
Sementara Ibu Ayu dari tadi mondar mandir begitu khawatir menunggu kedatangan putrinya yang tak kunjung tiba
"Ayah kita cari Ayu aja ibu takut mereka berdua kenapa-kenapa"
"Iya Mah, Ayah ambil kunci motor dulu"
Sebelum suaminya berdiri terdengar bunyi motor di depan rumah
"Yah itu pasti mereka"
"Ayo kita kedepan"
Ayu dan Fauzan baru saja sampai di rumah kedua orangtuanya dengan keadaan wajah Ayu yang kusut dan mata sembab sementara Fauzan wajahnya yang penuh babak belur
"Assalamualaikum" Ucap keduanya Sambil berjalan masuk ke dalam rumah
"Waalaikum salam" Balas Kedua orang tua Ayu
"Ya Alla....Nak kamu kenapa wajahmu terlihat kusut, mata mu sembab
seperti orang yang habis menangis" Ucap Bu Rani sambil membelai pipi Ayu
"Astaghfirullah Hal Aziim, Nak Fauzan kenapa wajah mu babak belur seperti ini"?Tanya bu rani yang melihat wajah Fauzan yang memar dan ujung bibirnya sedikit sobek
"Mah biarkan mereka duduk dulu"
...****************...
mereka berempat jalan menuju ke sofa dan mendaratkan bokong mereka diatas sofa tersebut
Tut Tut Tut bunyi handphone pa RT berbunyi menandakan ada telpon masuk
pa RT merogoh handphone yang berada di dalam saku celananya. Terlihat dilayar nama sahabatnya tertera
"Assalamualaikum" pak RT
"waalaikum salam" pak Ferdi
"Hallo Fer...Ayu dan Fauzan baru aja sampai di rumah ni sepertinya mereka sedikit mengalami kesulitan dalam perjalan karena dilihat dari keadaan mereka yang berantakan" Pak RT menjelaskan keadaan Ayu dan Fauzan yang baru saja sampai di rumah
"Ada apa dengan mereka apa terjadi sesuatu kepada mereka berdua" Tanya pak Ferdi dari balik Handphone
"Sepertinya begitu dilihat dari keadaan mereka berdua, mereka belum sempat menjelaskan apa-apa kamu udah nelpon"
"Sebaiknya kamu bicara langsung dengan Fauzan saja agar kita semua bisa mengetahui kejadian sebenarnya" pak RT
" Baiklah berikan handphone kepada putraku" pa feri
"Nak Fauzan Ayahmu ingin berbicara dengan mu" Ucap pak RT sambil memberikan Handphonenya kepada Fauzan
"Assalamualaikum Ayah" Fauzan
"Waalaikum salam nak, kamu dan Ayu baik-baik saja kan"?Tanya pak Ferdi begitu khawatir
"Ia yah, kami baik-baik saja"
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua, cerita lah Ayah ingin mengetahui pak RT dan juga istrinya pasti ingin mengetahuinya juga"
"Baik Ayah Fauzan akan menceritakan semuanya dari awal sampai kami tiba di rumah om"
Deg... Ayu sangat terkejut mendengar Fauzan akan menceritakan semua kejadiannya
"Apa dia juga akan menceritakan kalo aku mencium nya, Awas aja kamu Fauzan sampai kamu benar-benar menceritakan" Gumam Ayu dalam hati dia sedikit takut jika Fauzan menceritakan hal tersebut
Fauzan pun menceritakan semuakejadian mulai dari mereka sholat Maghrib di masjid
mereka di hadang tiga orang preman di persimpangan jalan dan terjadi perkelahian yang tidak seimbang
Ayu yang dagunya mendapat cengkraman yang kuat dari salah seorang preman dan berakhir dengan perkelahian hebat antara Fauzan dan preman tersebut
"Hah..... aku pikir dia akan menceritakan hal itu" Ayu menarik Nafas dengan lega
"yang penting Kamu dan Ayu baik-baik saja, Ayah legah mendengarnya"
"Iya Ayah, mama Dimana"?
"Sudah tidur"
"Jangan beritahu mama, Fauzan tidak mau mama sedih mendengarnya"
"Baiklah Ayah tidak akan memberi tahu mama mu"
"sebaiknya kamu bermalam disana saja nak ini sudah larut"
"Baik yah aku akan memberi tahu kepada om dan Tante"
"Assalamualaikum" Fauzan
"Waalaikum salam"Pak Ferdi
Farhan menyerahkan kembali Hp pak RT setelah panggilan telpon terputus
"Nak Farhan sebaiknya kamu bermalam saja ini sudah larut malam" Bu Rani
"Iya Tante, Ayah juga berkata seperti itu" Fauzan
"Kalian Ganti baju dulu, setelah itu makan dan istirahat, Nak Fauzan kamu pake bajunya om aja ada kok yang ukuran mu"
"Ayu setelah makan kamu obati luka-luka nak Fauzan"
__ADS_1
"Iya Bu" Ayu
"iya Tante" Fauzan
...****************...
Setelah selesai membersihkan diri dan mengganti baju Ayu memanaskan kembali makanan dan menyiapkan makan malam untuk mereka berdua
Ayu berjalan ke kamar tamu untuk memanggil Fauzan karena dia telah menyiapkan makan malam mereka berdua
Tok tok tok bunyi ketukan pintu tapi tidak ada suara balasan dari dalam
Ayu menggerakan handel pintu pun terbuka karena tidak terkunci ia berjalan masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Fauzan
Fauzan yang baru selesai mandi tidak mengetahui keberadaan Ayu di dalam kamar dia hanya melilitkan handuk di pinggangnya begitu terkejut melihat Ayu
Ayu juga begitu terkejut melihat Fauzan yang bertelanjang dada. ia terpana melihat tubuh Fauzan yang sispek dan enam roti sobek yang tersusun dan sangat menggiurkan
"Dia begitu **** aku sampai kesulitan menelan ludahku" Gumam Ayu dalam hati mengagumi Fauzan
"ehem..." Fauzan berdehem
"Eh Anu Bang Fauzan makannya sudah siap kita makan yu" Ayu terlihat salah tingkah
Ayu begitu malu karena dia ketahuan sedang mengagumi ketampanan Fauzan
Sambil menundukkan kepala ia berjalan keluar dari kamar tamu yang di tempati Fauzan menuju ruang makan
sepuluh menit kemudian Fauzan sudah tiba di ruang makan dan mendaratkan bokongnya di atas kursi
Ayu memberikan piring ke Fauzan yang sudah berisi Nasi
"Bang mau makan Ikan atau Ayam"
"Ayam aja sekalian sayurnya juga"
Ayu mengambil lauk pauk ke dalam piring Fauzan dan tidak lupa juga segelas air putih
mereka berdua makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara
setelah selesai makan Fauzan langsung berjalan ke kamar tamu yang ia tempati saat ini
Ayu sedang membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang tadi mereka gunakan untuk makan
Setelah selesai membersihkan peralatan makan Ayu mengambil obat salep yang ada di kotak P3K
Berjalan ke arah ruang tengah tapi tidak menemukan orang yang ia cari
Di ruang tamu juga tidak ada
"Pasti di kamar" Ia bergumam sambil berjalan menuju kamar tamu yang di tempati Fauzan
Fauzan yang mendengar bunyi ketukan pintu segera berjalan dan membuka
krek terdengar handel pintu di putar dari dalam
"Ada apa Ayu"
"Itu lukanya mau Ayu obati"
"Tidak usah repot biar aku saja, mana salapnya"
"Tidak bang Ayu saja ini semua terjadi karena Abang ngelindungi Ayu"
"Tadi juga ibu menyuruh Ayu untuk mengobati luka-luka Abang"
Fauzan yang tidak mau berdebat lagi hanya mengikuti kemauan Ayu
...****************...
kira-kira dimana ya.... kedua orang tua Ayu berada. mereka telah tidur dan sepertinya Bu Rani dan Pak RT sengaja meninggalkan mereka berdua
Flashback on
Siang tadi ketika pak RT dan istrinya sedang makan siang mereka berdua sedang membicarakan tentang kepribadian Fauzan yang mendapat nilai plus di mata pak RT
" Ibu, papa sangat menyukai Fauzan menjadi mantu kita"
" dia anak yang baik dan sangat penyayang kepada keluarganya terutama ibu dan kedua adik perempuannya"
"Ia pa...ibu juga sangat setuju apalagi kelihatannya nak Fauzan sangat bertanggung jawab"
"Semoga saja mereka berdua bisa berjodoh ya Pah"
"Amin"
"papa akan berbicara hal tersebut ke Ferdi, semoga dia dan istrinya bisa setuju"
" Yaudah pa nanti aja setelah Ayu lulus dulu, Takutnya Ayu kepikiran dan tidak fokus tuk belajar"
"Baik Bu....."
mereka tidak mengetahui jika Ayu telah jatuh cinta kepada Fauzan
flashback of
Bersambung
...****************...
__ADS_1
"Masuk" ucap Fauzan membuka pintu dengan lebar
Ayu berjalan masuk dan diikuti Fauzan di belakangnya
Mereka berdua duduk di ujung tempat tidur
dan Ayu sedang mengolesi salep di wajah Fauzan
Ayu menatap lekat-lekat lelaki yang telah mencuri hatinya
"kenapa kamu tidak bisa membuka hatimu sedikit saja kepadaku, kamu selalu berbicara ketus sikapmu sangat dingin" Ayu bergumam dalam hati sambil menatap wajah sang pujaan hati
Fauzan yang menyadari Bahwa Ayu sedang menatap ke arahnya langsung balik menatap
"Kenapa kamu meliha ku seperti itu" Tanya Fauzan
"Aku menyukai mu Bang" tanpa sadar Ayu mengungkapkan isi hatinya
"Apa maksudmu"
Ayu seketika tersadar dengan pernyataannya
"ah....aku begitu bodoh kenapa aku sampai kecoblosan ungkapin perasaan aku ke bang Fauzan, pasti dia menilai ku tidak baik sebagai wanita gampangan" Ayu merutuki dirinya sendiri
Fauzan hanya tersenyum melihat tingkah laku Ayu. kamu gadis yang baik tapi entahlah Aku tidak ada perasaan apapun terhadapmu.
Fauzan mengangkat wajah Ayu agar bisa melihat ke arahnya
"Abang menyayangi mu Ayu sama seperti menyayangi Rani dan Rina"
Deg.... Hati Ayu begitu teriris mendengar pernyataan Fauzan seketika bulir bening bak kristal menetes di pipi indah nan mulus
"Jangan menangis Ayu, Jika om dan Tante melihat mereka akan berpikir yang tidak-tidak"
Fauzan menghapus air mata Ayu yang menetes terus menerus seakan tidak mau berhenti
Fauzan Menarik Ayu kedalam pelukannya. Ayu semakin menangis mendapat perlakuan manis seperti ini, dia mengeratkan pelukannya
"Sampai kapan kita seperti ini Ayu"
"Biarkan seperti ini Abang"
"Apa Abang sudah mempunyai kekasih, Apakah itu adalah Santi" Ayu begitu penasaran
Farhan yang terkejut mendengar pertanyaan Ayu langsung melerai pelukan mereka
"Apa maksudmu Ayu, Santi kekasih Ku"? Farhan tidak menjawab malah balik bertanya
"ia"
"hahahaha"
"Ayu, Ayu kamu itu ada-ada aja. Abang itu tidak punya kekasih"
"Ayu kamu itu wanita pertama yang telah mencium bibirku yang masih suci ini"
"Kamu juga lelaki pertama yang pernah ku cium bang, Aku mencintaimu"
Farhan seketika terdiam mendengar kejujuran Ayu
"Ayu setiap orang sudah di tentukan jodohnya oleh yang maha kuasa"
"Sampai kapan pun aku mencintaimu bang, Aku yakin kaulah jodoh ku dan cinta sejatiku" Ayu berkata dengan penuh keyakinan
"Baiklah biarkan waktu yang menjawab semuanya pergilah tidur esok kamu sekolah dan Abang juga akan bekerja"
Bersambung..................
...****************...
...Hay para readers semuanya 🤗🤗...
...semoga kalian sehat-sehat ya........
...Author akan usahain untuk update tiap hari...
...tapi waktunya tidak menentu...
...mengingat Author juga punya tugas yang...
...tidak bisa ditinggalkan begitu saja di...
...kehidupan nyata...
...🙏🙏🙏😔...
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana
Author ya 🙏🙏😘😘😊😊
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana
Author lebih bersinar 🌟🌟🌟🌟🌟👌🥰🥰
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke
rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan
...kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya Terimakasih semuanya 🙏🙏😘😘...
__ADS_1