Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu

Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu
Chapter 23


__ADS_3

Tok tok tok


Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar Fauzan dan Aira menghentikan aksi mereka. Fauzan merapikan rambutnya dan berjalan ke pintu untuk membukanya dan Aira merapikan rambut dan juga bajunya yang sempat berantakan karena tangan Fauzan yang sudah menjalar kemana-mana hampir aja mencapai puncak gunung milik Aira


Dokter dan suster yang melihat Fauzan hanya tersenyum. Fauzan bingung melihat tingkah Dokter dan suster yang terlihat aneh "emangnya ada yang salah ya sama aku" ucap Fauzan memperhatikan penampilannya dari atas turun ke bawah. Fauzan mengikuti Dokter dan suster dari belakang


"Selamat malam Bu, Alhamdulilah sudah sadar" Dokter


"malam juga, Alhamdulilah Dok"


Setelah dokter selesai memeriksa tekanan darah Aira dokter menyarankan agar Aira bersama Fauzan melakukan USG di poli Kandungan


"Bu sebaiknya setelah ini ibu dan bapak melakukan USG di poli Kandungan"


"Iya dok" Ucap Aira. dokter pun pamit keluar karena masih banyak pasien yang harus di kunjungi


Mendengar perkataan dokter Fauzan merasa ada sesuatu yang telah terjadi dengan Aira tapi sepertinya gadis itu tidak menyadarinya "Poli Kandungan, itukan tempat untuk periksa kandungan bagi wanita hamil" Gumamnya dalam hati, ia ingin menanyakan tapi nanti Aira salah paham terhadap dirinya


"Kenapa senyum-senyum?" Tanya Fauzan ketika melihat Aira tersenyum kepadanya


"Itu" tunjuk Aira namun Fauzan tidak memahami ia pun berjalan mendekati Aira


"ada noda lipstik ku di bibir Abang" Ucap Aira sambil membersihkan bibir Fauzan


Fauzan yang mendapatkan perlakuan manis dari Aira seketika senyum mengembang diwajahnya iapun segera mengecup pucuk kepala Aira dan mengajak Aira pergi ke poli Kandungan "Ayo kita harus segera ke poli Kandungan sebelum tutup" ucap Fauzan melangkah keluar


Aira hanya terbengong melihat sikap Fauzan kepadanya dia merasa seperti wanita yang sangat disayangi. Fauzan menyadari Aira tidak berada di belakangnya ia pun berbalik melihat Aira yang terbengong sambil senyum-senyum Fauzan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aira


"Aira jalan yu keburu polinya tutup dan kamu juga harus pulang" ucap Fauzan ketika berada di depan Aira. Aira yang mendengar suara Fauzan seketika mengangguk mengiyakan Fauzan menarik tangan Aira dan menggenggam jemari tangan Aira membawa gadis tersebut keluar dari ruang rawat menuju poli Kandungan


...****************...


Setelah melakukan pendaftaran mereka langsung dipanggil masuk karena tidak ada pasien lagi selain mereka

__ADS_1


"Bu Aira Silahkan masuk" ucap suster yang bertugas mendampingi sang dokter


Aira yang mendengar namanya dipanggil iapun berjalan menuju ruangan poli. Fauzan tidak berniat masuk namun ia dipanggil sang perawat untuk mendampingi Aira


"Pa silahkan masuk mendampingi Istrinya" Ucap perawat perempuan tersebut. Fauzan yang mendengar hal tersebut hanya tercengang melotot ke arah perawat. perawatan yang melihat tingkah Fauzan bergidik ngeri melihat Fauzan yang melotot ke arahnya ia pun segera masuk ke ruangan poli. Fauzan yang mencurigai Ayu tengah mengandung memilih masuk dan ikut mendengarkan agar apa yang ia pikirkan bisa diketahui dengan jelas.


"Mari Bu silahkan berbaring di tempat tidur" Ucap dokter setelah selesai mengecek tekanan darah Aira dan menanyakan beberapa hal yang dialami pasien beberapa Minggu ini. Aira mengikuti perintah dokter Ia pun berjalan menghampiri brankar dan berbaring diatasnya di bantu oleh perawat


"Maaf Bu bajunya dinaikkan sedikit" ucap perawat wanita itu. Aira ragu untuk menaikkan bajunya karena disana masih ada Fauzan. Fauzan yang menyadari langsung membalikkan badannya agar Aira bisa menaikkan bajunya. Dokter dan perawat yang melihat hal tersebut merasa aneh dengan sikap suami istri. aneh pikir mereka masa iya harus Malu lihat perut istrinya padahal kue apemnya udah dilihat


Dokter menggerak-gerakan alat USG diatas perut Aira yang sudah di beri gel khusus untuk mempermudah mengetahui letak janin


"Bu, Ini bayi anda dia sangat sehat" Aira sangat terkejut mendengar perkataan dokter


"Bayi?" Aira berkata lirih namun masih bisa di dengar oleh dokter


"ia Bu, anda sedang mengandung usia kandungan anda sudah dua Minggu kita dengar detak Jantung bayi anda" Dokter meletakan Fetal Doppler Bt 200 sound di atas perut Aira


Dug


Dug


Dug


"Selamat ya pa dan Ibu sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua" Fauzan hanya mengangguk mengiyakan tangannya masih menggenggam jemari Aira. Aira yang melamun tidak mendengar ucapan selamat dari dokter dan tidak menyadari keberadaan Fauzan dan Jemarinya yang digenggam oleh Fauzan


"Aira!" Panggil Fauzan dan mempererat genggaman tangannya pada Jemari Aira


"Ada apa bang" Ucap Aira yang tersadar dan merasakan jemarinya di remas ia mengalihkan pandangannya ke arah dimana Jemarinya sedang di genggam Fauzan


"sampai kapan kamu akan berbaring terus disitu dokter akan segera pulang, apa kamu tidak pulang" Aira segera bangun dibantu Fauzan


"Ini resep obatnya silahkan di tebus ya, ibu jangan kerja yang berat-berat dulu, pa Jaga istrinya dengan baik agar istrinya tidak kecapean dan stres agar ibu dan bayinya selalu sehat, bulan depan harus balik lagi kontrol untuk mengecek perkembangan Janinnya" Fauzan hanya tersenyum mengangguk mengiyakan perkataan dokter

__ADS_1


Fetal doppler Bt 200 sound adalah Alat yang dapat digunakan untuk mendengarkan detak Jantung Janin dalam kandungan sendiri tanpa bantuan bidan. penggunaannya mudah , cukup oleskan gel usg / doppler di perut, lalu tempelkan probe dopler di perut ibu hamil, maka denyut jantung janin akan terdengar. (sumber Google)


...****************...


"Aira tunggu" Teriak Fauzan mengejar Aira yang telah berlari setelah menebus resep obat di apotek rumah sakit


Aira tak menghiraukan teriakan Fauzan lagi ia ingin berlarih sejauh mungkin agar ia bisa merasakan letih dan tertidur dengan mudah ketika ia terbangun semua yang ia dengar dan alami tadi hanya mimpi


Fauzan masih terus berlari mengejar Aira. Ia begitu hawatir hari semakin gelap dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Aira terus berlari sepanjang jalan tak menghiraukan keadaan alam yang sudah tak bersahabat lagi seketika turun hujan begitu deras seakan bumi juga merasakan kesedihannya


Aira yang tidak memperhatikan jalanan seketika tersandung batu kerikil ia hampir saja terjatuh sebelum hal itu terjadi Fauzan yang sudah berada di belakang Aira menarik lengan Aira akhirnya Aira menabrak dada bidangnya, Fauzan segera melingkarkan tangannya di pinggang ramping Aira


Aira yang merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang rampingnya mengangkat dan melihat siapa pemilik tangan tersebut


"Bang Fauzan" ucap Aira lirih tapi masih di bisa dengar Fauzan


"jangan menangis lagi" Fauzan menghapus Air mata Aira yang sudah bercampur dengan air hujan. ia merangkul tubuh Aira kedalam pelukannya


"Mulai detik ini aku akan selalu Ada disisimu, menemani hari-hari mu ada dalam suka maupun duka bersamamu, Aku mencintai mu Aira ini mungkin terlalu cepat bagi mu Aira tapi aku mengatakan yang sebenarnya aku sangat sangat mencintai mu" Bisik Fauzan di telinga Aira. Aira yang mendengar Ungkapan Hati Fauzan ia lebih merasa bersalah kepada Fauzan yang mencintainya dengan tulus


Bersambung..........


...****************...


Hay para readers semuanya πŸ€—πŸ€—


semoga kalian sehat-sehat ya.....


Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜”


Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜ŠπŸ˜Š


Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸ‘ŒπŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya


Terimakasih semuanya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2