Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu

Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu
Chapter 15


__ADS_3

Fauzan membuka Aplikasi WhatsApp nya melihat pesan yang dikirimkan ke Ayu sudah centang dua itu Artinya Ayu sudah membaca pesannya. Fauzan berharap semoga saja ada balasan dari Ayu Namun ternyata tidak ada balasan apapun


Ayu yang melihat handphone nya bergetar menandakan ada pesan masuk dia memeriksa aplikasi WhatsApp nya ada pesan dari Fauzan. Ayu hanya membaca dan tidak ada niat sedikitpun untuk membalas


"Bang, Ayu sangat mencintai mu tapi selama ini yang Ayu rasakan Abang tidak membalas cinta Ayu, Abang menyayangi Ayu seperti menyayangi Rani dan Rina itu yang Ayu Rasakan. Maaf untuk saat ini Ayu tidak bisa membalas pesan dari mu ataupun menjawab panggilan dari mu. Sampai kapan pun Ayu tetap mencintai mu Biarkan waktu yang menjawab semuanya seperti katamu" Ucap Ayu begitu lirih dalam hatinya menatap ke atas hanya terlihat langit-langit kamarnya


Ayu ingin fokus dengan masa depannya untuk menjadi seorang Bidan yang handal untuk membantu setiap ibu yang berjuang demi melahirkan sang buah hati ke dunia agar bisa merasakan cinta dari orang-orang terdekatnya dan mencintai seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya


Kini Kapal Pelni yang Fauzan dan beberapa temannya tumpangi telah sampai di pelabuhan Ambon Maluku. Fauzan kembali melihat akun WhatsApp namun tidak ada balasan dari Ayu


"Fauzan aku perhatiin dari tadi kamu lihat terus ke layar Handphone mu, kau menunggu telepon dari seseorang ya" ucap Pardi salah satu teman Fauzan


Fauzan hanya mengangguk mengiyakan. Tiba-tiba terdengar Handphone Fauzan yang berdering tertera nama mama di layar handphone


"Assalamualaikum mama" ucap Fauzan


"Waalaikum salam sayang, kamu udah sampai dimana nich?" Tanya mama Nadia


"Udah sampai di Ambon ma...esok kita akan melaut mama"


"Hati-hati sayang mama dan ayah selalu mendoakan yang terbaik untuk mu" ucap mama Nadia penuh harap agar putranya selalu dalam lindungan Allah SWT


"Iya ma, ingat makan jaga kesehatan jangan terlalu mikirin Fauzan ma"


"Ya udah mama tutup telponnya dulu, Assalamualaikum nak"


"waalaikum salam mama, Salam tuk Ayah" panggilan pun berakhir


"Ayo Fauzan kita turun, motor laut kita berada di sebelah timur pelabuhan ini" ucap Pardi. Fauzan pun berjalan mengikuti teman-temannya


...****************...


Kita tengok dulu sama si Aira yang ada di kabupaten kepulauan Aru


Kini Aira telah resmi menjadi sekertaris desa, Aira yang terlihat cantik dan manis dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya banyak pemuda desanya yang menaruh hati padanya tapi dia tidak menggubris. begitu juga dengan pemuda-pemuda dari desa tetangga yang ingin dekat dengannya ketika mereka mengadakan pertemuan bersama camat di pusat kecamatan


"Hai...Aku amar sekertaris desa M" Ucap seorang pria yang bernama amar mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Aira


"Aira" Ucap Aira singgkat dan menjabat tangan Amar dengan senyuman di bibirnya. Amar seketika terpesona melihat senyuman Aira "Cantik" ucap Amar lirih dalam hati


"Boleh aku duduk"

__ADS_1


"Silahkan"


"sepertinya kamu baru tamat Sekolah Menengah Atas ya?" Tanya amar lagi


"Iya" Jawab Aira singkat dia tidak tau mau berbicara apa lagi sama pria yang baru saja di kenal


Hari berganti hari Minggu berganti Minggu bulan pun berganti bulan Aira yang selalu bertemu dengan Amar di pusat kecamatan pun semakin dekat mereka saling tukar nomor handphone berkirim pesan bahkan terkadang juga saling telpon


"Assalamualaikum manis ku lagi apa" ucap Amar ketika panggilan telpon tersambung


"waalaikum salam lagi istirahat di kamar"


"Aku ganggu ya....atau mau Abang temani" Goda amar


"Ngak ganggu lagi santai aja"


"sudah makan" Amar berbasa-basi


"sudah"


"Aira Abang mau ngomong sesuatu sama kamu"


"Ngomong apa bang ngomong aja"


"Sebentar bang, Aira di panggil sama mama nanti baru kita lanjut lagi ngobrolnya" Potong aira karena mendengar dia di panggil sama mama Amira dan memutuskan panggilan telpon secara sepihak


Amar hanya bisa menarik nafas berat melihat layar hapenya sudah mati


...****************...


Sudah Enam bulan lamanya Fauzan berada di lautan mengikuti kapal ikan berbagai rintangan yang dihadapi oleh Fauzan dan teman-temannya mulai dari tiupan Angin barat yang sangat kencang disertai gelombang setinggi 10 M tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengais rezeki untuk keluarga yang sedang menanti mereka di kampung halaman, kini mereka sudah berada di lautan kepulauan Aru tepatnya berada di sebuah desa C yang menjadi pusat kecamatan Dari beberapa desa Seperti desa W sebagai desa asal Aira, desa M sebagai desa asal Amar ada juga Desa J, Desa R


Fauzan sudah turun ke perkampungan warga untuk membeli keperluan yang dibutuhkan di atas motor laut tanpa sengaja dia melihat sosok seorang gadis yang begitu mirip dengan gadis yang selalu hadir dalam mimpinya


"Apakah itu dia, tapi dengan siapa kelihatannya mereka begitu akrab seperti ada hubungan spesial yang terjalin" Gumam Fauzan bertanya pada dirinya sendiri


Sementara Amar sedang mengungkapkan perasaannya kepada Aira dan Aira yang memang memiliki rasa yang sama pun dengan Amar menerima Amar menjadi kekasihnya mereka pun saling berbicara penuh kasih sayang dan kemesraan tangan mereka saling menggenggam erat seakan-akan tidak mau terpisahkan oleh ruang dan waktu


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus menatap mereka dari kejauhan. Aira terlihat bahagia dan ia tertawa begitu lepas dan sesekali tersenyum menampakan lesung di pipi indahnya. senyum itu membuat seseorang terpanah seakan mimpi yang selama ini selalu datang dalam tidurnya terlihat begitu nyata dan itu bukan sebuah bayangan namun sayangnya senyum indah itu bukan untuk dirinya tapi untuk pria yang sedang berdiri di hadapan Aira. Fauzan ikut tersenyum melihat Aira yang tersenyum menampilkan lesung pipinya


"Cantik" satu kata yang lolos begitu saja keluar dari mulutnya tanpa ia sadari

__ADS_1


"siapa namanya" Gumam Fauzan lagi ingin mengetahui nama gadis yang selalu hadir dalam mimpinya. Fauzan seketika bersembunyi karena dia menyadari Aira merasakan keberadaannya


Aira merasa seperti ia sedang diperhatikan oleh seseorang menoleh ke kiri dan ke kanan untuk mencari sosok misterius karena dia yakin tadi dia merasa seseorang memperhatikannya "Siapa orang itu kenapa dia memperhatikan aku seperti itu" Gumam Aura pelan tapi masih di dengar oleh Amar


"siapa sayang" Tanya Amar karena mendengar gumaman Aira


" a..ngak kok bukan apa-apa mungkin orang iseng" Jawab Aira Asal dan dia tidak mau membahas tentang orang yang aneh menurutnya karena memperhatikan dia dari jauh


"Jalan yu... dua puluh menit lagi Rapat akan dimulai" Ajak amar agar mereka meninggalkan tempat itu untuk menuju Balai kecamatan yang di gunakan untuk Rapat. Aira dan Amar berada di desa C karena desa C merupakan Desa kecamatan dimana kepala desa beserta sekertaris masing-masing desa selalu melakukan rapat Evaluasi beserta camat untuk mengetahui perkembangan program yang dijalankan setiap kepala desa beserta dengan stafnya


"Aira kamu dari mana saja saya tunggu dari tadi kamu malah Asyik jalan dengan dia, padahal dia cuman sekertaris desa dan kamu lebih memilihnya dan tidak menghiraukan aku" Tutur kepala desanya Aira yang juga menaruh hati kepada Aira padahal kepala desa tersebut sudah menikah dan memiliki seorang putri yang berumur satu tahun. Aira hanya tertunduk menyadari kesalahannya dan tidak seharusnya dia berkeliaran tanpa memberi tahu kepala desanya " Maaf pak" ucapa Aira lirih " Ayo masuk tapik jangan panggil aku pak panggil aja Bang Ridwan" Aira hanya mengangguk mengiyakan


para kepala desa dan sekertaris beserta beberapa staf dari masing-masing desa akan kembali ke desa masing-masing begitu juga dengan Aira kini mereka berada di jembatan untuk menaiki speed boat. Aira yang tidak hati-hati seketika terpeleset dan kehilangan keseimbangan tubuh akhirnya Byuur......Jatuh Ke dalam Air Asin semua orang seketika kaget dan tidak ada yang menolong Aira. Amar yang berada di sana juga panik tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak pandai berenang sementara Ridwan tidak berada di pelabuhan karena dia masih berada di salah satu toko yang ada di desa C membeli keperluan yang akan dibawa pulang


"Tolong, tolong, Amar tolong aku" Ucap Aira lirih dia kehabisan tenaga karena gelombang air yang terus menyapu dirinya kadang dia tenggelam dan kadang kepalanya saja yang terangkat ke permukaan air laut


Tidak ada orang yang bisa menolong dan mereka hanya melihat saja dan berdoa semoga ada yang bisa menolong Aira


"Kasihan gadis itu semoga ada yang berani menolongnya"


"Dia bisa mati tenggelam"


"Aku mau tolong tapi takut kebawa arus air laut juga"


beberapa orang yang ada disitu berbicara menghawatirkan keadaan Aira tanpa berbuat sesuatu. Fauzan yang baru saja tiba di pelabuhan seketika mendengar percakapan beberapa warga desa di tempat tersebut


"Pak ada apa rame-rame" Tanya Fauzan penasaran


Bersambung.......


...****************...


Hay para readers semuanya πŸ€—πŸ€—


semoga kalian sehat-sehat ya.....


Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜”


Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜ŠπŸ˜Š


Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸ‘ŒπŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya


Terimakasih semuanya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2