MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)

MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)
(11) REA PERHATIAN SAMA GEO?


__ADS_3

...HAPPY READING-!!❤️...


"Dia bakal baik-baik aja kan?" Tanya Rea kepada sang dokter.


Saat ini mereka sedang berada di ruang UKS, untunglah tadi ada pak satpam yang membantunya untuk mengangkat Geo.


Dokter itu mengangguk. "Pastikan jangan sampai dia kelelahan lagi seperti tadi, kalau begitu saya permisi dulu".


"Iya dok, makasih ya"


Rea pun melihat keadaan Geo yang terbaring lemah. "Lo tuh kalo ada anemia harusnya jangan ajakin gue lari" Ujar Rea menatap Geo.


"Sorry, gue lupa" Jawab Geo, suaranya terdengar sangat lemah.


"Lo ga usah ngomong deh, ga tega gue denger lo ngomong kayak gitu"


Geo memutar bola matanya malas. "Ga usah lebay, gue ga apa-apa" Jawab Geo, ia ingin beranjak bangun dari tempat tidur.


"Ehh mau ngapain lo!! jangan macem-macem deh, lagi sakit juga!!" Ketus Rea


"Gue sehat" Jawab Geo santai


"Sehat matamu, tadi aja sampe pingsan gitu"


"Udah lah gue baik-baik aja, anggep aja yang tadi cuma iseng" Ucap Geo, ia tidak betah jika terus rebahan di ranjang UKS.


"Iseng apaan kayak gitu, ga lucu tau ga, sekarang mending lo istirahat, gue beliin bubur" Jawab Rea, ia menahan tubuh Geo supaya tidak bangun, lalu ia menaikkan selimut Geo.


"Gerah anjir" Ucap Geo, ia tidak terbiasa menggunakan selimut.


"Ck" Rea berdecak sebal, selain mengesalkan, Geo ternyata orang yang cukup keras kepala.


"Tunggu sini, gue beliin bubur" Ucap Rea lalu segera pergi dari UKS.


"Jangan pake kacang!!" Jawab Geo setengah berteriak, lalu dibalas oleh acungan jempol dari Rea.


......................


"Mampus lo kena karma! salah sendiri berantem di depan gue" Ucap Vania, ia merasa sangat senang karena pada akhirnya Geo mendapatkan balasan.


"Jadi elo yang sumpahin gue?!!" Jawab Geo tidak percaya.


"Kalo iya kenapa, ha?" Ucap Vania dengan berkacak pinggang.


"Jahat banget sama sepupu sendiri" Cicit Geo


"Bodo ah, gue mau istirahat, sana pergi" Usir Geo menyelimuti tubuhnya.


"Dih ngusir"


Tiba-tiba pintu UKS terbuka yang memperlihatkan sosok gadis dengan rambut diikat.


"Nih makanannya" Ucap Rea, ia membawa bubur dan teh hangat dengan sangat hati-hati.


"Aduh ga usah repot-repot Re, gue udah kenyang kok" Jawab Vania kelewat pede


"Bukan buat lo" Jawab Rea berjalan ke arah Geo.


"Ya elah tadi berantem, sekarang perhatian" Vania geleng-geleng kepala melihat perlakuan Rea kepada sepupunya.

__ADS_1


"Gue bukan perhatian, ini sebagai rasa manusiawi aja, gue kan anak baik"


"Terserah lo deh, gue mau balik kelas, oh ya istirahat dikit lagi selesai, jadi lo ga perlu repot-repot rawat si Geo, dia mah ga perlu di rawat juga udah sembuh" Ucap Vania lalu beranjak pergi dari ruang UKS.


"Iya santai, dikit lagi gue ke kelas kok" Jawab Rea mengacungkan ibu jarinya.


"Btw, nama lo siapa?" Tanya Geo menatap wajah Rea.


"Lo ga liat name tag gue?" Ucap Rea memperlihatkan name tag di seragamnya.


"Rea Azalia Salsabila.." Gumam Geo membaca name tag milik Rea.


"Azalia?" Tanya Geo


Rea menggelengkan kepalanya. "Panggil Rea aja" Jawab Rea.


"Gue maunya panggil Aza" Ucap Geo tersenyum, senyuman yang sangat menyebalkan di penglihatan Rea.


"Ck, di bilang Rea aja!" Rea berdecak sebal, sudah diberi nama yang simple, malah ingin yang sulit.


"Kenapa? mendingan Aza, lebih keren" Ucap Geo.


"Terserah lo deh, Damian" Jawab Rea memalingkan wajahnya.


"Geo aja" Ucap Geo memberi tahu.


"Nama lo kan Damian"


"Damian kepanjangan, mendingan Geo, simple" Ucap Geo menyeruput teh hangatnya.


"Gue mau nya Damian, lagian, lo juga kan panggil gue Aza" Jawab Rea tak mau kalah.


"Dih, mentang-mentang udah gue bawain makanan"


"Suh suhhh" Usir Geo semakin menjadi-jadi.


"Yaudah gue pergi, oh ya ada satu hal lagi.."


"Apa?" Tanya Geo malas


"Denger-denger, di sini ada hantunya" Bisik Rea tepat ditelinga Geo.


Geo diam..


"Kaburrrrr" Rea berlari terbirit-birit keluar dari ruang UKS.


Geo masih diam memperhatikan Rea yang sudah pergi dari UKS.


"..."


"BWHAHAHAHAHAAA ANAK SIAPA SI TU CEWE, KAYAK ANAK SD AJA" Tawa Geo lepas saat Rea sudah pergi.


"Dia ga tau aja kalo gue sering ada di kamar rumah sakit sendirian.." Gumam Geo


"Orang tua gue kan udah meninggal" Lanjut Geo, tatapannya berubah menjadi sendu.


...----------------...


Jam pulang sekolah telah tiba, Rea sangat bersemangat karena tidak ada lagi jam pelajaran.

__ADS_1


Rea dan Vania sedang berjalan di koridor menuju ke gerbang sekolah.


Saat sudah berada di gerbang sekolah, tiba-tiba ada seorang pengendara motor sport berhenti di depan mereka.


"Naik Van" Ucap pengendara itu membuka kaca helmnya


Ternyata orang itu adalah Damian Geo Rionald.


"Waah lo seriusan mau ajak gue bareng?" Tanya Vania dengan mata berbinar.


"Gue disuruh nyokap lo, soalnya supir lo ga bisa jemput, ban mobil nya bocor" Jawab Geo dengan detail.


"Hmm yaudah deh" Vania pun naik ke atas motor Geo.


"Gue duluan ya Re!" Ucap Vania, ia memakai helm yang diberikan oleh Geo


Rea pun mengangguk.


"Lain kali gue usahain buat anter lo balik" Ucap Geo dari balik helmnya.


"Dih, naksir lo?"


Rea hanya diam saja melihat keduanya.


"Gue duluan" Ucap Geo, ia menutup kembali kaca helm nya lalu melajukan motornya dengan cepat.


Rea terus memperhatikan mereka yang sudah menjauh, lalu tiba-tiba..


Tinn tinn..


Kaca mobil terbuka, ternyata dia adalah Nathan.


"Masuk" Titah Nathan dari dalam mobil.


Rea pun masuk ke dalam mobil.


"Seatbelt nya pakai" Ucap Nathan, ia memakaikan Rea seatbelt.


"Cowo tadi siapa?" Tanya Nathan, sebetulnya ia sudah sampai dari setengah jam yang lalu, namun sepertinya Rea tidak melihatnya.


"Yang mana?" Jawab Rea malah balik bertanya.


"Yang pake motor tadi" Ucap Nathan, ntah lah ia sangat penasaran akan hal itu.


"Dia sepupu Vania, namanya Damian" Jawab Rea


Nathan manggut-manggut mengerti.


"Jauhin dia" Ucap Nathan


"Kenapa gue harus jauhin dia? gue kan baru kenal sama dia" Tanya Rea, ia tidak mengerti.


"Nanti lo suka, inget, sebentar lagi lo bakal jadi istri gue, nyonya Bautista" Ucap Nathan, sekarang Rea baru mengerti, ternyata Nathan sedang cemburu.


"Gue ga bakal terlalu deket sama dia, lagian dia kan cuma sepupu temen gue" Jawab Rea


Nathan hanya diam lalu melajukan mobilnya.


"Ni orang kenapa sih? dia beneran cemburu?"

__ADS_1


__ADS_2