
...HAPPY READING-!!❤️...
"Bangun kamu, enak sekali kamu tidur di mobil sedangkan saya menyetir sendirian, kamu pikir saya supir kamu?!" Ucap Nathan seperti orang tidak ikhlas.
Perlahan, Rea membuka matanya dan menghadap ke arah Nathan.
"Berisik, kan kamu juga yang minta aku ikut dengan kamu!" Ketus Rea, nada bicaranya masih lemah akibat baru bangun tidur.
"Y-yaudah ayo bangun, keluar" Ucap Nathan lalu keluar dari mobil tanpa menunggu balasan dari Rea.
"Ni orang otaknya di simpan dimana si? Kunci mobil sampai tidak di cabut" Rea geleng-geleng kepala melihat kunci mobil yang masih bertengger manis di tempatnya.
Lalu Rea pun mencabut kunci mobil itu dan keluar dari mobil.
"Kamu pikun ya? Kunci mobil kamu tertinggal di dalam" Ucap Rea memberikan kunci mobil tersebut lalu diambil dengan cepat oleh Nathan
"Saya tadi ingin ambil" Jawab Nathan dengan beralasan.
Rea tidak percaya dengan perkataan Nathan, ia memilih untuk berjalan duluan.
"Ck, tungguin saya" Ucap Nathan seraya berjalan cepat.
"Mobil kamu belum dikunci" Rea menunjuk kearah mobil Nathan lewat tatapan matanya.
"Ck, itu gara-gara kamu jalan duluan!" Ketus Nathan lalu menekan tombol kunci.
"Lah, kamu yang salah, malah nyalahin aku" Rea tidak terima disalahkan.
"Kamu yang salah" Ucap Nathan lebih tidak mau disalahkan.
"Iya deh, terserah kamu, aku malas berdebat dengan kamu" Rea pun akhirnya pasrah.
"Sini ikut saya" Ucap Nathan seraya menggandeng tangan Rea tanpa persetujuan dari Rea.
"Eh-ehh apa nih!!" Ketus Rea memukul tangan Nathan
"Sudah, ikutin saja" Ucap Nathan tak ingin di bantah.
Rea pun akhirnya lebih memilih untuk diam dan mengikuti apa yang ingin dilakukan oleh Nathan.
Terkadang lelaki ini selalu diluar nalar.
Tiba lah mereka di suatu tempat, hanya mereka yang berada di sana. Tempatnya sangat indah.
"Pantai?!" Ucap Rea dengan terkejut.
Nathan hanya membalasnya dengan anggukan.
Angin pantai yang sejuk, suara ombak kecil yang terdengar merdu di indra pendengaran mereka. Sungguh, apakah ini surga dunia?!
"Kamu suka?" Tanya Nathan. Tanpa di tanya pun, sudah jelas Rea menyukainya. Sedari kecil, Papah dan Abang Rea selalu membawa Rea ke pantai. Namun hal itu tidak berlangsung lama.
Papah Rea meninggal akibat kecelakaan pesawat saat ingin kembali ke tanah air.
Malang sekali nasib Rea.
Rea mengangguk. "Aku suka" Jawab Rea.
Ingatan itu kembali lagi, ingatan dimana ia masih bahagia.
"Sejuk ya disini" Ucap Rea tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ya" Jawab Nathan.
Jam masih menunjukkan pukul 3 sore. Tidak ada lagi percakapan di antara mereka, mereka hanyut dalam pikirannya masing-masing.
"Nathan" Panggil Rea.
"Panggil saya Kak, Saya 8 tahun lebih tua dari kamu" Ucap Nathan, itu memang benar, ia 8 tahun lebih tua dari Rea.
"Tidak enak sekali manggil kak" Cicit Rea.
"Ya sudah, panggil Mas" Ucap Nathan mencari alternatif lain.
"Dih, tidak mau"
"Rea.." Ucap Nathan seperti ingin menghabisi Rea.
"Ehhhh iyaaa Mas Nathan, aduh Mas Nathan ganteng banget" Buru-buru Rea mengikuti kemauan Nathan, daripada ia di makan hidup-hidup lebih baik ia menurut saja.
"Menjijikan sekali manggil dia dengan sebutan Mas" Batin Rea
"Kamu tidak ikhlas?!" Ucap Nathan kesal
"Iyaaaa ikhlas, Mas Nathan" Jawab Rea pasrah.
"Bagus"
Rea pun segera menjauh dari Nathan, ia mendekat kepada air pantai yang terlihat jernih.
"Kamu mau ngapain? Awas nanti tenggelam, saya tidak mau menyelamatkan kamu seperti di film-film" Ucap Nathan
"Sini deh mas" Titah Rea
"Ngapain?" Tanya Nathan, ia tidak ingin melakukan hal yang menurutnya tidak penting.
Nathan pun akhirnya menurut.
"Mas liat deh airnya" Ucap Rea mendekatkan Nathan kepada air yang ia tadah dengan tangannya.
Nathan pun ikut mendekat mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Rea.
Dan..
Byurrrr...
"HAHAHAHA, LUCU BANGET" Ucap Rea tertawa ketika ia berhasil menjahili Nathan dengan membasahi wajahnya.
Nathan sudah mulai seperti ingin marah.
Tubuhnya berapi-api. Bisa-bisanya Rea bertingkah seperti itu kepada Nathan.
"Lucu?" Ucap Nathan mencoba menahan amarahnya.
"LUCU BANGET!!" Rea masih tertawa akibat perlakuannya sendiri.
Nathan buru-buru pergi mengambil air dan melakukan hal yang sama kepada Rea.
Byurrr..
"PFFTTT INI LEBIH LUCU, MUKAMU BASAH" Ucap Nathan tertawa melihat wajah Rea yang terlihat sangat lucu dimatanya.
"Wah keterlaluan ini, om-om!!" Rea tidak terima, lalu ia kembali melakukan hal yang sama kepada Nathan.
__ADS_1
Dan terjadilah perang-perangan air.
Diiringi dengan tawa mereka.
......................
"Sudah, ah, capek" Ucap Rea dengan ngos-ngosan.
"Saya juga capek" Jawab Nathan dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Minum dulu yuk" ajak Rea
"Oke"
Kemudian mereka pun berjalan menuju warung yang berada di dekat sana.
Setelah sampai warung..
"Kamu mau apa?" Tanya Nathan
"Aku es jeruk saja deh"
"Oke"
"Aku duduk disini yaa" Ucap Rea menunjuk kursi di depan warung.
"Ya"
Nathan pun memesan minuman dan beberapa snack yang mungkin akan di makan oleh Rea, karena setahunya, perempuan sangat menyukai snack.
......................
"Udara di sini enak ya" Ucap Rea sembari menatap ke arah pantai.
"Enak? Kamu pikir dimakan?" Nathan duduk disebelah Rea sambil memberikan pesanan Rea.
"Ck, maksud aku sejuk" Ucap Rea, ia menerima minuman dari Nathan.
"Wuih, apa nih??" Rea baru sadar bahwa Nathan membawa snack.
"Kamu buta?" Ucap Nathan sedikit mengesalkan.
"Ck, tidak ada romantis-romantisnya om-om ini, bagaimana kalau nanti udah nikah?!!" Batin Rea kesal.
"Ya.. maksud aku untuk siapa??!" Tanya Rea
"Untuk kamu" Jawab Nathan singkat.
Setelah mendapatkan jawaban dari Nathan, sorot mata Rea pun menjadi berbinar, lalu tanpa banyak basa-basi lagi, ia mulai mengambil snack tersebut dan melahapnya.
Nathan yang melihat hal itu pun terkekeh.
"Kayak tidak pernah dikasih jajan saja" Gumam Nathan memperhatikan gerak-gerik Rea.
"Apa?" Tanya Rea, tatapannya masih tertuju pada snack yang ia pegang.
"Tidak" Jawab Nathan singkat
"Cih, kamu sangat tidak jelas" Ketus Rea, lalu ia pun kembali memakan snack dari Nathan, sesekali ia geleng-geleng kepala karena snack tersebut enak.
Sementara Nathan sendiri hanya bisa melihatnya. Menurutnya, melihat Rea senang saja sudah terasa kenyang.
__ADS_1
"Apa saya benaran suka dengan anak ini?" Batin Nathan bertanya-tanya.