
...HAPPY READING-!!❤️...
Mereka berdua telah sampai di pekarangan rumah Rea.
"Turun" Ucap Nathan. Rea pun menurutinya, ia langsung turun dari mobil Nathan.
Geisha yang melihat Rea dan Nathan dari balik gorden pun keluar dari dalam rumah.
"E-ehh yaampun, Rea dijemput Nathan, harusnya tidak usah repot-repot nak Nathan" Ucap Geisha tidak enak
"Tidak apa-apa Tante, lagipula, Nathan juga disuruh oleh bunda" Jawab Nathan tersenyum
"Cihh, senyuman palsu! dasar iblis" Batin Rea. Ia berdecak sebal.
"Oo begitu, ya sudah, Nak Nathan ingin masuk dulu?" Tawar Geisha
"Tidak usah tante, Nathan ingin langsung pergi ke kantor" Jawab Nathan
"Oo begitu, ya sudah, hati-hati yaa" Ucap Geisha tersenyum
"Iya tante"
"Ingat perkataan saya tadi" Bisik Nathan tepat ditelinga Rea. Hal itu membuat Rea bergidik ngeri dibuatnya.
Rea hanya mengangguk saja, setelah itu Nathan pun memasuki mobilnya kembali dan melajukannya.
Geisha melambaikan tangannya.
Rea berjalan masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun kepada Geisha, Geisha yang melihat hal itu pun bergegas menghampiri Rea.
"Gimana? Nathan baik kan?" Tanya Geisha tersenyum-senyum.
"Tidak!" Jawab Rea
"Kok tidak? padahal Nathan baik loh sudah mau jemput kamu" Ucap Geisha
"Mama belum tau **s**aja sifat asli dia" Batin Rea kesal
Rea tidak menjawab perkataan Geisha, melainkan malah berjalan lebih cepat ke arah tangga untuk memasuki kamarnya.
"Kenapa anak ini?" Gumam Geisha bertanya-tanya.
Di kamarnya Rea..
"Hikss abang.. Rea kangen.. hiks.."
Drrttt drrtttt..
Dering handphone Rea berbunyi, ia bergegas melihatnya.
"ABANG?!!" Ucap Rea Antusias, ia buru-buru mengangkatnya.
"HALO ABANG!!"
"*Halo jug*a cantiknya abang, maaf ya abang baru bisa hubungin, soalnya abang sibuk"
__ADS_1
"Iya bang tidak apa-apa, Rea ngerti kok.."
"Mukanya kok lesu gitu? cantiknya abang kenapa, hm?"
"Rea kangen abang.."
"Utututuuuu maaf yaa abang belum bisa pulang"
"He'em"
"Denger-denger, Rea dijodohkan ya??"
"Lohh, abang tahu darimana?"
"Dari mama, semalam kan abang telepon mama"
"KOK ABANG TELPON MAMA TAPI GA TELEFON AKU SIH?!!"
"Semalam kamu sudah tidur, sayang.."
"Emang iya??"
"Iyaaa, tapi yaa abang harap, cowo itu bisa gantiin posisi abang buat ada disamping Rea"
"Tidak!! Rea tidak suka dengan dia!"
"Lohh kenapa??"
"Dia tidak baik.."
"Dia-"
"Ehh abang sudah dulu ya! abang udah dipanggil, dahh cantiknya abang!!!! Abang sayang kamu!! I love you!!"
"Huh, love you too.."
tutttt..
"ARGH KESALLLLLL, AKU KAN INGIN BILANG KE ABANG KALAU NATHAN ITU ORANG JAHAT!!!! KENAPA SUSAH SEKALI SIH?!!
"Huaaaaa, pengen ketemu abang langsung.." Cicit Rea dengan wajah murung.
"Awas saja ya kamu!! cowo jahat!! Aku tidak akan biarkan kamu hidup tenang!!!!" Ketus Rea.
...----------------...
Rea dan Geisha sedang makan malam bersama, hanya berdua. Sunyi sekali malam ini.
"Ma.." Panggil Rea hati-hati
"Apa?" Tanya Geisha
"Kalau perjodohannya dibatalkan saja, boleh tidak?"
Uhukk uhukk...
__ADS_1
Perkataan Rea membuat Geisha tersedak oleh makanannya.
"Kenapa dibatalkan?" Tanya Geisha
"Tidak suka Nathan" Jawab Rea jujur
"Suka atau tidak suka, kamu tetap harus dijodohkan" Ucap Geisha tidak ingin dibantah.
"Tapi Rea beneran ga suka ma.."
"Rasa suka itu bisa tumbuh kapan saja, kamu tinggal harus tunggu waktunya" Jawab Geisha
"Ah, mama tidak tau aja kalo Nathan sejahat apa" Batin Rea kesal
"Ayolah, kamu harus mau, demi mama" Ucap Geisha memohon
"Hm, iya" Jawab Rea pasrah, ia tidak bisa melakukan apapun.
Rea tidak melanjutkan percakapannya, melainkan ia melanjutkan makan malamnya.
"Mungkin ini takdir kamu, Rea" Batin Rea memikirkan nasibnya
...----------------...
Pagi hari yang cerah, namun tak secerah suasana hati Rea. Tadi malam Rea tidak bisa tidur memikirkan hal itu.
"Astaghfirullah Rea Azalia Salsabila, itu mata kamu kenapa ada kantung matanya??" Tanya Geisha terkejut
"Semalem Rea ga bisa tidur.." Jawab Rea jujur
"Lho, kenapa tidak bisa tidur? ada masalah apa, hm?" Tanya Geisha penasaran.
"Tidak apa-apa, Rea berangkat dulu" Jawab Rea mengambil kunci mobil.
"Ehh jangan naik mobil, sedikit lagi Nathan sampai, tunggu ya" Cegah Geisha
"Tidak!! Rea tidak mau dengan Nathan" Ucap Rea, ia sudah takut dengan lelaki yang bernama Nathan itu.
"Lho, tidak boleh seperti itu, kasihan lho Nathan"
"Lalu mama tidak kasian dengan Rea?"
"Apa yang harus mama kasihani?"
"Ck, Nathan itu-"
"Assalamu'alaikum" Ucap Nathan baru saja datang
Deggg..
Detak jantung Rea mulai berdebar kencang.
"Aku pasrah saja deh" Batin Rea
Nathan menatap wajah Rea dengan tatapan wajah tajam, seperti ingin melahap Rea hidup-hidup.
__ADS_1