sendiri kan orang-orang kampung kita ini banyak yang hanya tamatan sekolah menengah pertama"
"Apa hubungannya semua itu dengan Airah?" Tanya Airah bingung belum menyadari arah pembicaraan pak Sahrul
"Begini nak karena kamu itu satu-satunya lulusan sekolah menengah atas maka kamu diminta langsung oleh pak camat untuk menjadi sekertaris di desa kita ini nak"
"Apa Ayah....Airah jadi sekertaris desa?" Tanya Airah terkejut refleks suaranya meninggi
Teman-teman Airah yang berada di sampingnya seketika terkejut refleks tangan mereka terangkat menutup telinga mereka
"Airah suara kamu di pelankan sedikit telinga kita bisa tuli" Ucap salah satu teman Airah yang kesal dengan sikapnya
Hehehehe Airah hanya cengengesan menampakan gigi putihnya yang berbaris rapi "Maaf" ucap nya mengatupkan kedua tangan di dadanya
"Airah, Nak apa kamu masih mendengarkan suara Ayah?" Tanya Pak Sahrul tidak mendengarkan suara putri sulungnya karena dia tadi sempat terkejut mendengar suara Airah yang begitu keras dan refleks pak Sahrul menjauhkan handphone dari telinganya
"Iya Ayah, Airah dengar"
"jadi bagaimana Apakah kamu ingin menjadi sekertaris di desa kita ini Nak?"
"Menurut Ayah gimana? Aira tidak menjawab malah balik menanyakan pendapat sang Ayah
"Kalo Ayah sih maunya kamu terima ini kesempatan yang baik buat kamu, hal baik jangan di tolak"
__ADS_1
"Ia Yah Aira mau jadi sekertaris di desa kita"
"Baiklah, Ayah akan sampaikan kepada pak camat dan setelah kamu mengambil Ijasah dan SKL cepat balik ke kampung agar berkas yang dibutuhkan bisa di berikan kepada pak Camat untuk memproses SK kamu sebagai Sekertaris Desa" Ucap Pak Sahrul panjang lebar menjelaskan agar Aira bisa memahami dengan baik
"Baik Ayah" Aira pun mengakhiri pembicaraan
yang sangat panjang
Setelah Aira mendapatkan Ijazah dan SKL dia pamit ke pada Bu Mirna untuk balik ke kampung nya
"Bu, makasih banyak udah nampung Aira selama ini"
"Iya sama-sama Aira ibu sudah anggap kamu seperti anak ibu sendiri, kamu selalu membantu ibu membuat kue dan menitipkan di warung -warung sebelum berangkat sekolah. Aira dalam menjalankan tugas kamu harus sabar, jujur dan disiplin agar kamu disenangi sama masyarakat dan juga sesama rekan kerja mu nak, dan kamu jangan lupa untuk sholat dan ngaji itu sangat penting" Bu Mirna
"Iya Bu Aira akan ingat semua nasihat ibu" Aira memeluk Bu Mirna mencium punggung tangan wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri
"Assalamualaikum ibu Aira pamit"
"Waalaikum salam hati-hati nak"
Aira mengangguk mengiyakan kemudian ia berjalan ke luar dari gang untuk menunggu ojek yang akan mengantarkan dia ke pelabuhan untuk menaiki motor laut menuju ke desa w
...****************...
Apa kabar ni babang Fauzan yang ada di Bone ya.... Author juga penasaran. Bang Fauzan lagi ngapain ya....?? Ayo kita tengok bareng-bareng
"Apa kamu yakin dengan keputusan yang sudah kamu ambil nak?" Tanya pak Ferdi begitu terkejut dengan keputusan Fauzan
"Nak apakah tempat itu jauh?" Tanya mama Nadia mencemaskan putranya yang akan hidup di tanah rantau
"Fauzan juga belum tau pasti mama, Percayalah pada Fauzan ma.. Ayah" Ucap Fauzan meyakinkan
"Memangnya kamu mau merantau ke mana nak?" Tanya mama Nadia lagi
"Ke Daerah Maluku mama, Di sana kita akan mencari ikan di perairan Maluku"
__ADS_1
"Trus kamu naik motor laut yang di gunakan untuk mencari ikan itu, motor laut itukan kecil, Maluku itukan jauh ?" Tanya mama Nadia lagi
"Tidak ma dari pelabuhan Makassar kita akan naik kapal Pelni menuju Provinsi Maluku (Ambon) Dari situ kita akan naik motor laut ke kabupaten Maluku tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru
Dari kota Makassar ke Kabupaten Kepulauan Aru di tempuh dengan dua jalur. jika menempuh dengan jalur laut menggunakan kapal Pelni akan menempuh perjalan selama lima hari lima malam. kapal Pelni akan bertolak dari pelabuhan Makassar - bau-bau/butun - Ambon -banda - tual - dan hari kelima akan berada di pelabuhan dobo / kepulauan Aru
Apabila menggunakan Jalur Udara perjalanan akan di tempuh selama tiga hari tiga malam. pesawat akan bertolak dari Bandar udara Sultan Hasanuddin Makassar menuju - Bandar Udara Pattimura Ambon - Bandar Udara Karel Sadsaitubun dan terakhir Di Bandar Udara Rar Gwamar Dobo/Kepulauan Aru
"Kenapa kamu tidak bekerja disini aja nak, harus merantau jauh sampai ke Maluku" Tanya Pak Ferdi begitu keberatan dengan keputusan Fauzan
"Ayah, setelah kejadian beberapa bulan yang lalu Fauzan ingin mencari pengalaman baru, bertemu dengan orang-orang baru dan pastinya gaji yang akan Fauzan dapatkan itu jauh lebih besar dari gaji sebagai supir mobil truk. Rani kuliah Rina udah ada di tingkat Sekolah Menengah Atas pasti membutuhkan biaya yang lebih besar lagi. walaupun Rani mendapatkan beasiswa tapi setidaknya kita tetap mentransfer uang untuk nya.
"Baiklah Ayah dan mama mu menerima keputusan mu nak, kami selalu doakan agar kamu selalu dalam lindungan Allah SWT"
"Amin ya rabbal alamin, makasih Ayah Mama" Fauzan berjongkok di depan kedua orangtuanya menggenggam tangan kedua orang yang sangat ia cintai, sayangi dan hormati mencium tangan keduanya dengan penuh kasih sayang
Kini Fauzan sudah berada di pelabuhan Makassar untuk berangkat ke Maluku.
Fauzan mencoba berkirim pesan kepada Ayu
"Assalamualaikum Ayu, Abang minta maaf karena kejadian beberapa bulan yang lalu membuat Ayu terluka, Abang tidak ada sedikitpun untuk menyakiti Ayu. Abang di jebak sama Santi. Sekali lagi maafkan Abang. Abang akan berangkat meninggalkan tempat kelahiran Abang merantau ke tempat yang baru jaga dirimu baik-baik Ayu" Fauzan mengirim pesan kepada Ayu dan Foto yang sempat dia ambil ketika dia berada di pelabuhan menunggu kapal Pelni yang akan membawa dirinya ke rantau orang
Bersambung...........
...****************...
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
__ADS_1
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
Terimakasih semuanya ππππ