
Amar yang baru saja sampai di rumahnya berjalan ke kamarnya dan mengambil ponselnya yang ia tinggalkan untuk dicas melihat ada pesan masuk dari Aira ia membacanya dan membalas pesan Aira
"waalaikum salam Aira, esok aku mau ke kota aku harap kamu juga ke kota ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu" begitulah kira-kira pesan yang dikirimkan oleh Amar kepada Aira
Terdengar Suara Azan yang begitu merdu berkumandang dari arah mesjid memanggil para jama'ah untuk melaksanakan sholat subuh siapa saja yang mendengar hatinya akan tersentuh. Aira yang memang sudah terbiasa bangun untuk melaksanakan sholat subuh mendengar suara Azan yang seketika menyejukan hatinya "Masya Allah suaranya begitu merdu hati ini terasa sejuk dan tenang" gumam Aira pada dirinya sendiri senyum mengembang diwajahnya ia pun segera keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh
Bukan saja Aira sendiri yang merasakan perasaan yang tenang tetapi juga gadis-gadis remaja lainnya seketika mereka menggunakan mukena dan pergi menuju ke mesjid untuk melaksanakan sholat subuh dan pastinya mereka ingin mengetahui siapa pemuda yang mengumandangkan adzan subuh.
setelah Aira sholat subuh ia segera merapikan tempat tidurnya terlihat ponselnya berada dibawah bantal semalam ia terlelap karena cape menunggu pesan balasan dari Amar kekasihnya. Aira meraih ponselnya dan melihat ada pesan masuk dari sang kekasih ia membaca seketika senyum mengembang di bibirnya "aku tau kamu juga pasti merindukan aku" gumam Aira melihat pesan dari Amar "Baiklah kita akan ketemu di kota hari ini" Balas Aira lalu mengirim pesan ke Amar
Seketika Aira membereskan pekerjaan rumahnya, mencuci piring, nyapu lantai, nyapu pekarangan rumah dan menanak nasi setelah semuanya selesai iapun segera mandi dan bersiap-siap ke dermaga menaiki speed boat menuju ke kota
Bu Rahma yang baru saja bangun melihat putri sulungnya telah rapi " Aira, hari ini kan hari Minggu kamu mau kemana?" Tanya Bu Rahma penasaran
"Aira mau ke kota Bu ada urusan, Aira sudah menanak Nasi, maaf ya Bu Aira belum sempat masak lauknya"
"Yaudah kamu hati-hati ya nak.... Ibu akan memberi tahukan kepada Ayah mu
"Assalamualaikum ibu" Aira mencium tangan Bu Rahma dan berjalan keluar rumah menuju dermaga menaiki speed boat yang akan mengantarkan ia ke kota
...****************...
Beberapa jam perjalanan akhirnya Aira pun tiba di kota ia sedang berjalan mencari warung terdekat untuk mengisi perutnya cacing-cacing dalam perutnya sudah demo dari tadi sejak masih dalam perjalanan minta di beri makan
Aira yang melihat manisan kedondong seketika ingin memakannya ia pun menghampiri sang penjual. Aira membeli dua puluh biji buah kedondong memakan begitu lahap seakan-akan ia baru melihat makanan terenak yang belum pernah dia temui Sang penjual yang melihat Aira memakan dua puluh biji buah kedondong seketika dia hanya bisa menelan ludahnya kasar dan mengatakan sesuatu yang membuat Aira terkejut " Sepertinya kamu sedang mengidam ya...." Tanya penjual manisan tersebut, Aira yang mendengar menghentikan buah kedondong yang akan ia masukkan ke dalam mulutnya menatap sang penjual "Mengidam ? aku kan tidak hamil kami baru sekali saja melakukannya masa ia langsung hamil?" Gumam Aira dalam hati ia yakin bahwa ia tidak hamil mungkin karena ia tidak pernah melihat buah kedondong di desanya. "ah tidak buk saya memang suka memakan buah kedondong dengan jumlah yang banyak apalagi sudah diolah menjadi manisan seperti ini dan lagian di desa saya tidak ada pohon kedondong" ucap Aira apa adanya karena memang dia suka sekali memakan buah kedondong. Ibu penjual kedondong hanya menatap Aira datar melihat kejujuran Aira namun terlihat ada Aura lain dalam diri Aira "apa mungkin dia tidak menyadari jika dia sedang hamil" gumam Bu penjual dalam hatinya
...****************...
__ADS_1
Setelah memakan manisan kedondong Aira menghampiri sebuah warung yang tak jauh dari tempat tersebut untuk memesan seporsi makanan dan minuman untuk ia makan. Ia sempat mengirim sebuah pesan kepada sang kekasih ketika menunggu makanannya diantar sama pelayan
"sayang kamu sudah tiba di kota apa belum, aku udah tiba ni" Aira mengirimkan pesan agar mengetahui dimana sang kekasih berada dan memberi tahukan keberadaan dirinya
Pelayanan membawa pesanannya datang Aira pun segera makan dengan lahap terdengar deringan ponselnya iapun membiarkan saja ia yakin itu pasti pesan dari kekasihnya. pikirnya ia akan membalas pesan Amar setelah ia selesai makan. Aira mengambil ponselnya membuka ternyata pesan yang masuk dari sang ibu
"Sayang jika sudah sampai di kota segera telpon ibu ada pesanan dari ayah mu agar kamu membelinya" begitulah kira-kira pesan yang dikirimkan oleh ibunya Aira. Selesai membaca pesan ia pun segera menelepon sang ibu untuk mengetahui pesanan apa saja dari Ayahnya agar ia bisa membeli dan membawa pulang ke desanya.
Kring kring kring tiba-tiba ponselnya berbunyi ia mengambil kembali ponsel dari dalam tas gendongnya terlihat Nama Amar di layar ponselnya seketika senyum mengembang di bibirnya
"Hallo sayang kamu dimana" Tanya Aira riang
"Aira Jam lima sore kita bertemu di taman kota"
"kenapa harus nunggu sampai jam lima sore, aku pengen ketemu kamu sekarang"
"Sayang itu suara siapa disamping kamu seperti suara perempuan" tanya Aira karena dia mendengar suara seorang perempuan di samping sang kekasih
"Aira ingat jam lima nanti so...." Amar tidak bisa menyelesaikan ucapannya seketika seorang gadis yang berada di sampingnya merebut ponsel tersebut dan memutuskan panggilan telpon secara sepihak
"Amar...." Tut Tut Tut panggilan pun terputus dari sebrang Aira menatap sendu layar ponselnya "Ada apa dengan Amar, siapa wanita tersebut apa mungkin dia kekasih baru Amar" Aira bergumam sendiri begitu banyak sekali pertanyaan yang bermunculan di dalam otaknya. Ia memutuskan pulang ke rumah Bu Mirna orang tua angkat yang selama ia bersekolah beliaulah yang selalu memenuhi kebutuhan Aira hingga Akhirnya Aira dapat menyelesaikan sekolah menengah atas. ketika Aira tiba di kota ia akan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah buk Mirna bahkan sering kali dia akan menginap
...****************...
Setelah selesai melaksanakan sholat Ashar, Aira bergegas untuk berangkat ke taman kota
"Bu, Aira pamit dulu" Ucap Aira menyalami tangan Bu Mirna
__ADS_1
"mau kemana Aira"
"ketemu teman sebentar Bu"
"Hati-hati ya, jangan pulang larut malam"
"ia Bu.... Assalamualaikum"
"waalaikum salam" balas Bu Mirna memandangi kepergian Aira
Bersambung........
Apa yang akan dikatakan Amar kepada Aira ya....
...****************...
Hay para readers semuanya π€π€
semoga kalian sehat-sehat ya.....
Author akan usahain untuk update tiap hari tapi waktunya tidak menentu mengingat Author juga punya tugas yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja di kehidupan nyataππππ
Oleh karena itu mohon dukung karya perdana Author ya ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, Comen,Vote dan Kasih bintang 5 Yach agar karya perdana Author lebih bersinar πππππππ₯°π₯°
Jangan lupa untuk menambahkan novel ini ke rak novel Favorit kalian Agar tidak ketinggalan kisah serunya dan selalu mendapatkan notifikasi part selanjutnya
__ADS_1
Terimakasih semuanya ππππ