MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)

MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)
(2) DIJEMPUT NATHAN


__ADS_3

...HAPPY READING-!!❤️...


"Apa?!! kamu di jodohkan?!!" Ucap Vania tidak percaya.


Rea menganggukkan kepalanya.


"TIDAK MUNGKIN, KAMU ITU MASIH SMA!!" Vania geleng-geleng tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Rea.


"Awalnya juga aku bilang seperti itu, tapi ya begitulah, mamaku tetap maksa" Ucap Rea menyedot es tehnya.


"Ganteng tidak cowonya?" Tanya Vania penasaran


"Biasa saja sih" Jawab Rea menyeruput es tehnya.


"Masa? memang umur nya berapa?"


"kata mamaku sih sekitar dua puluhan gitu, perkiraanku sih dua puluh lima" Ucap Rea mengingat-ingat wajah Nathan.


"Pantas saja ingin dijodohkan, orang sudah tua" Jawab Vania kembali menyeruput kuah mie ayamnya.


Rea hanya mengangguk saja karena apa yang dikatakan Vania benar adanya.


...----------------...


Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Rea dengan Vania buru-buru keluar kelas.


"Kamu ingin pulang naik apa?" Tanya Vania berjalan sembari merapikan tasnya.


"Naik ojek mungkin" Jawab Rea


"Kamu tidak ingin pulang dengan aku saja?" Tawar Vania

__ADS_1


"Tidak usah, lagipula kita tidak searah" Jawab Rea


"Baiklah, kalo begitu aku duluan ya, Rea" Ucap Vania melambaikan tangannya.


Rea mengangguk "Hati-hati"


"Iyaa, kamu juga" Jawab Vania lalu pergi menuju ke mobil yang sudah menjemputnya.


Lalu Rea pun mulai membuka aplikasi ojek online, namun tiba-tiba ada mobil yang berhenti di hadapannya.


Mobil tersebut membuka kaca mobil.


"Kamu Rea Azalia Salsabila?" Tanya lelaki tersebut menyebutkan nama lengkap Rea dengan sempurna.


Rea mengangguk. "Kamu siapa?" Tanya Rea. Wajahnya tampak terlihat familiar dimatanya.


"Saya Nathan" Jawab Nathan


"Ya, masuk" Titah Nathan to the point.


"Ga" Jawab Rea dengan singkat.


"Masuk, saya hanya disuruh oleh bunda saya" Ucap Nathan, ia terpaksa menjemput Rea karena perintah dari bundanya.


Dengan rasa malas, Rea pun masuk ke dalam mobil Nathan.


Nathan melihat ke arah kaca. "Kamu pikir, saya supir kamu?!" Ketus Nathan


"Kamu ingin aku anggap sebagai supir? oke" Jawab Rea dengan santai.


"Ck, duduk di depan!"

__ADS_1


"Tidak mau"


"Kamu ingin duduk di depan atau saya seret kamu sampai rumah?!" Ucap Nathan, sungguh ia sangat tidak bisa bersikap sabar.


Rea memutar bola matanya malas lalu kembali membuka pintu mobil dan duduk di kursi depan.


Nathan yang melihatnya pun sangat kesal.


"KAMU BISA TUTUP PINTU MOBIL TIDAK SIH?!" Bentak Nathan, kesabarannya sudah habis.


Rea sedikit terkejut atas bentakan Nathan, pasalnya ia tidak pernah dibentak seperti itu oleh lelaki.


"Tidak usah bentak juga.." Cicit Rea pelan ia kembali menutup pintu mobil belakang lalu masuk ke dalam mobil dan menutupnya.


Nathan masih kesal atas tingkah laku Rea yang tidak menyenangkan.


"Pakai seatbelt" Ucap Nathan singkat namun tak di gubris oleh Rea, Rea masih terkejut dengan nada bicara Nathan.


"Saya bilang pakai seatbelt, Kamu paham bahasa saya, tidak?!!" Ketus Nathan lalu memakaikan Rea seatbelt dengan kesal.


Rea terkejut dengan perlakuan Nathan.


"Ingat, saya orangnya kasar, saya bisa saja nyakitin kamu, jadi kamu harus patuh dengan saya" Bisik Nathan tepat ditelinga Rea, hal itu membuat Rea bergidik ngeri.


"Oh ya, nama saya Nathaniel Alvaro Bautista, terserah kamu ingin panggil saya apa, saya tidak peduli" Ucap Nathan tatapannya masih tertuju kearah depan.


"Jangan sekali-sekali kamu mengadu kepada bunda saya atau pun mama kamu atas tindakan saya tadi" Ancam Nathan, Rea hanya bisa mengangguk.


"Jadi ini kasih sayang dari lelaki? mama bilang, Nathan orangnya baik, tapi sepertinya tidak" Batin Rea


Nathan mulai menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya, awal-awal terlihat pelan, namun lama kelamaan ia semakin melajukannya dengan cepat, hal itu membuat Rea takut, namun ia tahan ketakutannya.

__ADS_1


"Terserah saja, saya aku peduli, mau aku mati sekarang atau tidak, terserah, aku sudah pasrah" Batin Rea


__ADS_2