
...HAPPY READING-!!❤️...
"Lucu banget ya dress nya" Ucap seorang gadis yang sedang memegang sebuah dress berwarna merah muda dengan motif gambar bunga di bawahnya.
"Iya, yang itu cocok untuk kamu, Re" Sahut teman Rea yakni bernama Vania.
"Serius?" Tanya Rea memastikan, jika benar cocok, ia akan membelinya.
"Dua rius deh!" Jawab Vania dengan memasangkan dua jari.
"Baiklah kalau begitu aku ingin membeli yang ini" Ucap Rea setelah berpikir keras.
"Oke" Vania kembali melihat-lihat dress disekelilingnya.
Semuanya tampak bagus sehingga Vania bingung ingin memilih yang mana.
drrtttt drrtttttt..
"Aku angkat telfon dulu ya, Van" Ucap Rea mengambil handphone dari sakunya.
"Oke deh" Jawab Vania mengacungkan jari jempolnya.
Rea pun mengangkat telfon tersebut.
"Kenapa ma?"
"Cepat pulang, mama ingin mengenalkan kamu kepada seseorang"
"Ma, sudah cukup comblang kan aku, lagipula aku masih SMA, aku tidak ingin punya pacar dulu"
"Sudah pokoknya pulang dulu!! cepat ya!!"
"Ck, yaudah"
Tanpa banyak basa-basi Rea pun mematikan telfonnya.
"Dari siapa Re?" Tanya Vania penasaran
"Mamaku. Aku disuruh pulang" Jawab Rea dengan nada malas.
__ADS_1
"Yaah, sayang sekali, padahal kita baru sebentar"
"Tidak tahu tuh, mamaku, mengesalkan sekali. Sejak kemaren seperti ingin sekali aku punya pacar" Jawab Rea, moodnya mendadak berubah.
"Kalau begitu mengapa tidak mencari pacar saja? Kamu kan cantik, pasti banyak yang suka sama kamu"
"Ga mau, lelaki itu ribet, lagipula, aku masih ingin menikmati masa single ku" Jawab Rea. Sedari dulu ia memang tidak pernah pacaran, namun sikapnya memang sangat ramah kepada lelaki.
"Kamu berkata seperti itu karena kamu tidak pernah mencobanya" Jawab Vania
"Tidak pernah dan tidak akan mencobanya" Ucap Rea bersikeras.
Rea dan Vania pun segera membawa dress mereka ke kasir.
...----------------...
"Terimakasih ya Rea, sudah mau mengantarkan aku" Ucap Vania turun dari mobil Rea.
"Iye sama-sama, terimakasih juga sudah mau menemani aku membeli dress" Jawab Rea dengan senyumannya.
"Aku akan selalu ada untuk kamu kok, Rea" Ucap Vania dengan tersenyum.
"Hati-hati ya Re" Ucap Vania seraya melambaikan tangannya.
"Iyaa"
Rea pun mulai melajukan mobilnya kembali.
Ditengah perjalanan, handphone Rea kembali berdering.
"Ck, siapa sih?!! mengesalkan sekali!!!"
Rea pun mengangkat telepon tersebut dengan rasa kesal yang menggebu-gebu.
"Rea!! cepat pulang!! lama sekali!!"
"Iyaa, aku sedang di jalan pulang!" Ketus Rea
Tuttt..
__ADS_1
"menyebalkan sekali sih!! jadi kesel gue!" Ketus Rea membanting setirnya.
Pasalnya sudah beberapa kali ia di kenalkan kepada lelaki yang berbeda.
Itu semua karena mamanya merasa bahwa Rea tidak normal.
Rea menyetir mobil tersebut dengan kecepatan di atas rata-rata untuk melampiaskan rasa kesalnya.
Setelah sampai di rumahnya..
Brakkkk..
"Bisa tidak, kalau aku lagi dijalan tuh tidak usah telfon-telfon? Kalau aku kecelakaan bagaimana?!!" Ketus Rea tanpa basa-basi. Bahkan ia tidak mengucapkan salam sama sekali.
"Rea yang sopan!! ada teman mama disini!!" Tegur Geisha, sorot matanya berubah menjadi tajam.
Rea memutar bola matanya malas. "Maaf" Ucap Rea lalu melenggang pergi dari sana.
"E-ehh mau kemana kamu!! sini!!!" Geisha menarik tangan Rea untuk duduk di sofa.
"Apa sih ma? Rea cape, mau istirahat" Ucap Rea malas
"Sini kenalan dulu!" Ketus Geisha
"Malas" Jawab Rea memutar bola matanya.
"Maaf ya jeng, biasalah namanya juga anak muda" Ucap Geisha canggung, ia tidak enak kepada temannya yang melihat perilaku Rea yang tidak sopan.
"Tida apa-apa jeng" Jawab Fella tersenyum tipis.
"Duduk disini!" Ucap Geisha menunjuk sofa. Dengan rasa malas, Rea pun menurutinya.
"Nah, sekarang lebih baik, jadi begini Rea, mama ingin bilang sesuatu"
"Bilang apa?" Tanya Rea, ia mulai menebak-nebak apa yang ingin dilakukan oleh mamanya ini.
Geisha menarik nafas panjang. "Jadi.. kamu akan mama jodohkan.."
"APA?!!!"
__ADS_1
...----------------...