
...HAPPY READING-!!❤️...
Jam pulang sekolah telah tiba, Rea segera keluar kelas dengan bergembira.'
"Tungguin napa, Rea" Ucap Vania dari belakang.
Rea pun berhenti dan menghadap ke belakang. "Hehee, sorry" Jawab Rea cengengesan.
"Azalia!!" Panggil Geo dari belakang.
Sontak Vania pun ikut menoleh ke arah Geo.
Geo mulai berjalan mendekati Rea, sementara Rea hanya diam saja memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh Geo.
"Pulang bareng gue yo?" Ajak Geo
"Gue-"
"Rea pulang sama saya" Potong Nathan yang tiba-tiba saja berada di samping Rea.
"Loh, mas Nathan?!" Ucap Rea terkejut melihat kehadiran Nathan di sampingnya.
"Dia siapa Re?" Tanya Geo
"Dia-"
"Kenalin, saya calon suami Rea" Sahut Nathan tersenyum. Senyuman yang sangat puas karena telah menjawabnya.
Sontak, Rea pun membekap mulut Nathan.
"E-ehh gue pulang dulu ya, biasa ini mah sepupu gue suka ngaco, duluan ya" Ucap Rea panik lalu segera pergi membawa Nathan ke dalam mobil.
"Calon suami?" Tanya Geo tidak mengerti.
"Calon suami.. apa jangan-jangan, cowo itu yang Rea ceritain?!!" Batin Vania mulai mengingat-ingat.
"E-ehh, itu sepupunya Rea, udah ga usah di pikirin, mendingan lo anterin gue balik" Ucap Vania kepada Geo.
"Males, lo balik sendiri aja, gue mau nongkrong dulu sama temen-temen gue" Jawab Geo melenggang pergi dari sana.
"LAH TADI LO NGAJAKIN REA BALIK, GILIRAN SAMA GUE, BILANGNYA MAU NONGKRONG!!" Teriak Vania kesal.
......................
"Lo kenapa sih? kan emang bener, gue itu calon suami lo" Ucap Nathan kesal dengan perlakuan Rea tadi.
"Lo ga sadar? kita di liatin banyak orang!! kalo orang-orang tau gimana?!" Ketus Rea.
"Ya biarin, emang kenapa kalo orang-orang tau? bukannya bagus? cowok-cowok jadi ga bisa ganjen ke elo" Jawab Nathan.
"Elooooo!!!!" Geram Rea.
"Hari ini kita harus fitting baju pengantin" Ujar Nathan.
"Hari ini banget?" Tanya Rea memutar bola matanya kesal.
"Iya, biar cepet" Jawab Nathan
"Ck, yaudah ayo"
"Lo mau ganti baju dulu atau ga usah?" Tanya Nathan
"Ga usah, ga lama kan?"
"Ya tergantung, kalo bajunya ga ada yang cocok, mungkin akan lama" Jawab Nathan santai.
"Ya udah, langsung aja deh, gue males ganti baju" Ucap Rea
"Oke, pakai seatbelt nya dulu" Titah Nathan
"Males"
__ADS_1
Nathan menghela nafas berat, lalu ia memakaikan Rea seatbelt. "Di bilangin bukannya nurut, kita ga tau apa yang akan terjadi kedepannya" Ujar Nathan.
"Nah, sudah" Seatbelt Rea pun sudah terpasang.
Rea melihat ke arah seatbelt nya. "Makasih" Ucap Rea dengan malas.
"Sama-sama" Jawab Nathan tersenyum seraya mengelus rambut Rea.
"Ga usah elus-elus! Lo pikir, gue kucing?" Kesal Rea
"Iya, lo kucing" Jawab Nathan seraya mencubit pipi Rea.
"Ih, sakit!!" Ucap Rea mengelus pipinya yang di cubit oleh Nathan.
Nathan terkekeh, kemudian ia menyalakan mobilnya.
"Kayaknya di belakang masih ada cemilan yang kemarin, bentar, gue ambilin dulu biar lo ga rewel" Ujar Nathan, lalu ia mengambil plastik snack yang kemarin. Kemarin ia membelinya terlalu banyak.
"Lo pikir, gue anak kecil?!!" Ketus Rea.
"Iya" Jawab Nathan santai.
Setelah diambil, Nathan pun memberikannya kepada Rea. "Nih" Ucap Nathan.
Rea pun mengambilnya dengan malas. Setelah itu Nathan duduk kembali di kursinya, dan ia mulai menjalankannya.
Benar saja, Rea menjadi anteng memakan snack tersebut seraya bermain handphone.
...----------------...
Mereka pun sampai di toko butik teman Fella.
"Ayo turun" Ajak Nathan, ia mulai turun dari mobilnya, Rea pun ikut turun dari mobil.
Rea menatapi toko butik tersebut dengan intens.
"Ayo masuk" Ajak Nathan seraya menggandeng tangan Rea, Rea pun hanya diam mengikuti Nathan.
"Loh, mama?" Ucap Rea terkejut
"Eh, sini-sini, mama sudah punya rekomendasi gaun yang cantik untuk kamu"
Rea pun menghampiri Geisha.
"Tante juga udah punya rekomendasi gaun untuk kamu loh" Ucap Fella.
Rea hanya bisa tersenyum canggung.
Geisha segera mengambilkan gaun yang menurutnya cantik jika di pakai oleh Rea.
"Nih, yang ini aja gimana, Rea?" Tanya Geisha seraya mencocokkan gaun tersebut di tubuh Rea.
"Jangan yang itu, menurut tante sih, gaun yang ini lebih cocok untuk kamu" Sahut Fella tak mau kalah.
"Gaun gue lebih cakep, Fel" Ucap Geisha
"Gaun yang gue pilih lebih cocok, Sha" Jawab Fella.
"Gaun gue"
"Gue"
"Gue"
"Gue"
"Gue"
"Gu-"
"Stop!! Biar Rea sendiri yang milih" Ucap Rea melerai keduanya.
__ADS_1
Fella dan Geisha pun terdiam.
Rea mulai melihat-lihat beberapa desain gaun seraya memegangnya untuk memastikan bahannya enak atau tidak.
Pemilik toko butik tersebut pun datang dan menghampiri Fella. "Sorry ya gue lama"
"E-ehh Sonia, iya ga apa-apa kok santai aja" Jawab Fella.
"Sha, kenalin, ini Sonia, dia temen gue, orang yang punya butik ini" Ucap Fella memperkenalkan temannya.
"Sonia, kenalin, ini Geisha, sahabat gue plus calon besan gue" Lanjut Fella.
"Geisha" Ucap Geisha memperkenalkan diri.
"Sonia" Jawab Sonia
"Ini yang mau nikahnya, yang mana?" Tanya Sonia mencari-cari keberadaan Rea dan Nathan.
"Tuh disana, mereka lagi pada lihat-lihat" Jawab Fella menunjuk ke arah Rea dan Nathan.
"Kalo gitu gue izin samperin dulu ya" Ucap Sonia.
"Eh, iya samperin aja ga apa-apa" Jawab Fella dengan senang hati.
Sonia pun menghampiri Rea dan Nathan.
"Menurut lo, bagusan yang ini atau yang ini?" Tanya Rea.
"Bagusan yang-"
"Halo" Sapa Sonia.
Sontak Rea dan Nathan pun menoleh ke arah Sonia.
"Siapa ya?" Tanya Rea.
"Saya pemilik butik ini sekaligus temannya Fella" Jawab Sonia tersenyum ramah.
"Oo begitu" Rea mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Mau saya bantu carikan? barangkali ada yang cocok" Tawar Sonia.
Rea tidak tahu ingin jawab apa, ia malah menoleh ke arah Nathan. Nathan yang mengerti pun bantu menjawab.
"Boleh" Jawab Nathan.
"Baik, kalau begitu ikut saya ya" Ucap Sonia
Nathan dan Rea pun mengikuti langkah Sonia.
Sonia mulai memperlihatkan semua desain-desain gaunnya.
"Mungkin yang ini cocok untuk kamu" Ucap Sonia memperlihatkan gaun bercorak bunga yang di taburi oleh beberapa berlian-berlian kecil.
"Mba" Panggil Rea
"Iya? ada yang ingin ditanyakan?" Tanya Sonia.
"Kalau gaun yang seperti ini, ada tidak ya?" Jawab Rea memperlihatkan desain gaun yang sudah ia simpan di handphonenya.
Sonia pun melihat desain gaun tersebut.
"Ah, yang begitu sudah habis, kalau mau, bisa di buatkan, namun pastinya akan lama, sekitar dua bulanan" Ujar Sonia.
"Kita nikahnya dua minggu lagi" Bisik Nathan kepada Rea.
"Oo begitu, ya sudah deh kalau gitu, cari-cari lagi aja, kalau yang modelnya mirip, ada atau tidak?" Tanya Rea. Gaun yang ia tunjukkan sebelumnya adalah gaun impiannya, ia sudah menyimpan foto tersebut selama lima tahun.
"Kalau yang modelnya mirip sih ada, cuma tidak seratus persen mirip, mungkin hanya beberapa bagiannya saja" Jawab Sonia.
"Boleh saya lihat dulu ga?" Ucap Rea mulai tertarik.
__ADS_1
"Boleh-boleh, kalau begitu saya ambilkan dulu ya" Jawab Sonia, Rea pun mengangguk. Kemudian Sonia mulai pergi mencari gaun tersebut.