
"Ayu kamu kenapa, kamu takut ya punya saingan?" Rani menggoda Ayu karena dia sudah mengetahui perasaan sahabatnya kepada sang kakak. Ayu sendiri yang memberi tahu kepada Rani tentang Perasaannya kepada Fauzan
" Hah apa, ngak kok trus aku harus jawab apa dong kalo Santi mau tinggal disini" Ayu salah tingkah mendengar penuturan Rani
" Kamu tau ngak Bang Fauzan itu semalam nanya kamu trus tadi pagi juga waktu kamu belum datang" ucap Rani memberi tahu
"kak Ayu dan bang Fauzan udah jadian ya"? Tanya Rina penasaran
"Ngak kok kita ngak pacaran" jawab Ayu cepat agar Rina tidak salah paham
"bukan ngak pacaran tapi sebentar lagi akan jadian, udah kangen-kangenan tuh" Rina menggoda Ayu lagi
"apaan sih, dari pada kamu ngomel-ngomel mendingan rasa ni kue" Ujar Ayu sambil memasukan kue di mulut Rani. Rani gelagapan mulutnya penuh dengan kue Ayu dan Rina tertawa terbahak-bahak melihat Rina yang tersedak
"Aku setuju kok" Ucap Rina mendukung jika Ayu dan Fauzan menjalin hubungan
Uhuk uhuk Rani terbatuk-batuk wajahnya sampai merah. Ah... Rani menarik napasnya kembali Ayu merasa bersalah melihat keadaan Rani
"Rani maafin aku ya...kamu terbatuk-batuk wajah mu sampai merah" Ayu mengelus punggung Rani
"Kak minum dulu" Rina menyodorkan segelas air putih ke kakanya
"Aku udah ngak papa kok, santai Aja Ayu" Rani mengulurkan tangannya mengambil air dari Rina dan tersenyum ke arah keduanya. Rani mempunyai ide untuk membalas mengerjai Ayu dan Rina. Ia berjalan ke tumpukan bahan kue dan melihat Adonan yang masih tersisa dia ingin mengolesi wajah Ayu dan Rina dengan adonan tersebut, Ayu dan Rina yang tidak mengetahui rencana Rani mereka tidak menyadari bahwa di tangan Rani ada adonan kue.
Rani berjalan perlahan dan menyembunyikan tangannya di belakang mendekat ke arah Ayu dan Rina. apa yang terjadi ya....Rani mengoles wajah Ayu dan Rina dengan adonan dan berlari menjauh dari mereka berdua sambil tertawa terbahak-bahak. Mereka tidak diam saja tapi mengambil adonan mengejar Rani
...****************...
kini di dalam dapur sudah seperti kapal pecah begitu berantakan. di dalam dapur bukan saja penuh adonan saja tapi tepung yang sudah berhamburan dan mereka masih kejar-kejaran saling menggolesi adonan dan tepung. lantai yang sudah dipenuhi tepung dan adonan pun menjadi sangat licin dan membuat Ayu kehilangan keseimbangan tubuh dan terjatuh menabrak Fauzan yang baru saja masuk ke dapur. Fauzan yang tidak menyadari keadaan dan tidak dapat menahan bobot tubuh Ayu langsung terjatuh karena hilang keseimbangan. Kini tubuh Ayu menindih tubuh Fauzan
"Ach....teriak Ayu ketika terjatuh dan kini dia sudah berada di atas tubuh Fauzan. Ayu membuka mata perlahan dan dia melihat dibawanya ada Fauzan yang sedang tersenyum menahan tawanya melihat wajah dan rambutnya yang berantakan penuh adonan dan tepung
"Buaha hahahaha" Tawa Fauzan pun pecah melihat wajah Ayu yang sangat lucu. Ayu yang melihat Fauzan menertawan dirinya tidak tinggal diam saja langsung mengolesi wajah Fauzan dengan Sisa adonan di tangannya. Rina yang melihat itu langsung mengambil tepung dan mengolesi di wajah Fauzan
"Buaha hahahaha" Tawa Ayu seketika meledak merasa lucu melihat wajah Fauzan kini sudah di penuhi dengan adonan kue dan tepung. Rani dan Rina juga ikut tertawa. mama Nadia yang mendengar suara ribut-ribut dari arah dapur langsung melangkah menuju dapur begitu juga dengan Santi yang terbangun karena mendengar suara ribut beranjak keluar kamar dan mencari sumber suara yang ternyata dari arah dapur
mama Nadia dan Santi yang sudah berada di dapur dibuat terkejut karena melihat posisi Ayu yang sedang menindih Fauzan sambil tertawa dengan wajah yang dipenuhi tepung dan adonan kue. "Ayu Fauzan apa yang kalian lakukan?" Tanya Mama Nadia. Ayu reflek keluar dari atas tubuh Fauzan. seketika Fauzan juga langsung berdiri. Ayu hanya menundukkan kepalanya dan takut menatap wajah Mama Nadia yang sudah berpikir salah tentang dirinya
"Kenapa wajah kalian semua penuh dengan adonan kue dan tepung" Tanya mama Nadia mengarahkan pandangannya ke seluruh Ruangan
"Tante maafkan Ayu ini semua salah ku, Ayu akan membersihkan dapur ini" Ucap Ayu lirih penuh ketakutan menundukkan kepala
"Tidak mama ini bukan salah Ayu tapi Rani yang salah, Rani yang duluan mengolesi wajah Ayu dan Rina dengan tepung" Rani
"Betul ma, Ka Rani yang duluan mengolesi wajah kami dengan adonan kue" Rina membenarkan ucapan Rani
"kalian bertiga segera membersihkan dapur dan mandi setelah itu Bantu mama masak. Rani ajak Ayu ke kamar kamu" Mama Nadia
__ADS_1
"Iya ma" ucap Rani dan Rina
"Iya Tante" Ayu
Santi begitu kesal melihat Ayu dan Fauzan begitu dekat, Santi menatap Ayu dengan sinis dan berdecak "cih dasar penggoda"cecar Santi pelan di telinga Ayu dan melangkah keluar dari dapur Ayu hanya menundukkan kepalanya saja dengan wajah yang di tekuk
"Ayu kamu kenapa, ngak usah dengar apa yang Santi katakan" Ucap Rani
"Aku ngak papa kok, ayo kita beresin dapur sekarang agar cepat selesai" ucap Ayu mengalihkan topik agar Rani tidak bertanya terus
"Udah ngak usah ngambek nanti Abang bantuin kalian bertiga, Kalo ngambek wajah kalian tambah jelek apalagi kamu Ayu" Ucap Fauzan menggoda mereka. Ayu yang mendengar namanya disebut seketika menatap Fauzan. Fauzan yang ditatap Ayu hanya tersenyum
"Bang Fauzan" Teriak Rani dan Rina memasang wajah cemberut. Fauzan hanya terkekeh menanggapi adik-adiknya yang kesal terhadapnya
Tiga puluh menit kemudian dapur sudah bersih dan mereka berempat juga sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Rani, Rina dan Ayu sedang di dapur untuk memasak membantu mama Nadia. Ayu begitu gelisah karena mama Nadia dari tadi tidak berbicara dengannya
"Tante" panggil Ayu
" kenapa sayang" Jawab Mama Nadia tanpa menoleh kearah Ayu. Ayu menelan ludahnya kasar melihat mama Nadia yang tidak melihat ke arahnya
"Maafin Ayu Tante, Ayu tidak sengaja menindih Bang Fauzan"
"Lalu" Tanya mama Nadia dengan nada dingin. Ayu menceritakan semuanya tanpa terlewatkan dimulai dari Rani yang mengolesi wajahnya dan wajah Rina dengan Adonan sampai dimana ketika mama Nadia melihat Ayu yang sedang menindih tubuh Fauzan
"Tante maafin kamu kok, lain kali hati-hati Jangan terulang lagi seperti tadi jika orang lain yang melihat mereka akan berpikir yang Tidak-tidak tentang kamu Ayu, Tante yakin Santi tadi berpikir yang tidak-tidak terhadap kamu" Ucap Bu Nadia memberi pengertian ke Ayu dengan tangannya mengelus lembut kepala Ayu dan tersenyum penuh kehangatan kepada Gadis yang telah mencuri perhatiannya
" Yaudah kita lanjutkan masakan kita, kalian bertiga pasti sudah lapar kan" Tanya mama Nadia
"Iya ma, Rina lapar bangat" ucap Rina manja memegangi perutnya
mama Nadia hanya tersenyum melihat tingkah Si Bungsu
...****************...
Fauzan sama Santi dimana ya....??
Flashback on
Santi yang melihat Fauzan baru saja keluar dari kamar dan ingin ke dapur langsung lari menghampiri Fauzan
"Bang Fauzan" Santi memanggil Fauzan yang melangkah menuju ke arah dapur
Fauzan yang mendengar namanya dipanggil langsung berhenti dan menoleh ke asal suara. "ada apa" tanya Fauzan dengan dingin dan datar. ia begitu kesal ternyata yang memanggilnya Santi bukan Ayu
Santi yang sudah berada disamping Fauzan langsung memegang lengan Fauzan"Anterin Santi ke pasar tuk beli perlengkapan sekolah, mau ya bang esok Santi sudah masuk sekolah jadi hari ini harus di beli" Ucap Santi sambil bergelayut manja di lengan Fauzan
"Baiklah tapi lepasin tangan kamu dulu" Fauzan menarik tangannya dari genggaman tangan Santi. Berjalan masuk ke kamar untuk mengambil kunci motor. Santi sangat senang karena Fauzan mau menemani dirinya ke pasar
__ADS_1
ketika di pasar Santi selalu merangkul lengan Fauzan begitu juga ketika mereka di atas Motor Santi memeluk erat tubuh Fauzan tanpa ada celah diantara mereka berdua. Fauzan merasah risih dengan tingkah Santi seakan-akan mereka sepasang kekasih yang sangat mesra. sebagian gadis merasa iri terhadap Santi yang bisa merangkul dan bergelayut manja di lengan Fauzan. Sebagian dari mereka juga adalah adik kelas Fauzan. " Wah Kak Fauzan udah punya kekasih pantas saja di sekolah dia tidak pernah dekat dengan cewek mana pun" ucap salah satu gadis. Santi yang mendengar langsung tersenyum penuh kemenangan. " mereka cocok ya, Kak Fauzan ganteng dan ceweknya cantik" ucap gadis yang lainnya. Santi yang mendengar tersebut lebih mengeratkan pelukannya di lengan Fauzan
Fauzan yang merasa risih dan muak dengan tingkah Ayu seketika menarik tangan santi dari lengannya dan berjalan meninggalkan Santi. "Akh Santi meringis kesakitan karena tangannya ditarik paksa oleh Fauzan. Gadis-gadis yang tadi membicarakan tentang Santi dan Fauzan dibuat terkejut oleh tingkah Fauzan.
"kalo emang dia kekasih kak Fauzan pasti tidak akan diperlakukan seperti itu oleh kak Fauzan. Kak Fauzan terkenal dengan sosok lemah lembut terhadap kaum perempuan" Ucap salah seorang diantara mereka
"Iya betul itu, pasti cewek itu kecentilan nempel sama kak Fauzan ih dasar genit" ucap seorang lainnya sambil menunjuk ke arah Santi
Santi yang mendengar dia di caci langsung berlari mengejar Fauzan. "Ich dasar sialan awas aja kalo kita satu sekolah" Santi terlihat kesal kepada gadis-gadis yang ia temui tadi
Flashback of
Bersambung.......
...****************...
Hay para readers semuanya 🤗🤗
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari
tapi waktunya tidak menentu
mengingat Author juga punya tugas yang
tidak bisa ditinggalkan begitu saja di
kehidupan nyata
🙏🙏🙏😔
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana
Author ya 🙏🙏😘😘😊😊
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana
Author lebih bersinar 🌟🌟🌟🌟🌟👌🥰🥰
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke
rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan
kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
Terimakasih semuanya 🙏🙏😘😘
__ADS_1