Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu

Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu
Chapter 24


__ADS_3

"Mulai detik ini aku akan selalu Ada disisimu, menemani hari-hari mu ada dalam suka maupun duka bersamamu Aku mencintai mu Aira, ini mungkin terlalu cepat bagi mu Aira tapi aku mengatakan yang sebenarnya aku sangat sangat mencintai mu" Bisik Fauzan di telinga Aira. Aira yang mendengar Ungkapan Hati Fauzan ia lebih merasa bersalah kepada Fauzan yang mencintainya dengan tulus"


Aira melepaskan pelukannya ia merasa tak pantas mendapatkan Cinta Fauzan yang tulus


"kenapa Aira?"Tanya Fauzan ketika Aira melepaskan pelukannya. Aira tak mampu menatap mata Fauzan ia hanya menundukkan kepalanya Air matanya terus mengalir seakan tak mau berhenti begitu juga dengan bumi yang ia pijak seakan ikut merasakan kesedihannya sedari tadi hujan terus turun membasahi bumi Aru yang seakan tak mau berhenti


"Di mana rumah mu biar ku antar, tidak baik wanita hamil hujan-hujanan apa lagi ini sudah larut malam" Fauzan menawarkan diri mengantarkan Aira, Fauzan khawatir dengan kondisi Aira dalam keadaan hamil dan kehujanan


"antarkan aku ke jalan AB" ucap Aira


"Baiklah Ayo ikut aku"


Fauzan memberhentikan dua ojek yang lewat ia mengatakan bahwa ia dan istrinya naik salah satu ojek karena istrinya sedang sakit dan terkena hujan dan si tukang ojek bisa naik ke ojok yang satunya lagi, tukang ojek yang melihat kondisi Aira mengiyakan


"Bang kenapa kamu bohong kalau aku ini istri kamu" Tanya Aira ketika motor sudah jalan


"aku tidak bohong kok, kamu kan akan jadi istri aku"


"ich, apaan sih" Aira memukul pelan punggung Fauzan


"udah jangan banyak protes emangnya kamu tidak mau Nikah sama aku" Fauzan menarik tangan Aira dan menaruhnya di pinggangnya


"kenapa dikeluarkan" Tanya Fauzan ketika Aira menarik tangannya


"kamu mau jatuh ya" Aira seketika menaruh kembali tangannya di pinggang Fauzan. Fauzan pun tersenyum melihat tangan Aira sudah melingkar di pinggangnya


"aku mencintaimu apa adanya bukan karena ada apanya, aku menerima segala kekurangan mu dengan lapang dada, anak yang kau kandung akan ku terima dengan ikhlas dan akan ku berikan anak tersebut kasih sayang yang melimpah layaknya seorang Ayah kandung" batin Fauzan dan terus melajukan motor milik tukang ojek tersebut


Aira memeluk Fauzan dengan erat entah kehidupannya ke depan seperti apa tapi yang dia tau saat ini Amar telah mengkhianati dirinya sementara dia sedang mengandung anaknya, disisi lain ada Fauzan yang selalu ada disaat dia terpuruk mencintai dengan tulus dan menerima kekurangan dirinya dengan ikhlas bahkan mau menerima anak yang ia kandung. Harus kah ia bersyukur atau bersedih atas kejadian yang dialami hari ini sangat menguras tenaga, pikiran bahkan air mata yang seakan tak mau berhenti, Aira hanya ingin pulang dan tidur agar ketika dia terbangun esok hari semuanya akan seperti biasanya dan apa yang dia alami hari ini hanyalah sebuah mimpi yang menjadi bunga tidur. Fauzan yang merasakan punggungnya bergetar akibat Aira yang sedang menangis tersedu-sedu menggenggam jemari Aira menyalurkan kekuatan kepada gadis yang telah menjadi seorang wanita seakan ia memberikan isyarat semuanya akan baik-baik saja.


...****************...


Tik


tik


tik

__ADS_1


Jam dinding di rumah Bu Mirna sudah menunjukkan pukul sembilan lebih empat puluh lima menit. wanita paruh baya tersebut sangat hawatir dan gelisah dari tadi ia hanya mondar mandir sesekali Bu Mirna menatap ke arah pintu.


"dimana kamu nak, jam segini kamu belum pulang juga ibu sangat menghawatirkan mu Aira" Bu Mirna terlihat Frustasi ia menyapu kasar wajahnya ia pun memilih duduk di bangku menunggu kepulangan Aira sedari tadi Bu Mirna hanya berdiri mondar mandir kesana kemari ia bahkan melupakan makan malamnya karena begitu hawatir


Bu Mirna menatap jam dinding yang sudah terlihat kusam dimakan usia Jam tua itu sudah menunjukan pukul sepuluh lebih lima menit itu artinya Bu Mirna sudah duduk selama dua puluh menit Ia pun berdiri ingin menutup pintu terdengar bunyi motor di luar terlihat ada dua ojek salah satu ojek tersebut ada Aira


Aira sudah berjalan menuju pintu sementara Fauzan sedang membayar ongkos ojek tersebut


"Aira, kamu basah kuyup" Ucap Bu Mirna melihat Aira yang sudah menggigil kedinginan


"Aira ganti baju dulu" Aira berjalan ke dalam untuk membasuh dirinya dengan Air hangat yang ada di termos dan tak lupa ia juga langsung mengisi sepanci besar Air lalu merebusnya setelah itu baru ia masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya


Bu Mirna akan menutup pintu namun tiba-tiba ada yang memberi salam


"Assalamualaikum" Ucap pria tersebut yang tak lain adalah Fauzan


"waalaikum salam" Bu Mirna mengenali pria tersebut yang tadi membawa Aira seketika


Plak


"kau apakan anak ku ha" Teriak Bu Mirna. Fauzan hanya memegang pipi kanannya yang terasa perih


"aku meng...."


Plak


Fauzan belum menyelesaikan perkataannya Pipi sebelah kirinya sudah di tampar lagi oleh wanita paruh baya yang ada di hadapannya


sementara Aira yang sedang di dalam kamar mandi mendengar suara Bu Mirna yang sedang memarahi seseorang ia pun mempercepat ritual mandinya


"Jangan jangan itu bang Fauzan, Ya Ampun aku bahkan meninggalkan dia di depan rumah" Aira segera meraih handuk dan berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaian


Aira berjalan ke depan terdengar jelas bunyi sapu lidi yang mengenai tubuh seseorang dan suara Bu Mirna yang sepertinya sedang mengancam seseorang


"Dasar pria brengsek bisa-bisanya kau menyakiti anak ku, kau buat dia basah kuyup matanya bengkak pasti kau yang membuatnya menangis" Cecar Bu Mirna dan terus memukuli Fauzan dengan Sapu lidi


Aira yang sudah berada di depan tercengang melihat pemandangan yang ada di depan matanya ia menutup mulutnya sangking terkejut melihat Bu Mirna yang sudah memukul Fauzan dengan Sapu lidi tanpa ampun ia pun mendekati Bu Mirna dan menghentikan Wanita paruh baya tersebut. Fauzan hanya menerima pukulan wanita paruh baya tersebut ia Hanya menunggu kehadiran Aira saja untuk menyelamatkan dirinya dari singa betina ini

__ADS_1


"Bu, Lepasin bang Fauzan Bu" Aira berusaha merampas sapu lidi yang ada di tangan Bu Mirna namun wanita paruh baya tersebut sangat kuat menggenggam sapu itu


"Aira, Biar ibu hajar pria brengsek yang sudah menyakiti kamu dan buat kamu menangis sampai matamu bengkak seperti itu" Ucap Bu Mirna yang masih saja memukul Fauzan dengan Sapu lidi


"Ibu salah paham, Bang Fauzan tidak menyakiti aku bahkan ia yang telah menolong Aira dan membawa Aira pulang ke rumah ini " Ucap Aira yang sudah menangis karena merasa bersalah melihat Fauzan yang basah kuyup dan mendapat pukulan dari Bu Mirna


Mendengar penjelasan Aira Bu Mirna segera menghentikan aksinya ia menatap ke mata Aira tuk mencari kebenaran dari kata-kata Aira, Bu Mirna dapat melihat kejujuran di mata Anak Angkatnya


"Aku berkata yang sebenarnya Bu, aku tidak berbohong" ucap Aira meyakinkan Bu Mirna


Fauzan terkulai lemas mendapatkan serangan bertubi-tubi dari wanita paruh baya tersebut, bahkan ini pertama kali baginya di pukul seperti ini ayah dan mamanya saja tak pernah berbicara kasar kepadanya apa lagi memukulnya seperti ini. Fauzan bahkan heran dengan wanita paruh baya ini masih kuat untuk memukul. Bu Mirna menatap ke arah Fauzan merasa bersalah melihat pria tersebut ia bahkan tak membiarkan anak itu untuk berbicara sepatah katapun lagi itu semua karena ia sangat menyayangi Aira seperti putri kandungnya sendiri.


"Aira uruslah Fauzan dengan baik ibu akan mengambilkan Baju untuknya" Bu Mirna berjalan menuju kamarnya ia merasa bersalah dan jug malu ia sudah salah sangka terhadap Fauzan. Aira berjalan mendekati Fauzan


"Bang, maafkan Aira, Aira selalu menyusahkan Abang" Fauzan menaruh jari telunjuk di bibir Aira agar gadis itu berhenti berbicara, Fauzan menggelengkan kepalanya dan tersenyum ia kemudian mengecup Bibir Aira. Aira tercengang mendapatkan kecupan Dari Fauzan terasa hangat


"Bang...."


Bersambung..........


Bi Mirna ini ada-ada aja, Anak orang dipukuli seperti itu 😁😁😁


...****************...


Hay para readers semuanya πŸ€—πŸ€—


semoga kalian sehat-sehat ya.....


Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜”


Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜ŠπŸ˜Š


Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸ‘ŒπŸ₯°πŸ₯°


Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya


Terimakasih semuanya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2