Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu

Manisnya Madu Dibalas Pahitnya Empedu
Chapter 19


__ADS_3

POV Fauzan


Aku dan beberapa teman sesama pelaut namun berbeda kapal/motor laut sedang mengurus surat izin operasional ya kini kami berada di desa W kami sedang menunggu sekertaris desa yang akan menandatangani surat izin kami dari pembicaraan mereka aku mengetahui bahwa Sekertaris desa ini seorang gadis beberapa saat kemudian teman-teman seperjuangan ku mengatakan bahwa sekertaris desa W sudah datang akupun menoleh ke arah datangnya seorang gadis tersebut yang di ketahui bahwa dia adalah sekertaris desa ini


Deg


jantungku seketika berdebar melihat siapa gadis tersebut yang ternyata dia adalah gadis yang aku tolong setahun yang lalu dan gadis yang selalu hadir dalam mimpiku ketika aku masih berada di kampung halamanku senyum seketika mengembang di bibirku tapi sepertinya dia tak melihat kearah kami. aku menanyakan namanya dibeberapa teman yang berada di dekatku mereka tidak memberi tahu malah menggodaku dan ada yang masih mengenalku ketika aku menolong gadis yang baru aku ketahui dia seorang sekretaris desa. pria yang mengenalku bernama Latif kami berkenalan dan terlihat pembicaraan singkat dan melakukan janji temu karena Latif akan mengenalkan aku kepada bapak dan ibu angkatnya, akupun mengiyakan


ketika kami berjalan menyusuri pantai menuju rumah orang tua angkat Latif dari kejauhan kami melihat seorang gadis sedang duduk termenung memandang ke arah laut Latif mengenal gadis itu yang tak lain sekertaris desa ini akupun mengenalnya sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Latif mengajakku untuk menghampirinya.


Kami berdua sudah berdiri di dekatnya tapi sepertinya dia tidak menyadari keberadaan kami mungkin dia lagi memikirkan pujaan hatinya entahlah aku juga tak tau tapi aku sedikit cemburu melihat gadis yang aku cintai sedang memikirkan pria lain. Latif mencoba memberi salam dia pun menjawab tanpa mengalihkan pandangannya Latif pun mengajaknya berbicara dia meladeni tapi masih tetap memandang ke arah laut. seketika aku merasa jengkel melihat tingkahnya akupun bersuara bahwa dia tidak sopan berbicara dengan lawan bicaranya tapi tidak melihat ke arah lawan bicara, mendengar suara ku diapun berdiri dan ingin pulang ke rumahnya seketika dia hampir terjatuh akupun menopang tubuhnya sehingga dia tak terjatuh dia berterima kasih kepadaku, aku mengatakan dia harus hati-hati karena aku tak selalu berada disisinya dia pun terkejut aku bisa melihat dari raut wajahnya semoga saja dia bisa mengingat diriku.


kami melanjutkan perjalanan kami karena tinggal beberapa langkah lagi kami akan sampai namun tiba-tiba terdengar suara orang terjatuh akupun menoleh dan berlari kearahnya mengangkat tubuhnya yang terkapar di atas pasir putih Latif menyarankan agar aku membawanya ke rumah kedua orang tua angkatnya karena jarak yang sudah dekat, lagi pula kami tak tau dimana rumahnya


Bu angkat Latif terkejut melihat gadis tersebut berada dalam gendonganku. Bu angkat Latif bernama Bu Ratna mempersilahkan kami masuk dan menyuruh ku untuk membaringkan Aira di atas tikar yang sudah digelar di atas lantai kayu. ya kini aku telah mengetahui namanya yang disebut Bu Ratna ketika mengepresikan rasa keterkejutannya melihat seorang gadis yang tidak sadarkan diri berada dalam gendongan pria asing. Aira nama yang cantik.


Bu Rodiah memberikan minyak kayu putih kepada ku dan menyuruh ku untuk mengoleskan dibagian bawah hidungnya beberapa menit kemudian Aira terbangun dia menatapku dan berterima kasih karena aku telah menolongnya dua kali. Aku sangat bahagia akhirnya Aira bisa mengingat siapa diriku. aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan yang ku pendam sekian lama.


Bu Ratna datang membawa segelas teh untuk Aira dan dua gelas kopi untukku dan juga Latif, ada sebuah piring berisi....aku tidak tau apa namanya aku mengambil sepotong memasukkan kedalam mulut dan menggigitnya akupun berteriak saking kagetnya dengan makanan yang aku makan rasanya begitu keras seperti batu kataku gigiku bisa patah, mendengar perkataan ku Bu Ratna, Aira dan juga Latif tertawa terbahak-bahak memegang perutnya akupun kesal melihat tingkah mereka. Bu Ratna menjelaskan cara memakan pom-pom mula-mula aku harus mencelupkan kedalam gelas kopiku baru bisa dimakan dan rasanya enak. Aira melihat kebingungan di wajahku ia berinisiatif menjelaskan berbagai makanan khas Aru yang berbahan dasar sagu mereka biasanya menyebut dengan nama Tumang. akupun mendengar dengan seksama tanpa aku sadari aku telah menghabiskan sepiring pom-pom karena memang pom-pom enak dimakan dengan cara dicelupkan kedalam teh atau kopi. Latif dan Bu Ratna menggodaku akupun mengeluarkan kata-kata yang tidak aku sadari kata-kata yang mewakili perasaan ku terhadap gadis yang kucintai yang sedang duduk di depanku mungkin saja bu Ratna menyadari jika aku memiliki perasaan terhadap Aira, Bu Ratna ingin aku mencoba jenis makanan lainnya yang berbahan dasar dari tumang sinoli nama makanan tersebut. kami pun pamit pulang aku merasa bahagia hari ini akhirnya aku bisa mengetahui nama gadis yang aku cintai.


...****************...


Bu Ratna sedang membereskan gelas bekas Kopi dan teh tiba-tiba suaminya datang

__ADS_1


"Ibu lagi apa, sepertinya ada tamu Bu" ucap pa Samsul yang baru saja pulang memancing


"ia pa tadi si Latif datang bersama teman prianya dan juga ada Aira"


"Aira, kok bisa sih Bu?


Bu Ratna pun menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir tanpa menambahkan atau mengurangi isi ceritanya. pa Samsul manggut-manggut mendengarkan cerita istrinya


"pa hari Minggu kita undang Latif sama Fauzan ya tuk makan sinoli"


"emangnya dia mau makan sinoli"


"pom-pom aja dia habiskan sepiring pa, pasti sinoli juga dihabiskan"


Rumah Aira


Malam semakin larut tapi Aira belum bisa memejamkan matanya dia selalu terngiang ucapan Fauzan tadi sore ia pun mengingatkan perkataan pa kades membuat ia semakin bingung tentang Perasaan Fauzan


"apa bang Fauzan mencintaiku, secepat itu kah dan kita baru bertemu dua kali. hari ini aku begitu bahagia dan bersemangat tidak pernah aku rasakan ketika aku bersama amar" ucap Aira berseri namun seketika ia merasa sedih mengingat kekasihnya tak ada kabar selama dua Minggu terakhir ini


Aira mencoba mengirimkan pesan untuk Amar " Assalamualaikum sayang kamu baik-baik saja kenapa tidak ada kabar dari mu selama dua Minggu ini aku merindukanmu" begitulah kira-kira SMS Aira dia pun menekan tombol send


satu menit

__ADS_1


Dua menit


Tiga menit


Bahkan sudah tiga puluh menit tidak ada balasan dari Amar. Aira memutuskan untuk tidur tanpa menunggu waktu lama lagi Aira sudah terlelap berlayar menuju pulau kapuk mengarungi lautan mimpi yang indah


Bersambung..............


...****************...


Hay para readers semuanya πŸ€—πŸ€—


semoga kalian sehat-sehat ya.....


Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜”


Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜ŠπŸ˜Š


Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸŒŸπŸ‘ŒπŸ₯°πŸ₯°


Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya


Terimakasih semuanya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2