
Waktu adalah pemberi kerja dengan kesempatan yang sama. Setiap manusia memiliki jumlah jam dan menit yang sama setiap harinya.
Orang kaya tidak bisa membeli lebih banyak jam. Para ilmuwan tidak dapat menemukan menit baru.
Dan kamu tidak dapat menghemat waktu untuk menghabiskannya di hari lain. Meski begitu, waktu sangat adil dan memaafkan.
Tidak peduli berapa banyak waktu yang telah kamu buang di masa lalu, kamu masih memiliki seluruh hari esok - Denis Waitley.
...****************...
"Assalamualaikum pak" Fauzan memberi salam sambil melambaikan tangan ke arah pak Ahmad
"Waalaikum salam nak Fauzan"Pak Ahmad membalas salam Fauzan sambil berjalan kearahnya
"wah sepertinya kamu semangat sekali hari ini"ucap pak Ahmad sambil menepuk pundak Fauzan
"iya pa semangat harus diperlukan ketika bekerja agar kita mengerjakan pekerjaan kita dengan baik dan tepat waktu" Fauzan
"wah semangat mu besar sekali, bapak menyukai anak muda seperti kamu yang mempunyai semangat bekerja yang tinggi" Pak Ahmad memuji Fauzan
"Hehehehe makasih pak"ucap Fauzan sambil terkekeh menunjukkan gigi putihnya yang berbaris rapi
"Nak hari ini kamu akan mengantarkan barang ke Wajo, Soppeng, dan Sidrap" ucap pak Ahmad memberi tahu jadwal pengantaran barang
"Apakah kamu sudah siap"Tanya pak Ahmad
"Siap pak" Ucap Fauzan memberi hormat kepada pak Ahmad dengan mengangkat tangan kanan ke ujung pelipisnya
...****************...
seminggu telah berlalu dan selama seminggu ini Fauzan tidak pernah bertemu dengan Ayu
Fauzan merindukan sosok Ayu yang terang-terangan menunjukkan sikap suka padanya. sosok Ayu sudah mengisi sebagian kecil relung hati Fauzan, Seperti saat ini Fauzan sedang memikirkan Fauzan
"Esok kan hari Minggu apa Ayu akan datang atau tidak"?Tanya Fauzan sambil bergumam
"Aku kenapa sih mikirin Ayu"Fauzan mengusap wajahnya kasar menengadahkan wajahnya ke atas dan tiba-tiba terlintas di benaknya senyum seorang gadis berlesung pipi
"Gadis itu, sebenarnya siapa dia"? Dia selalu hadir ketika aku memikirkan Ayu"gumam Fauzan penuh tanda tanya
"Fauzan kamu tidak pulang nak, ini sudah jam delapan malam"?Tanya pak Ahmad
" I iya pa ini Fauzan mau pulang" Fauzan terbata bata karena kaget mendengar suara pak Ahmad. membuka pintu mobil truk dan berjalan menghampiri pak Ahmad
"Hati-hati ya nak salam tuk Ayah dan ibumu"
"Iya pa" mencium punggung tangan pak Ahmad dan menaiki motornya dan berlalu pergi
...****************...
Rumah Fauzan
"Assalamualaikum mama, Fauzan pulang" berjalan masuk mencari sosok malaikat tak bersayap yang penuh dengan kehangatan dan kasih sayang
"waalaikum salam sayangnya mama"berjalan mendekat ke arah putranya dan tersenyum merangkul lengan sang anak
Fauzan pun balik merangkul mama Nadia dan memeluk serta bergelayut manja di lengan mama Nadia
"kamu udah makan belum" tanya mama Nadia
"Belum ma..."Jawab Fauzan dengan manjanya
mama Nadia Hanya tersenyum menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Yaudah sekarang kamu mandi dulu habis itu makan mama siapin makanannya dulu"
"Iya ma" Mencium pipi mama Nadia dan berjalan menuju ke kamarnya untuk mandi
Kini Fauzan sedang makan malam sendiri mama Nadia tidak ada mungkin sudah tidur setelah menyiapkan makan malam untuk putra keduanya
"Selamat makan Bang" Rani
"em" Fauzan hanya berdehem mulutnya penuh dengan makanan. Fauzan mengunyah makanan dan meminum air
"dek kamu belum tidur" Fauzan merasa heran jam begini Rani belum tidur karena biasanya ketika dia pulang Ade-adenya sudah pada tidur hanya mama Nadia yang menyiapkan dan menemani Fauzan makan
"Belum bang baru selesai telpon sama Ayu" Rani
"Esok Ayu datang"?Tanya Fauzan
"Iya bang"
"Jam berapa"? Tanya Fauzan lagi
"Jam Enam Bang, perasaan dari tadi nanya Ayu melulu tumben biasanya juga Abang cuek bebek aja sama si Ayu"Tanya Rani penuh selidik
"Tanya doang emang ngak boleh ya"? Bukannya menjawab malah balik bertanya ke Rani
"cie cie.......ternyata ada juga yang kangen ni...." ledek Rani dan berlari keluar Ruang makan
Fauzan hanya senyum-senyum sendiri
"Ya Ampun sayang kamu udah habis makan ya.....maafin mama ya"?
"Ngak apa-apa ma"
"Tadi Abangmu telpon esok dia akan datang mengantarkan Santi" Mama Nadia menjelaskan
"Santi mau sekolah disini sama Rani dia akan tinggal bersama kita" mama Nadia
"Bikin sibuk aja tuh anak" Fauzan berdecak kesal
"Hus, ngak boleh ngomong seperti itu nanti Kaka ipar mu tau dia akan tersinggung" Mama Nadia melarang Fauzan bersikap seperti itu
"Habis makan kamu langsung tidur jangan bergadang lagi ya" mama Nadia mengecup pipi Fauzan dan mengelus kepala putranya itu penuh kelembutan, melangkah keluar menuju kamarnya
Fauzan hanya menatap punggung mama Nadia yang semakin menghilang
"Kenapa Ayah dan mama mengizinkan dia tinggal disini" Fauzan berdecak kesal mendengar Santi akan tinggal disini
"sapa yang tinggal disini bang"Tanya Rani yang baru masuk ke dapur dan tidak sengaja mendengar Fauzan mengatakan seseorang akan tinggal di rumah mereka
"Santi" ucap Fauzan
"Santi" Beo Rani
"kenapa dia tinggal disini bang"? Tanya Rani
"Dia pindah sekolah ke sini dan akan masuk di sekolah yang sama dengan mu dek" Ucap Fauzan menjelaskan
"Apa?" Ayu begitu terkejut mendengar penuturan Fauzan
"Bang, Rani tuh malas sama si Santi anaknya malas mengerjakan pekerjaan rumah kerjaannya skrol handphone doang. Kenapa sih tuh anak tinggal sama kita" Rani berdecak kesal
" Abang juga tidak tau dek tadi mama baru sampaikan esok Abang akan datang mengantarkan Santi ke sini"
"Bikin bed mood aja tuh anak, dia beda bangat sama si Ayu. Ayu tuh baik, rajin tidak manja padahal dia anak tunggal putri satu-satunya Tante Rani sama Om Andi" Rani membandingkan Ayu dan Santi
__ADS_1
"Abang juga berfikir sama seperti mu dek"
"Iya iya tau deh aku bang Orang yang lagi kangen satu Minggu ngak ketemu" Rani menggoda Fauzan dan berjalan keluar sambil melambaikan tangannya
Fauzan hanya tersenyum memandang punggung Rani yang sudah menghilang. Dia juga melangkah meninggalkan ruang makan untuk beristirahat karena dia sebenarnya merasa kelelahan seharian penuh menyetir dari satu tempat ke tempat lainnya.
...****************...
Rumah Ayu
"Nak esok kamu ke rumahnya Rani lagi" Tanya pak Andi
"Iya Ayah aku kan mau belajar membuat kue kemarin baru belajar satu resep aja" Ayu
"Baiklah, siang kamu langsung balik ya jangan sampai sore Ayah tidak mau kejadian seminggu lalu terulang kembali" pak Andi
"Iya Ayah, Ayu tidur dulu ya esok berangkatnya setelah sholat subuh"
"Baiklah, Setelah sholat subuh Ayah akan mengantarkan kamu nak"
Ayu tersenyum menganggukkan kepala bahwa ia menyetujui. Ayu berdiri perjalan meninggalkan Ayahnya tuk kembali ke kamarnya
" Loh, Ayu mana Ayah"?Tanya Bu Rani
" Udah pergi tidur Bu, Yaudah kita istirahat juga" Pa Andi berdiri dan merangkul istrinya membawa ke kamar mereka
Ayu yang sudah berada di dalam kamar belum memejamkan matanya. Berbaring di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar. Dia begitu merindukan Fauzan
"Aku sangat rindu padamu bang, Apakah kau juga merindukan aku" Ayu bertanya pada dirinya sendiri
"mendingan aku tidur esok aku ke rumah Rani, Setidaknya aku bisa melihat bang Fauzan" Ayu bergumam sambil memejamkan matanya untuk tidur menuju pulau kapuk mengarungi lautan mimpi. Dia berharap bisa bermimpi pujaan hatinya
Bersambung..............
...****************...
Hay para readers semuanya 🤗🤗
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari
tapi waktunya tidak menentu
mengingat Author juga punya tugas yang
tidak bisa ditinggalkan begitu saja di
kehidupan nyata
🙏🙏🙏😔
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana
Author ya 🙏🙏😘😘😊😊
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana
Author lebih bersinar 🌟🌟🌟🌟🌟👌🥰🥰
...Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke...
rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan
__ADS_1
kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya Terimakasih semuanya 🙏🙏😘😘