Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu

Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu
Chapter 28


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan Sholat Isya Fauzan sudah bersiap-siap menuju rumah Cahya. Fauzan di temani oleh Bu Ratna dan pa Samsul saja karena Latif masih melaut


"Nih minum dulu" Bu Ratna memberikan segelas air kepada Fauzan ia dapat melihat jika Fauzan merasa gelisah dan gugup


"tenanglah Fauzan, semuanya akan baik-baik saja minumlah airnya dulu agar kamu lebih tenang" ucap Pa Samsul menepuk Pelan bahu Fauzan dan menyuruhnya untuk meminum segelas air yang diberikan istrinya


Fauzan mengambil air yang di sodorkan Bu Ratna dan meminumnya dengan sekali teguk. Fauzan merasa takut dan cemas jika terjadi sesuatu dengan Aira karena sedari tadi pesannya belum juga dibaca oleh Aira


"ayo kita jalan Fauzan tidak baik mengulur waktu terlalu lama" Fauzan mengangguk dan berjalan mengikuti Bu Ratna dan Pa Samsul


lima belas menit kemudian mereka bertiga sudah berada di depan rumahnya Aira


"eh itukan Fauzan bersama Bibi Ratna dan juga Om Samsul ngapain mereka ke rumahnya Aira ya?" ucap Mutia memberi tahukan kepada kedua sahabatnya Santi dan Rani


"mana mana ah iya betul itukan bang Fauzan" ucap Rani membenarkan


"gimana kalo kita samperin mungkin saja kita akan mendengarkan sesuatu" ucap santi memberi Ide


"Betul itu, Ayo" ucap Mutia dan Rani bersamaan dan berjalan meninggalkan Santi di belakang


"yeh ditinggalin lagi" Santi berlari mengejar kedua sahabatnya yang sudah berjalan lebih dulu


...****************...


"Aira bangun nak" mama Rahma menepuk-nepuk pelan pipi putrinya agar Aira bisa terbangun. Aira merasa ada yang mengusik tidurnya langsung terbangun


"mama" ucap Aira ketika membuka matanya dan melihat Bu Rahma ada di depannya Aira bangun dan duduk di samping mamanya


"makan dulu ya sayang"


"mama udah makan"


"sudah sayang tinggal kamu aja"


Terdengar suara salam dari depan


"sayang sepertinya ada tamu, mama lihat dulu ya" ucap Bu Rahma dan berjalan menuju ke ruang tamu melihat siapa yang bertamu malam-malam begini


Aira yang merasa lapar segera menuju meja makan ketika dia membuka tudung saji tercium aroma udang yang tadi sore ia masak. Aira menutup mulutnya dan segera berlari ke kamar mandi perutnya bergejolak Aira segera memuntah isi perutnya yang tak ada apa-apa yang keluar hanya Cairan bening. Aira membasuh wajahnya ia akan membuat teh panas untuk diminum saja. obat yang diberikan dokter sebulan lalu sudah habis


"Bu Ratna, pa Samsul ayo mari masuk" Mama Rahma mempersilakan tamunya masuk


"ada perlu ya pa Samsul dan istri malam-malam ke sini"


"iya Bu Rahma kami ada perlu tapi dimana ya Ayahnya Aira" Tanya pak Samsul


"lagi ke rumah datu, sebentar lagi balik sebentar ya saya buatkan minum dulu" Bu Rahma meninggalkan tamunya untuk membuat teh di dapur


Fauzan membuka lagi aplikasi hijau melihat pesan yang dikirimkan ke Aira sudah centang dua tapi belum berwarna biru itu Artinya Aira belum membaca pesannya

__ADS_1


"sayang kamu sudah selesai makan ya, buatkan teh Tiga gelas ya di depan ada tamu mama balik dulu ya tidak baik meninggalkan tamu kita duduk sendirian menunggu"


"iya ma" Aira mengangguk dan tak bertanya lagi siapa yang datang. Bu Rahma sudah kembali ke ruang tamu menemani Bu Ratna dan pa Samsul ada juga seorang pria yang entah siapa namanya Bu Rahma tak mengetahuinya


tak berselang lama pa Sahrul datang


"Assalamualaikum"


"waalaikum salam" ucap ke empat orang yang duduk di ruang tamu


"eh ada tamu rupanya" ucap pa Sahrul melihat pa Samsul bersama istri dan juga seorang pria


Aira juga muncul dengan membawa nampan berisi tiga gelas teh hangat. Fauzan menatap lekat gadis yang sedang membawa nampan ia sangat merindukan Aira ingin rasanya berdiri dan memeluk mencurahkan rasa rindu menanyakan kabar sang pujaan hati dan juga bayinya. Aira tak menyadari tamu yang datang karena ia terus saja menunduk


pa Sahrul melihat dengan jelas Fauzan menatap putrinya tanpa berkedip dan tidak mengalihkan pandangannya ke tempat lain


"Aira cepat masuk kamar" ucap pa Sahrul. Aira mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya melihat siapa saja yang ada di situ terutama Sosok seorang pria yang sangat ia rindukan sebulan ini


"iya, ayah Ucapnya lirih" berjalan menuju kamarnya. "kenapa ya bang Fauzan dan Bi Rodiah dan om Samsul datang kemari ya? jangan-jangan..." Aira melebarkan langkahnya menuju kamar mengambil ponselnya ada pesan yang baru masuk dan pesan lainnya dan 20 panggilan tak terjawab. Fauzan segera mengirimkan pesan ke Aira


"sayang gimana kabar dirimu dan anak kita" begitulah kira-kira pesan yang dikirimkan Fauzan kepada Aira


Aira membaca pesan yang dikirimkan Fauzan ia sangat terkejut ternyata kedatangan Fauzan, pa Samsul dan bibi Ratna untuk melamar dirinya. Aira keluar dari kamarnya menuju ruang tamu ingin mendengar langsung jawaban Ayahnya


...****************...


"ada perlu ya pa Samsul" Tanya pa Sahrul ayahnya Aira


" iya pa, kami datang kemari dengan niat baik ingin meminang putri bapak Cahya untuk nak Fauzan" ucap pa Samsul singkat dan jelas menunjuk ke arah Fauzan ketika menyebut nama Fauzan


pa Sahrul mengerutkan keningnya mendengar lamaran yang disampaikan pa Samsul ia segera menatap pemuda yang duduk di antara pa Samsul dan istrinya


"aku mencintainya om dan akan membahagiakan putri om" Ucap Fauzan tegas dari tadi Ayahnya Aira diam saja tak memberi respon


Pa Sahrul menatap lekat wajah Fauzan "aku tidak akan memberikan putri ku kepada pria pendatang seperti dirimu" ucap pa Sahrul tegas


"tapi om aku mencintai Aira aku akan tetap tinggal di desa ini ketika kami telah menikah" Fauzan bersikukuh ingin menikahi Aira


"sudah lah nak sebaiknya kita pulang dulu" Bu Ratna menenangkan Fauzan dengan cara mengelus lengan Fauzan


"kami pamit pulang, Assalamualaikum! Ayo ma, nak Fauzan" ajak pa Samsul kepada istri dan juga Fauzan


"Bang" panggil Aira ketika Fauzan berdiri dan melangkah ke pintu utama. Fauzan yang mendengar suara Aira memanggil dirinya segera berbalik


"Aira" ucap Fauzan lirih penuh kerinduan menatap wajah Aira yang terlihat sedikit pucat dan lesuh


pa Sahrul yang melihat putrinya segera menyuruh Aira masuk


"Aira, ayah sudah bilang masuk kamar"

__ADS_1


"sudah Ayah jangan marah tak enak sama Bu Ratna dan suaminya" Bu Rahma mengelus lengan suaminya


Aira berlari menuju kamarnya dan menangis sejadi-jadinya dia tak menyangka Ayahnya langsung menolak Fauzan saat itu juga


"apa salahnya dengan orang pendatang" Ucapnya lirih sesenggukan karena menangis


Fauzan, pa Samsul dan Bu Ratna keluar dari rumah Aira


Trio gosip segera keluar dari tempat persembunyian mereka


"waduh ternyata di tolak" Ucap Santi


"iya yah, kasihan tuh Sama bang Fauzan" Mutia


"Bagus dong, aku punya kesempatan ni buat dekat sama bang Fauzan" Rani cengengesan menampilkan gigi putihnya


"eh ada suara orang nangis tu siapa ya?" ucap Santi


"itukan suara Aira" Ucap Mutia dan Rani bersamaan


"ia juga ya hehehehe" Santi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


Bersambung........


...****************...


Maaf ya Kaka semuanya Author terlambat up karena Author sedang mengikuti even/lomba πŸ™πŸ™


sambil nunggu novel ini up silahkan mampir ya ke novel baru Author dengan Judul "RAHIM PENGGANTI SANG ASISTEN RUMAH TANGGA"


mohon dukungannya ya πŸ™πŸ₯°πŸ€—



...****************...


Hay para readers semuanya πŸ€—πŸ€—


semoga kalian sehat-sehat ya.....


Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜”


Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜ŠπŸ˜Š


Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸ‘ŒπŸ₯°πŸ₯°


Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya


Terimakasih semuanya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2