MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)

MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)
(16) MASALAH PERNIKAHAN


__ADS_3

...HAPPY READING-!!❤️...


Malam hari pun tiba, saatnya keluarga Rea untuk datang ke rumah Nathan seperti apa yang di beritahukan oleh Nathan sebelumnya.


"Rea ga mau ikut" Ucap Rea memalingkan wajahnya.


"Kenapa?" Tanya Geisha


"Pokoknya ga mau ikut!" Ketus Rea, ia tidak suka membahas tentang pernikahan.


"Rea.. ikut ya" bujuk Genta


"Ga mau!" Rea tetap bersikeras untuk tidak ikut.


Geisha menghembuskan nafas panjang.


"Rea, kamu mau papah kecewa? papah liatin kita loh dari atas" Ucap Genta menunjuk ke arah atas. Sontak Rea pun melihat ke atas.


Rea terdiam sebentar..


"Rea ga mau papah kecewa.." Cicit Rea


"Kalo gitu, Rea ikut ya, sayang?" Ucap Geisha tersenyum tipis.


Rea mengangguk pasrah.


"Akhirnya.." Gumam Geisha lega.


...----------------...


Saat ini mereka telah berada di rumah keluarga Nathan. Rea menatap ke sekeliling rumah, rumah yang bernuansa putih, dengan corak bunga yang menghiasi pinggir dinding. Kemudian terdapat beberapa tanaman yang berada di samping meja. Ah, jangan lupakan beberapa koleksi guci yang terpampang jelas di samping tanaman.


"Ayo sini, ga usah malu-malu" Ajak Fella tersenyum mempersilahkan keluarga Rea untuk duduk di meja makan.


"Aduh, jadi ga enak nih" Jawab Geisha


"Santai aja Sha" Sahut Nevan, Nevan merupakan ayah dari Nathan.


"Hahaa, iyaa"


Geisha, Rea, dan Genta pun duduk.


"Ini anak kamu yang paling besar?" Tanya Fella memandang wajah Genta.


"Iya nih, Alhamdulillah dia udah bisa pulang" Jawab Geisha tersenyum tipis.

__ADS_1


"Sudah besar ya, dulu terakhir gue liat, pas dia masih SMA" Ucap Fella, ia terkekeh melihat wajah Genta.


Genta hanya tersenyum kecil saja.


"Yaa begitulah, namanya juga usia, pasti akan bertambah seiring jalan" Ujar Geisha.


"Ma, bilangin tante Fella, ga usah banyak basa-basi" Bisik Rea, ia sudah tidak tahan karena sedari ia datang, Nathan selalu memperhatikannya.


"Hush, ga usah gitu!" Tegur Geisha


"Kenapa?" Tanya Genta berbisik


"Ga apa-apa" Bisik Rea


"Lohh, ini kenapa jadi pada bisik-bisikan?" Ucap Nevan geleng-geleng kepala.


"Ehh, ga apa-apa kok, itu loh si Rea katanya pengen langsung bahas soal nikahan, dia pengen buru-buru nikah katanya" Jawab Geisha tertawa kecil.


"Mama!!" Ucap Rea menyenggol lengan Geisha.


"Oo gitu, hahahaa baiklah, kalo gitu langsung aja ya" Jawab Fella ikut tertawa mendengarnya, sementara Nathan, ia juga tertawa namun tidak terdengar, ia tertawa dalam hati.


"Jadi yang tadi di bilang sama Nathan, kalau.. pernikahannya di percepat, itu bener?" Tanya Geisha mulai serius.


Fella mengangguk.


"What the fu*k? jadi papah udah rencanain semuanya?!" Batin Rea terkejut mendengarnya.


Geisha mengangguk mengerti.


"Awalnya juga gue nolak, soalnya umur Rea masih terlalu muda, tapi ya namanya juga Theo, dia orangnya keras kepala" Lanjut Nevan.


"Lalu kenapa waktu itu lo bilang ke gue, kalo Rea akan nikah dengan Nathan di saat Rea sudah lulus SMA?" Tanya Geisha. Ia merasa seperti di berikan harapan palsu.


"Seperti yang gue bilang tadi, awalnya gue nolak, makanya pas Theo sudah meninggal, gue rencanain kalo mereka akan nikah di saat Rea sudah lulus SMA. Bahkan gue juga rencanain kalo saat ini, lebih baik mereka berdua bertunangan terlebih dahulu. Tapi.. dua hari yang lalu, almarhum Theo dateng ke mimpi gue, dia marah karena gue ubah rencananya" Ujar Nevan


Fella mengangguk. "Makanya pernikahan mereka di percepat, Sha" Ucap Fella.


"Tapi kalian yakin, kalo semuanya bakal bisa di selesaikan dengan cepat?" Tanya Geisha kurang yakin.


"Tenang aja tan, saya punya banyak asisten yang akan bantuin masalah itu" Sahut Nathan mulai berbicara.


Geisha menghela nafas panjang.


"Baiklah, kalo gitu gue setuju setuju aja, asal semuanya bisa siap" Ucap Geisha tak ingin panjang lebar.

__ADS_1


"Pasti siap lah Sha, ga mungkin ga siap, asisten anak gue tuh banyak, ga cuma satu, di tambah, gue bakalan suruh para asisten gue, kurang siap apa coba" Jawab Nevan.


Geisha mengangguk. "Iya deh gue percaya"


"Nah, yaudah kalo gitu, sekarang kita makan" Ucap Fella, ia pergi ke dapur untuk mengambil semua makanan yang sudah ia masak tadi.


Lalu Geisha pun menyusul.


"Jadi, Genta, gimana perusahaan? lancar?" Tanya Nevan membuka topik pembicaraan.


Genta mengangguk. "Alhamdulillah sejauh ini lancar, walau kadang, ada penurunan drastis" Jawab Genta.


"Penurunan? lalu bagaimana??"


"Ya begitulah, saya bisa menanganinya secara perlahan. Makanya saya jarang pulang ke rumah, karena saya sedang berfokus pada perusahaan di kota Surabaya" Jawab Genta.


"Baguslah kalau begitu, om jadi ikut seneng dengernya" Ucap Nevan lega. Awalnya Nevan ingin mengurus perusahaan almarhum Theo, namun, Genta mencegahnya, ia meyakinkan Nevan kalau dirinya bisa mengurusnya.


"Ikut" Tiba-tiba saja lengan Rea di tarik oleh Nathan, mau tak mau, ia harus mengikuti langkah Nathan.


"Apa sih! lepasin!!" Ketus Rea memberontak.


Lengan Rea pun di lepas, ia menatap ke arah sekeliling. Ternyata Nathan membawanya ke kolam berenang, ntah apa yang akan di lakukan oleh Nathan, Rea tidak tahu.


"Lo kenapa sih?!" Tanya Rea dengan nada ketus.


"Kenapa lo selalu ga ada di rumah disaat gue dateng?" Jawab Nathan balik bertanya, tatapannya melihat ke arah air di kolam berenang.


"Kan gue sama abang gue"


"Lo ga pernah bales chat gue" Ucap Nathan dengan suara beratnya.


"Lah, jadi nomer ga di kenal itu, nomer lo?" Tanya Rea. Sedari kemarin ia memang selalu di kirimkan pesan oleh nomer yang tidak ia kenal, maka dari itu ia tidak pernah membalasnya.


"Ck, iya" Jawab Nathan berdecak kesal.


"Ya maaf, ya udah deh, gue save dulu nomer lo" Ucap Rea bergegas membuka handphonenya, lalu ia menyimpan nomer Nathan.


"THAN-THAN ✌️"


"Nih, udah" Ucap Rea menunjukkan layar handphonenya.


"Gue Nathan, bukan Than-Than" Nathan menajamkan tatapannya.


"Udah sih, bersyukur aja, udah bagus gue mau save nomer lo" Ucap Rea mencibirkan mulutnya.

__ADS_1


"Terserah lo" Jawab Nathan pasrah.


"Ternyata kalian disini, ayo ke ruang makan, makanannya udah siap" Ucap Fella mengajak keduanya. Rea dan Nathan pun menurut.


__ADS_2